page authority

4 Fakta Tentang Domain Authority dan Page Authority

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Domain Authority (DA) dan juga Page Authority (PA) semakin sering digunakan untuk mengukur performa dan kredibilitas suatu blog. Itulah sebabnya, C2live menganjurkanmu untuk memperbaiki nilai DA dan PA blogmu, supaya blogmu enggak hanya disukai pembaca, tapi juga memiliki daya saing dibanding blog lain di mata brand.

Untuk memperkenalkanmu lebih dalam tentang seluk-beluk Domain Authority dan Page Authority ini, C2live akan mengulas 4 fakta menarik tentang keduanya. Harapannya, kamu bisa mengetahui peran penting DA dan PA, serta perbedaannya dengan skala penilaian blog lainnya.

1. Sering Dijadikan Ukuran untuk Menilai Performa Blog oleh Brand

Bekerja sama dengan blogger adalah salah satu strategi pemasaran yang banyak dilakukan oleh brand. Tentu saja, brand memiliki kriteria tersendiri tentang jenis blogger yang tepat untuk membantu mereka. Selain mencari blog dengan niche yang jelas, brand juga kerap memperhitungkan DA dan PA.

DA dan PA sering dijadikan patokan dalam menilai performa blog karena dianggap sudah mencakup berbagai aspek penilaian suatu blog. Mulai dari umur blog, kualitas konten, traffic, hingga frekuensi posting.

Semua itu akan dikalkulasikan dan dirumuskan ke dalam skala penilaian 1-100. Dengan mengetahui nilai DA dan PA, brand bisa memiliki bayangan tentang blog yang akan mereka ajak kerja sama.

2. Bukan Nilai Resmi dari Google

Google adalah raksasa digital di dunia. Maka, tak heran bahwa banyak bentuk pencarian yang mengacu pada algoritma Google. Salah satunya adalah penentuan posisi tayang (page rank) suatu situs/halaman pada hasil Search Engine Results Page (SERP) Google.

Yang menarik, DA dan PA ini bukan dirumuskan oleh Google. Konsep DA dan PA sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Moz. Moz sendiri adalah sebuah perusahaan digital yang berfokus pada website metric dan pengolahan data.

Meskipun bukan hasil rumusan Google, DA dan PA tetap menjadi indikator menilai performa blog yang diakui oleh banyak kalangan, baik dari sesama blogger maupun penggiat digital marketing.

Baca juga: Mengenal Domain Authority dan Page Authority

3. Tidak Perlu Terobsesi dengan Nilai DA/PA 100

Performa suatu blog dinilai oleh DA dan PA dengan skala penilaian 1 hingga 100. Semakin tinggi angka yang blogmu raih, itu artinya performa blogmu semakin mumpuni dan memiliki kredibilitas di mata pembaca. Namun, jangan berkecil hati kalau angka blogmu masih belum mendekati 100.

Kenapa begitu? Itu karena nilai mendekati 100 biasanya dimiliki oleh situs-situs paling terkenal di dunia. Misalnya Google, TechCrunch, atau Goal.com. Situs-situs tersebut dikelola oleh puluhan atau bahkan ribuan pekerja profesional, dan didukung oleh pendanaan yang enggak sedikit. Jadi, akan sulit untukmu bersaing dengan mereka.

Jika blogmu adalah blog pribadi dengan usia domain di atas 1 tahun, mendapat nilai DA dan PA di sekitar angka 20-30 sudah terbilang bagus. Itu artinya blogmu sudah cukup kredibel di mata pembaca, dan siap untuk kamu tawarkan ke pihak brand.

4. Sulit untuk Dicurangi

Untuk blogger yang sudah mulai mendalami SEO, tentu menyadari bahwa ada beberapa trik curang dalam menerapkan SEO di blog kita. Contohnya adalah teknik black hat yang kini sangat tidak disukai oleh Google.

Nah, meskipun bukan berarti tanpa celah, DA dan PA lebih sulit untuk dicurangi. Contohnya, akan sangat sulit untuk kamu bisa berbohong soal usia domain, frekuensi posting, atau kecepatan loading halaman blogmu. Ketiga hal itu mempengaruhi nilai DA dan PA, namun enggak bisa dicurangi dengan trik apapun.

Kalau kamu ingin nilai DA dan PA terus naik, mau enggak mau kamupun harus terus melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan secara disiplin.


Ketika industri digital sudah semakin data-driven, kamu pun harus mengimbanginya dengan mengetahui fakta-fakta tentang data yang banyak digunakan, salah satunya adalah soal Domain Authority dan juga Page Authority.

Meskipun enggak bisa dianggap sebagai tujuan utama dari blogging, namun mengetahui seluk beluk Domain Authority dan Page Authority penting agar kamu memiliki visi kemana blogmu harus berkembang. Dengan mengenal kedua hal itu, kamu juga bisa lebih mempersiapkan diri agar blogmu mempunyai nilai jual di mata brand, dan memiliki kredibilitas di mata pembaca.

Sumber gambar: [Trend Micro[(https://www.trendmicro.com/vinfo/us/security/news/vulnerabilities-and-exploits/superfish-style-certificates-installed-by-dell-support-tools), MarTech, Sitechecker. IB Times.

Related Posts

 
Site Menu