influencer

Ingin Tahu Peran-Peran Influencer? Yuk, Kenali Berbagai Tipenya!

I’m a writer at Content Collision

Di zaman digital yang marak dengan pergerakan informasi online, tentu kamu sudah nggak asing lagi dengan yang namanya influencers. Mereka adalah orang-orang yang punya followers dan audiens dalam jumlah cukup banyak, sehingga bisa menyebarkan pengaruh dengan opini atau konten yang mereka sebarkan ke muka publik.

Biasanya, para influencer aktif melakukan kegiatannya melalui akun media sosial yang mereka miliki, seperti Instagram, blog, YouTube, ataupun Twitter. Karena pengaruh kuat yang mereka miliki, nggak jarang influencer digandeng oleh brand untuk meningkatkan performa marketing mereka, dan metode ini terbukti efektif.

Namun demikian, sebenarnya influencer ada banyak jenisnya, lho. Mengetahui tipe-tipe influencer yang ada bisa membantu kamu memetakan kebutuhanmu ataupun menentukan jenis mana yang paling cocok untuk kamu lakukan. Jadi, ada apa saja sih tipe influencer di luar sana? Yuk, langsung simak aja list-nya di bawah ini!

1. Macro Influencer

Macro-Influencer

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, influencer adalah orang-orang yang memiliki pengaruh untuk meningkatkan awareness dari para pengikutnya terhadap informasi yang ia gencarkan. Di tahap yang lebih kompleks, influencer bisa saja memiliki kapasitas untuk men-drive orang lain untuk melakukan sesuatu. Hal seperti ini biasanya lumrah dilakukan oleh para macro influencer.

Dengan kata lain, macro influencer merupakan influencer yang memiliki followers dan audiens dalam jumlah banyak, sehingga lebih memiliki power untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang-orang tersebut mau dan rela mengikuti opini atau apa yang ia lakukan.

Power tersebut bisa terbangun dari kredibilitas ataupun citra yang ia konstruksi melalui karya-karyanya, entah itu tulisan, video, foto, orasi, cara penyampaian informasi lainnya, atau mungkin sekadar nama. Saking tenarnya, mereka biasa juga dianggap sebagai trendsetter untuk hal-hal tertentu.

2. Selebgram

Selebgram

Nah, istilah yang satu ini kesannya kekinian banget, nih. Siapa sih yang nggak main Instagram saat ini? Dikit banget! Sebagian besar masyarakat, apalagi yang masih termasuk kalangan muda, pasti getol banget scrolling dan obrak-abrik Instagram sehari-hari. Nggak bisa dipungkiri, memang banyak informasi menarik yang bisa kamu temukan dari media sosial ini, apalagi buat anak-anak millennial.

Selebgram sendiri merujuk pada influencer yang aktif berbagi informasi dan menyebarkan pengaruhnya di Instagram, sehingga akunnya menjadi sangat terkenal layaknya selebriti di platform media sosial ini.

Tapi, kenapa sih selebgram sepertinya menjadi favorit orang-orang dibanding influencer lainnya? Sebenarnya, hal ini nggak bisa lepas dari fitur visual yang mumpuni dari Instagram itu sendiri, lho, sehingga pada akhirnya mereka bisa menarik perhatian banyak orang.

3. Seleb-blog

Seleb-blog

Sesuai namanya, influencer tipe ini menjajah dunia blog. Karenanya, biasanya seleb-blog menggiring opini para follower-nya melalui tulisan-tulisan yang ia publish di blognya. Dengan karya-karya yang ia tulis, ia bisa meyakinkan pembacanya akan informasi yang disampaikan, bahkan nggak jarang tulisannya membuat para pembacanya takjub sehingga tertarik untuk terus kembali membaca posting-annya.

Menjadi seleb-blog nggak mudah, lho. Selain harus menyediakan tulisan yang padu, kamu harus memperhatikan sisi estetis dari blog dan post yang kamu kelola. Kamu tahu, kan, nggak semua orang bisa menghasilkan tulisan dengan gaya bahasa yang enak dibaca, belum lagi membangun gaya tulisanmu sendiri yang unik dan bisa dijadikan chiri khas. Selain itu, kamu juga mendapatkan ekspektasi untuk meng-update blog post-mu secara rutin.

Baca juga: 5 Beauty Influencer Inspiratif Ini Berhasil Mengubah Hobi Menjadi Rupiah

4. Buzzer

Buzzer

Sebagai bagian dari kelompok influencer, istilah buzzer biasanya lebih ditujukan pada mereka yang sering melakukan promosi secara acak. Jadi, jika influencer makro, selebgram, atau seleb-blog biasanya fokus pada niche tertentu, si buzzer ini bisa membahas tentang berbagai hal secara random; nggak terpaku pada satu atau dua topik saja.

Mungkin memang sesuai namanya, influencer yang satu ini ditujukan sebatas untuk menciptakan buzz di kalangan publik, sehingga mereka nggak perlu identik dengan niche tertentu.

5. Trooper

Trooper

Biasanya, troopers diasosiasikan dengan influencer yang cakupan pengaruhnya belum luas. Hal tersebut disebabkan karena jumlah followers-nya yang memang belum terlalu banyak. Karenanya, tipe influencer ini seringkali disebut juga sebagai mircro influencer. Namun, walaupun pengaruhnya belum sesignifikan macro influencer, bukan berarti tipe influencer ini nggak berkelas atau abal-abal. Yang membedakan troopers dengan macro-influencers cuma di jumlah followers saja, biasanya followers troopers memang belum sebanyak macro-influencers. Tapi, dua tipe influencers ini sama-sama memiliki konten yang berkualitas.

Makanya, bagi kamu yang ada di stage ini, nggak usah berkecil hati. Dengan menjadi trooper pun, kamu tetap bisa memiliki keunikan sendiri yang bisa dibanggakan selama konten yang kamu sebar berkualitas. Jadi, tetap semangat, ya!


Dengan mengetahui apa saja tipe influencer yang ada, kamu jadi bisa mengidentifikasi influencer mana yang termasuk tipe apa. Jadi, jika kamu punya aim tertentu untuk menjadi influencer, kamu bisa menyesuaikan mana yang akan menjadi targetmu. Kalau kamu butuh bekerja sama dengan influencer tertentu untuk kampanye/pemasaran, kamu juga jadi lebih tahu jenis mana yang kamu butuhkan.

Namun, apapun tipe influencer-nya, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Jadi, tetaplah berusaha untuk mengembangkan diri dan menyesuaikan tipe yang ada sesuai dengan kebutuhanmu, ya!

Sumber: Pinax AG, Dream, whotwi, Blog Duitpintar, The Future Shapper, REAL Trend.


Jangan lupa cek juga kompetisi blog Hujan Duit! Buruan ikutan!

Related Posts

 
Site Menu