kekeliruan penerapan SEO

Hindari 6 Kekeliruan Penerapan SEO Ini Supaya Kesuksesan Blogmu Tidak Terhambat

Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, SEO itu baik untuk blogmu. Dengan terus bertambahnya jumlah blog dan blogger, wajar saja jika terjadi perlombaan untuk mengasah keterampilan SEO antarblogger agar tulisannya tampil di urutan pertama halaman pencarian. Pasalnya, dengan menerapkan teknik SEO yang tepat, seorang blogger bisa menginkatkan visibilitas kontennya.

Namun demikian, mempraktikkan SEO kadang tidak semudah yang dibayangkan. Belum lagi jika kita mempertimbangkan perkembangannya yang terus berevolusi dari waktu ke waktu. Salah-salah, justru kekeliruan penerapan SEO bisa menjatuhkan performa blogmu.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai implementasi SEO. Dengan mengetahui hal ini, kamu jadi bisa menghindari kesalahan-kesalahan dalam penerapan SEO yang tidak perlu.

Lalu, seperti apakah kekeliruan penerapan SEO yang sering dilakukan oleh blogger? Berikut di antaranya:

1. Pemilihan Kata Kunci yang Tidak Tepat

kekeliruan penerapan SEO

Kata kunci (keyword) merupakah salah satu elemen esensial untuk melakukan optimasi search engine. Bisa dibilang, proses optimasi itu sendiri sangat bergantung pada kata kunci apa yang kita gunakan. Karenanya, ketika kamu memilih kata kunci yang tepat, hal itu akan sangat membantu. Namun jika pemilihan kata kuncimu tidak tepat sasaran, jangan harap tulisanmu akan muncul di deretan atas hasil mesin pencarian.

Oleh karena itu, sangat penting bagimu untuk benar-benar mempertimbangkan kata kunci seperti apa yang paling potensial untuk digunakan para pembaca ketika mereka ingin mencari informasi mengenai suatu hal. Jika kamu merasa ragu dengan kemampuan menganalisa kata kunci seperti apa yang banyak digunakan pembaca, kamu bisa memanfaatkan beragam tools seperti Google Trends ataupun Keyword Planner.

2. Terlalu Banyak Menyumpalkan Kata Kunci

kekeliruan penerapan SEO

Sepenting-pentingnya peran kata kunci bagi performa SEO-mu, kamu tidak bisa menyisipkannya di hampir setiap kalimat dalam konten tulisanmu. Alih-alih membuat kontenmu tepat sasaran, justru hal ini malah bisa merusak performa SEO-mu karena dianggap spamming.

Menurut Yoast SEO, rentang persentase yang sehat untuk kata kunci yang kamu gunakan adalah dalam kisaran 0,5% – 2,5%. Kurang dari itu, kontenmu akan dianggap tidak tepat sasaran. Lebih dari itu, kontenmu akan dianggap over-optimized dan tidak akan terkesan natural untuk dibaca. Jadi, jika kamu perlu banyak memakai kata kunci yang kamu gunakan, cobalah cari persamaan katanya agar keyword density yang kamu miliki tetap ideal.

3. Kurangnya Kekuatan Konten yang Kamu Miliki

kekeliruan penerapan SEO

Kekeliruan penerapan SEO lainnya yang sering terjadi adalah kurangnya jumlah konten yang kamu sajikan. Adalah sebuah logika umum bahwa apa yang menjadi perhatian pembaca ketika mereka mengunjungi blogmu adalah konten yang kamu miliki dan seberapa mumpuni informasi yang kamu sampaikan di dalamnya.

Seringkali kita menganggap bahwa jika indikator SEO dalam platform blog sudah menunjukkan hasil optimasi yang baik, berarti konten yang kita rancang sudah bisa memuaskan hati pembaca. Padahal, belum tentu demikian. Kamu masih perlu meninjau apakah konten dalam draft tersebut sudah mengandung informasi yang cukup bagi pembaca.

Ketika kamu hendak menulis konten untuk blogmu, kamu perlu mengetahui apa tujuan dibalik hal tersebut. Konten yang menarik adalah konten yang ulasannya relevan dengan kebutuhan pembaca. Namun, hal itu saja tidak cukup. Kamu perlu menyuguhkan rangkaian informasi dengan porsi yang cukup bagi para pembacamu. Dengan demikian, pembacamu juga akan lebih puas dengan hasil tulisanmu.

4. Duplikasi Konten

kekeliruan penerapan SEO

Sehubungan dengan konten, masih ada lagi satu kekeliruan penerapan SEO yang bisa jadi kerap kamu lakukan, yakni duplikasi konten. Duplikasi konten mengarah pada penyalinan ulang suatu konten dari situs lain untuk dipublikasikan kembali melalui situs lainnya. Selain bisa dianggap sebagai plagiarisme, konten seperti ini juga bisa menjatuhkan SEO-mu.

