Menjaga Konten Tetap Rapi dan Informatif dengan Menerapkan 6 Prinsip Self Editing

Pernahkah kamu merasa kamu sudah dengan jeli menuliskan suatu topik yang menarik, namun ternyata saat kamu membacanya ulang beberapa waktu kemudian, ternyata kualitas tulisanmu itu nggak sesuai ekspektasi? Atau malah sampai ada pembaca yang berkomentar karena menemukan beberapa kesalahan?

Jika pernah, itulah pentingnya melakukan self editing pada artikel blogmu sebelum kamu merilisnya. Dengan melakukan self editing, kualitas kontenmu akan lebih konsisten dan kamu pun bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan penulisan yang bisa merugikanmu.

Apa saja, sih, sebenarnya yang perlu diperhatikan dalam proses self editing? Yuk, simak ulasannya di bawah!

1. Hindari Menulis Sambil Mengedit

Sebagian blogger ingin serba cepat dalam menyiapkan artikel, sehingga mereka langsung mengedit sambil menulis. Setiap selesai menulis sebuah kalimat atau paragraf, mereka langsung meninjaunya sebelum berlanjut ke paragraf selanjutnya..

Meskipun berkesan cekatan dan ringkas, namun cara ini bisa menjadi blunder yang fatal. Jika kamu mengedit dengan buru-buru seperti ini, bisa jadi banyak hal yang terlewat. Ritme menulismu pun bisa terganggu karena banyak berhenti untuk mengedit, dan akhirnya berdampak pada alur penulisan yang nggak runtut.

Mengedit bukan hanya memeriksa ejaan atau tanda baca. Kamu juga harus menilai apakah alur penulisanmu sudah mudah dipahami pembaca atau belum. Bisa jadi alurnya lompat-lompat atau melebar membahas hal yang kurang penting. Jadi sebaiknya, selesaikan dulu artikelnya sebelum mulai mengedit.

2. Beri Jeda Sebelum Membaca Ulang

Berkaitan dengan poin sebelumnya, sebaiknya ada jeda antara kamu selesai menulis suatu artikel dan ketika kamu mulai mengedit. Beri waktu 1-2 jam untuk beraktivitas lainnya terlebih dahulu sebelum kembali bergelut dengan artikel.

Hal ini ditujukan agar pikiranmu jadi lebih fresh dan nggak jenuh. Ketika kamu membaca ulang dengan pikiran yang lebih fresh, bisa jadi kamu akan menemukan cara yang lebih efektif dalam menyampaikan sesuatu. Dampaknya, bukan sekadar rapi, tapi artikelmu pun akan lebih powerful bagi pembaca.

Baca juga: Begini Cara Menghasilkan 15 Artikel dalam Seminggu

3. Periksa Ide Utama di Setiap Paragraf

Suatu artikel yang baik adalah artikel yang memiliki tujuan yang jelas. Entah itu informatif, menghibur, atau persuasif. Tujuan itulah yang kamu kembangkan menjadi ide utama dalam paragraf, dan didukung oleh beberapa kalimat pendukung.

Agar artikelmu selalu berada di ‘jalur’ yang tepat dan mengandung apa yang dicari oleh pembaca, pastikan kamu selalu double check apakah ide utama di paragraf tersebut sudah jelas dan tepat guna.

4. Pastikan Tulisanmu Bersih dari Typo

Hal mendasar yang perlu dilakukan saat mengedit adalah membersihkan typo. Ini adalah hal sepele, namun akan sangat menghambatmu untuk menjadi seorang blogger sukses. Karena memang, nggak ada penulis pro yang tulisannya masih belepotan penuh typo di sana-sini.

Pastikan kamu membaca dua hingga tiga kali artikelmu agar kamu bisa menyisir keberadaan typo dengan cermat. Jangan ragu juga untuk membuka KBBI apabila kamu ragu atas ejaan tertentu. Dengan begini, niscaya tulisanmu akan lebih bersih dan bebas typo.

5. Persingkat Kalimat yang Terlalu Panjang

Kita sering terbawa antusiasme dalam menjelaskan sesuatu sehingga tanpa sadar menuliskan suatu kalimat yang terlalu panjang. Jika ini terjadi, pastikan untuk merevisinya agar lebih ringkas dan to the point.

Kalimat yang terlalu panjang membuat pembaca mudah lelah, atau bahkan mungkin bingung akan apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan. Selain itu, kalimat panjang juga berpotensi untuk membuat bahasanmu terkesan bertele-tele dan melebar dari fokus yang ingin kamu sampaikan. Jadi, hati-hati, ya!

Baca juga: 5 Data Performa Blog yang Penting Kamu Amati Selain Page Views

6. Hindari Diksi yang Berulang

Memiliki perbendaharaan kata yang banyak akan sangat bermanfaat bagi penulis kreatif, termasuk blogger. Dengan menguasai banyak diksi, kamu bisa terhindar dari penggunaan kata yang hanya itu-itu saja.

Penggunaan kata yang sama secara berulang bisa menjadi kesalahan yang fatal, apalagi jika kata tersebut terletak berdekatan. Bisa jadi itu akan membuat pembaca bingung dan harus membaca dua kali agar mereka bisa mengerti. Jadi, coba untuk menggunakan sinonim yang sepadan jika kamu menemukan kata-kata yang berulang saat kamu mengedit tulisanmu.


Banyak blogger yang masih menyepelekan pentingnya mengedit tulisan sebelum rilis. Sebagian yang sudah menyadari pun biasanya hanya meninjau ada atau nggaknya typo. Padahal, mengedit juga bisa jadi membuat struktur tulisanmu lebih rapi dan runut.

6 hal di atas adalah beberapa prinsip yang perlu kamu terapkan dalam melakukan self editing. Dengan menjaga kualitas kontenmu tetap terjaga, semakin besar pula peluang pembaca betah dengan kontenmu dan bersedia membaca tulisanmu lainnya. Percuma, kan, punya ide atau topik brilian, tapi diabaikan orang karena tulisanmu berantakan? Karenanya, pastikan kamu selalu mencermati kembali tulisanmu sebelum dirilis, ya.

Sumber: Pictures and Stories, Gym Lion, Dream Interpretation, Landmark School.

Related Posts

Site Menu