Mempelajari 5 Strategi Raditya Dika dalam Menjadi Blogger Tersukses Indonesia

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Jika kita membahas soal siapa blogger tersukses di Indonesia, rasanya akan banyak yang sepakat bahwa gelar itu berhak direbut oleh Raditya Dika. Radit adalah salah satu generasi awal dunia blogging Indonesia. Ia memulai di tahun 2002 ketika bahkan belum banyak mengenal apa itu internet. Sekarang ia bahkan telah sukses melahirkan 8 novel dan 10 film layar lebar.

Tentu bukan hal yang mudah bisa mencapai kesuksesan itu, apalagi bisa terus produktif meskipun telah berkarya selama belasa tahun. Kalau kamu memang seorang blogger dan ingin kariermu bisa berkembang pesat, nggak ada salahnya kamu mengulik rahasia Radit dalam mengelola blog hingga bisa mengantarkannya seperti sekarang. Yuk simak di bawah!

1. Setia pada Niche yang Dipilih

Jika kita bertanya ke penggemar buku atau blogger Indonesia apa niche atau genre tulisan Raditya Dika, semua pasti sepakat bahwa genre itu adalah komedi. Itu artinya, Radit nggak cuma memilih niche dengan jelas, tapi juga konsisten selama bertahun-tahun sehingga niche itu melekat pada dirinya.

Ia nggak silau peluang dengan berpindah-pindah niche sesuai tren. Dibanding terus mengikuti tren, ia memilih mempertajam tulisannya sehingga nggak kalah meskipun niche yang ia pilih sudah nggak lagi trendy. Salah satu cara dia terus mengasah kemampuan adalah dengan banyak membaca buku-buku cara menulis komedi dan juga mempelajari berbagai teknik storytelling yang efisien.

2. Memperbaiki Gaya Penulisan dan Struktur Bercerita

Seperti yang sudah disinggung di atas, meskipun telah sukses memiliki jutaan pembaca setia, Radit nggak lantas berpuas diri dan menulis dalam mode auto-pilot. Sebaliknya, ia justru menyadari tantangan besar dalam mencari pembaca baru dan terus menghasilkan konten yang bisa memenuhi ekspektasi pembaca lama.

JIka kamu membaca ulang tulisan blog Raditya Dika di kisaran tahun 2005, dan membandingkannya dengan karya terbaru dia yang berjudul “Koala Kumal”, kamu akan menyadari bahwa Radit pun berkembang sebagai seorang penulis. Tulisannya nggak lagi alay, ejaan dan penulisan pun lebih nggak lagi berantakan, struktur bercerita pun lebih rapi dan mulus untuk dinikmati. Kalau yang sekelas Radit saja masih terus belajar dan berkembang, masa kamu saja malas-malasan?

Baca juga: Yuk Belajar Meramu Konten dari 6 Blogger Indonesia Ini!

3. Tumbuh bersama Pembaca

Sebagai seorang blogger senior, Radit telah belasan tahun menuliskan berbagai jenis karya secara rutin. Dengan karier yang sudah sedemikian panjang, tentu ada kemungkinan pembacanya merasa jenuh dan kehilangan ketertarikan atas konten-konten yang disajikan Radit. Namun Radit mengatasi itu dengan terus berevolusi seiring dengan perubahan zaman dan umur target pembacanya.

Di awal karier blogging-nya, Radit banyak menulis cerita-cerita semasa ia kuliah. Ia juga beberapa kali mengenang kisah cinta monyet yang ia alami di bangku sekolah. Namun sekarang, Radit sudah nggak lagi membahas masa-masa kuliah, namun juga soal keluarga maupun profesinya sebagai seorang penulis. Dengan terus tumbuh ini para pembaca Radit bukannya jenuh, namun malah merasa dekat dengannya. Dengan cara ini, tanpa sadar Radit telah membangung keterikatan dengan pembacanya.

4. Memulai dari Hal yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Hal lain yang perlu kita soroti dari kecerdikan Radit mengelola blog adalah ia selalu berusaha menghadirkan konten yang dekat dengan kehidupan pembaca, sehingga pembaca mudah terlarut dengan apa yang ia ceritakan. Hal sederhana ini lah yang sebenarnya menjadi rahasia Radit menjaring banyak pembaca.

Lewat tulisannya, pembaca seolah diajak berkaca pada kejadian yang mereka pernah alami. Pembaca jadi tertawa teringat peristiwa konyol saat mereka kuliah dulu atau jadi melankolis mengenang cinta monyet saat di bangku SMA. Kelihaian Radit mengambil sudut pandang bercerita yang dekat dengan kehidupan inilah yang sebisa mungkin kamu pelajari dan terapkan.

5. Berinteraksi dengan Pembaca secara Rutin

Poin kelima ini bisa dibilang faktor yang paling menentukan kenapa angka pembacar Radit bisa terus tumbuh. Selain rutin melahirkan karya tulisan baru, Radit pun rutin berinteraksi dengan pembacanya.

Dulu ia mengawalinya lewat kolom komentar dan juga hadir ke berbagai acara seperti Pesta Blogger. Kini setelah jumlah pembacanya mencapai jutaan orang ia pun masih terus berkomunikasi dengan mereka lewat media sosial.

Kedekatan dengan pembaca adalah faktor non-teknis yang ternyata sangat berperan pada jumlah pembaca. Dengan membangun interaksi yang baik dengan pembacamu, pembaca lama nggak akan kabur karena mereka merasa mengenalmu, sementara pembaca baru pun akan tertarik untuk terus berdatangan karena merasa diterima.


Memelihara sebuah blog selama bertahun-tahun bisa jadi sesuatu yang melelahkan. Untuk itu, sering kali kamu membutuhkan sosok inspiratif yang bisa menyadarkanmu bahwa kamu masih memiliki target yang ingin kamu kejar. Jadi kamu nggak menyerah setelah beberapa tahun ngeblog dan akhirnya melupakan kariermu sebagai blogger.

Dengan mengenal sosok seperti Raditya Dika, kamu bisa mendapat suntikan motivasi saat kamu mulai kehilangan keinginan untuk menulis. Terapkan 5 trik di atas agar blogmu bisa terus tumbuh pesat sehingga motivasimu terus terpompa. Dengan terus belajar mengelola blog seperti Radit, pembacamu akan terus tumbuh dan kamu pun akan terus terpacu untuk lebih produtif menghasilkan karya. Jadi ayo terus mengembangkan diri, dan jangan sampai kamu kehabisan motivasi, ya!

Sumber: Candu Membca, YouTube Crita Tube, Dream, Med Indonesia, Wowkeren.

Related Posts

 
Site Menu