Tentunya, kamu tidak mau reputasi blogmu hancur hanya karena hal seperti ini, bukan? Karena itu, jangan sampai kamu silap dan melakukannya, ya. Memang, sebagai penulis, kamu tentu sering mengambil informasi dari berbagai sumber. Terkadang, ada ide atau penggalan kalimat yang kamu pakai untuk dikembangkan kembali dalam tulisan blog. Namun, bukan berarti kamu menggunakannya untuk tujuan plagiat, bukan?

Nah, jika kamu ragu dengan orisinalitas konten yang akan kamu sajikan, kamu bisa menggunakan berbagai plagiarism checker tools yang bertebaran di inernet, seperti Copyscape. Atau jika kamu kamu, kamu juga bisa menggunakannya untuk memeriksa orisinalitas artikel pihak lain yang kamu temukan mirip dengan milikmu.

5. Terlalu Berpaku pada Submisi Direktori Gratis untuk Menebar Backlink

kekeliruan penerapan SEO

Sepertinya sudah bukan merupakan rahasia lagi bahwa backlink juga memegang peranan penting bagi kesuksesan sebuah blog. Dengan menebarkan backlink terhadap artikel-artikel blogmu, akan semakin besar pula peluang bagi orang-orang di luar sana untuk mengunjungi laman-laman tersebut. Tentunya, hal ini bisa membantu untuk membuat blogmu lebih populer.

Salah satu cara yang biasa digunakan blogger untuk menebarkan backlink adalah dengan melakukan submisi direktori gratis (free directory submission). Sesuai namanya, submisi ini merupakan sebuah direktori yang ditujukan untuk menampung URL-URL yang di-input untuk kemudian disebarkan. Dengan cara ini, kamu bisa menyebarluaskan artikel yang kamu miliki agar bisa dibaca lebih banyak orang.

Namun demikian, perlu diingat bahwa direktori ini adalah sebuah daftar katalog dari sebuah situs web dan bukan merupakan mesin pencari. Apabila kamu sembarangan memasukkan URL-URL lamanmu secara tidak moderat, maka bisa saja terjadi sesuatu yang bersifat spamming. Ketika hal ini terjadi, kualitas SEO-mu malah akan menurun dan hal tersebut tentu juga akan memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan blogmu.

6. Menganggap Remeh SEO-pack dan Melewatkannya

kekeliruan penerapan SEO

Namanya juga SEO-pack, tentu keberadaannya ditujukan untuk meningkatkan optimasi search engine-mu. Namun, masih banyak saja blogger yang mengaggap remeh pack ini dan dengan sengaja melewatkannya begitu saja. Ini juga merupakan kekeliruan SEO yang sering terjadi.

SEO-pack sendiri terdiri dari SEO title/title tag, URL/slug, dan meta description. Untuk slug, biasanya kolom ini akan terisi secara otomatis menyesuaikan dengan jurul artikel/headline yang kamu gunakan. Sedangkan untuk title tag dan _meta description, kamu perlu merancangnya sendiri agar sesuai dengan topik pembahasan yang kamu angkat dan bisa menggelitik minat orang-orang untuk membaca artikelmu.

Perlu diingat, sebaiknya 3 elemen SEO-pack tersebut juga mengandung kata kunci yang kamu gunakan agar peforma SEO-mu memiliki kualitas yang lebih baik, ya! Hal serupa juga perlu kamu lakukan pada paragraf pertama tulisanmu, serta pada image tag/alt-text yang ada pada property gambar-gambar yang kamu gunakan.


SEO memang dibutuhkan agar konten-konten yang kamu publikasikan bisa lebih visible dan mudah ditemukan. Namun, kamu perlu benar-benar memahami teknik-teknik penerapannya agar upaya yang kamu lakukan bisa membawa kesuksesan bagi blogmu.

Karena itu, teruslah perdalam pengetahuan tentang SEO yang kamu miliki agar tidak ketinggalan informasi. Sebab, jika kamu sering-sering melakukan kekeliruan penerapan SEO hanya karena tidak mengetahui bagaimana teknik implementasinya yang benar, hal itu akan sangat disayangkan. Bukannya meningkatkan performa SEO blogmu, yang ada malah kualitasnya akan menurun.

Apalagi, melihat fakta bahwa hingga kini teknik-teknik SEO masih banyak dikembangkan, sepertinya hampir tidak ada alasan bagi kamu untuk terus meng-update pengetahuan tentang SEO. Jadi, semangat terus, ya!

Sumber: Ultimo Uomo, Yoia, OneUpMe, PropSocial, mazzlawvn, induced, visualbrains.

Related Posts

Site Menu