5 Prinsip Mengembangkan Diri bagi Penulis Kreatif

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Ramainya komunitas blogger atau forum-forum online tempat para penulis kreatif berdiskusi menunjukan bahwa jumlah orang yang suka menulis di Indonesia sangatlah besar. Hal itu tentu sangat baik, mengingat negara ini sangat membutuhkan content creator yang mampu melahirkan konten berkualitas.

Sayangnya, ternyata masih banyak penulis potensial yang bingung dalam mengembangkan diri. Alhasil, sebagian dari mereka menyerah dan berhenti menulis. Untuk itu, C2live mencoba mengingatkan kembali tentang 5 prinsip yang harus dipegang teguh oleh para penulis kreatif dalam mengembangkan diri. Apa saja prinsip tersebut? Mari simak bersama:

1. Nggak Cuma Belajar, Tapi Juga Berlatih

Semakin hari semakin banyak kelas menulis yang bisa kamu ikuti. Selain itu, tulisan dari blogger lain soal tips menulis hingga acara sharing bersama komunitas pun hampir nggak terhitung jumlahnya. Mengikuti kelas menulis dan belajar teknik-teknik menulis dari sana tentu membawa dampak positif bagi kamu. Namun, pastikan kamu nggak hanya mempelajari, tapi juga berlatih dan mempraktekannya.

Menonton ratusan pertandingan sepak bola nggak lantas membuatmu jadi pemain bola yang handal, kamu perlu berlatih langsung. Begitu juga dengan kepenulisan. Belajar dari para penulis kreatif senior yang menginspirasimu saja nggak cukup, kamu pun harus rajin menulis secara konsisten. Dengan begitu kamu bisa menerapkan teknik-teknik yang pernah kamu baca, dan gaya bahasa maupun kemampuan menulismu akan terus terbentuk.

2. Mengeksplorasi Berbagai Jenis Tulisan

Penulis kreatif sering kali terjebak dalam topik yang menjadi zona nyaman masing-masing. Misalnya, seseorang yang gemar menulis fiksi romantis hanya berkutat pada genre itu saja. Sebaliknya, seorang yang tertarik dengan dunia jurnalisme hanya mau menulis artikel reportase saja. Padahal, untuk menjadi seorang penulis yang berkembang, kamu harus berani nyemplung ke berbagai jenis tulisan.

Berlatihlah menulis berbagai bentuk artikel agar skill menulis dan kemampuan storytelling-mu terasah. Coba buat artikel tips dan trik, artikel liputan event, essay, hingga fiksi atau puisi. Berani mencoba berbagai jenis artikel baru membuat kamu terbebas dari mindset yang bisa mengurung potensimu.

Jangan takut salah apalagi merasa nggak mampu. Justru dengan berani mencoba, kamu akan selalu mendapat pembelajaran baru, dan kemampuan menulismu akan semakin komplit.

3. Mendengar Suara Pembaca

Kamu nggak akan bisa menilai tulisanmu sendiri. Untuk itu, coba dengar penilaian para pembacamu agar kamu mendapat feedback yang berguna untuk kemajuanmu. Kamu bisa mendapatkannya dengan menulis di blog atau media sosial. Perkembangan teknologi ini bisa kamu manfaatkan untuk menghubungkanmu dengan pembaca.

Nantinya, kamu bisa mengevaluasi tulisan mana yang banyak disukai, mana yang dikritik, atau bahkan mana yang gagal menarik perhatian sama sekali. Tentu butuh waktu agar kamu bisa mempelajari respon pembaca. Namun jika sudah terbiasa, suara mereka akan sangat membantumu untuk tumbuh dan belajar.

4. Memperkaya Referensi dengan Membaca

Untuk menjadi seorang penulis kreatif yang handal nggak cukup hanya dengan rajin menulis saja, kamu harus mengimbanginya dengan banyak membaca. Di era digital ini, mencari bahan bacaan yang bergizi tentu bukan lagi kendala yang menyulitkan.

Membaca bisa memperluas wawasanmu. Semakin kamu membaca semakin banyak pula informasi di kepala yang bisa kamu olah menjadi artikel berkualitas. Selain itu, banyak membaca juga akan mengenalkanmu ke banyak diksi yang bisa kamu gunakan. Bahkan, kamu juga bisa mempelajari gaya menulis berbagai penulis kreatif lain dan mengaplikasikannya pada tulisan-tulisanmu.

5. Menempa Diri dengan Mengambil Job Menulis

Ketika kamu merasa sudah cukup mampu menulis dengan baik dan mendapat respon positif beberapa pembaca, itu artinya saatnya kamu mencoba menulis secara profesional. Kini ada banyak situs di internet yang bisa kamu gunakan untuk mencari peluang menjadi freelance writer dengan beragam topik.

Menulis secara profesional tentu berbeda dengan menjadi penulis kreatif di blog ataupun media sosial. Ada standar kualitas dan juga deadline yang harus kamu penuhi. Selain itu, kamu juga harus meramu tulisan sesuati brief yang diinginkan, karena tentu setiap tulisan memiliki tujuan dan target pasar yang berbeda-beda.

Tantangan ini akan membuat kehidupan menulismu lebih berwarna, sekaligus bisa menjadi alternatif karier yang potensial untuk kamu tekuni.


Inti utama dari menjadi penulis kreatif yang handal adalah menikmati proses belajar dan berlatih. Nggak ada hal hebat yang terjadi secara instan. Untuk itu, sebagai penulis pun kamu harus melewati segala proses dan pembelajaran sebelum akhirnya kamu bisa menikmati hasil yang memuaskan.

Dalam proses tersebut kamu akan bertemu dengan hal seru seperti berkonsultasi dengan penulis idola ataupun ketika kamu sukses mendapat job menulis pertamamu. Namun akan ada juga proses yang melelahkan seperti saat kamu berusaha mencari pembaca setia pertamamu atau ketika kepalamu sepi inspirasi.

Anggaplah semua itu sebagai perjalanan. Setiap prosesbya adalah pembelajaran yang nggak boleh kamu keluhkan. Bagaimanapun, menulis adalah hal yang kamu sukai, kan? Jadi, terus kembangkan dirimu agar kamu bisa menjadi penulis kreatif dengan karya-karya yang menginspirasi banyak orang!

Sumber: Odyysey,LCI, Youth Ministry, Phillip Gwynne, Map208, The Hustle.

Related Posts

 
Site Menu