blog butuh niche

Apakah Blog Butuh Niche? Mungkin Tidak Harus

Blog ini dibuat sejak awal memang tanpa mempedulikan niche. Beberapa diskusi yang saya ikuti sering menyarankan jika blog dengan niche khusus akan lebih mudah dimonetizing dan juga memiliki pembaca yang pastinya setia karena segmentasi yang diulas di blog. Saya pun akhirnya memutuskan untuk membuat satu blog lagi yang khusus membahas film dan serial yang saya ikuti demi memiliki blog niche tertentu. Memang tidak mudah dan menulis tanpa niche lebih membebaskan buat saya.

Saya salut dengan para blogger yang bisa menulis artikel di blognya yang memiliki niche tanpa jenuh. Ya, saya merasakan ada beberapa hal yang membuat saya sulit mengubah blog Kata Reffi ini memiliki niche blog khusus. Dan mungkin ini juga diamini oleh blogger lain tanpa niche.

Masalah 1: Niche Mendorong Terjadinya Keringnya Konten

Masalah terbesar pertama yang dihadapi dalam blog satu niche adalah mempercepat terjadinya kekeringan ide konten. Konten yang bagus tentu memiliki tulisan yang dalam, membedah topik secara detail dan menarik pembaca kapanpun (evergreen content). Ketika beberapa bulan atau berganti tahun maka ide tulisan bisa jadi mulai mengering.

Ambil saja contoh jika Anda memilih tema blog tentang kecantikan. Blog yang membahas tentang kecantikan biasanya berisi review kosmetik, tips kecantikan dan juga serba-serbi lainnya. Betapa banyak blog lain yang juga memiliki niche blog sama juga telah membahas topik yang Anda buat. Belum lagi jika kulit wajah Anda ternyata tidak cocok untuk menggunakan produk kosmetik dari klien atau brand tertentu. Mengorbankan kulit wajah demi review tentu saja sangat riskan. Masalah lainnya adalah Anda pun mulai membahas topik yang sama setelah ide mulai kering atau berusaha menggodok ulang artikel lama.

Masalah 2: Mudah Bosan dan Mudah Tergantikan

Jika Anda sama seperti saya yang mudah bosan, maka memiliki niche akan menyiksa batin dan pikiran Anda. Tentukan tujuan Anda ngeblog. Saya ngeblog untuk berbagi info dan ide yang sedang saya pelajari atau sesekali beropini mengomentari fenomena sekitar. Jika saya memaksakan diri untuk ngeblog satu niche saja sementara ada banyak ide di kepala, bisa dipastikan saya pasti akan jenuh.

Saat Anda memulai blog dengan niche tertentu, maka ada banyak jutaan kemungkinan di negeri yang sama juga ada ratusan blog seperti Anda. Memang tulisan masing-masing blogger pasti punya gaya berbeda, tetapi ketika Anda mencari referensi untuk artikel dan menemukan terlalu banyak kesamaan isi konten yang ingin Anda ulas, mungkin ini justru akan membuat Anda tertekan. Banyaknya blog niche serupa juga memberikan pilihan yang banyak untuk  pembaca. Blog Anda bisa jadi akan mudah dilihat sepintas saja.

Baca juga: 7 Alasan Blogmu Sepi Komentar yang Perlu Kamu Hindari

Tantangan dari ngeblog tanpa niche pastilah ada. Seringkali di sebuah pertemuan blogger saya ditanya menulis niche apa. Saya bisa menjawab satu blog saya membahas film dan serial sedangkan blog yang justru lebih banyak pengunjungnya ini tanpa niche khusus. Ada soal traveling, opini, cerita random, dan tips. Namun justru menuliskan hal-hal yang saya sukai juga bisa menarik pembaca setia.

Jika Anda ingin memperkenalkan blog tanpa niche,  cobalah hal-hal berikut ini:

1. Bereksperimen Sebebas Mungkin

Saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada hal-hal unik atau hal baru yang menarik saya untuk belajar. Maka Anda harus membebaskan diri untuk terbuka pada segala kemungkinan topik yang menarik. Saat saya tertarik untuk membahas soal perempuan, maka saya akan banyak membaca permasalahan soal perempuan, mendengarkan curhatan teman perempuan lebih saksama, dan membaca blog yang menyinggung soal masalah perempuan.

Berikutnya jika saya sedang tertarik untuk belajar literasi  media untuk menangkal hoaks, saya ambil kursus daring gratis di Coursera. Topik-topik itu memperkaya wawasan saya, maka saya tuliskan di blog supaya pembaca bisa mendapat informasi bergizi yang serupa.

2. Fokus Pada Kualitas Konten

konten

Karena tidak ada niche khusus yang ditawarkan, maka fokuslah pada kualitas konten. Saat sedang membahas mengenai traveling yang saya jalani, maka saya akan mengulas lebih dalam mengenai tempat-tempat yang saya singgahi dan juga mengulas dari sudut pandang sebagai seorang pelancong. Kalau membahas soal tips move on dari patah hati, maka saya akan menawarkan solusi yang pernah saya jalankan dan juga dari saran banyak teman atau menambahkan ide dari artikel lain yang juga masuk akal untuk dipraktikkan. Buatlah konten yang padat isi dan tidak meninggalkan kualitas.

3. Fokus Pada SEO dan Media Sosial

Anda pasti akan sulit jika ingin menerapkan email marketing untuk pembaca blog jika tidak memiliki niche khusus. Maka yang bisa Anda maksimalkan adalah fokus pada SEO. Saya biasanya mencari ide keyword di keyword planner, membaca referensi judul dari blog lain yang akan membahas topik mirip, lalu mulai membuat kontennya. Judul yang menarik (tidak clickbait), menerapkan keyword di badan artikel, dan gambar yang mendukung tentunya bisa menarik pengunjung lebih mudah.

Selain itu buatlah artikel dengan minimal tulisan 500 kata atau lebih bagus lebih seperti 1000 kata agar lebih mudah terindeks Google. Jangan lupa untuk membagikan link tulisan di seluruh media sosial yang Anda punya. Saya pun membuat fanpage khusus untuk blog yang kini memiliki 1000 pengikut. Jika Anda rutin membagikan konten berkualitas di media sosial, maka tidaklah sulit untuk mencari pembaca.

Itulah beberapa masalah dan solusi jika Anda ingin menulis blog tanpa niche. Yakinlah pada diri dan perbanyak membaca. Jangan merasa minder jika belum memiliki blog niche khusus. Happy blogging!

Related Posts