7 Langkah Menulis Artikel Panjang dan Informatif yang Nggak Ngebosenin

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Sebagai blogger, kamu tentu ingin memberikan konten yang bermanfaat bagi pembacamu. Sering kali juga, kamu pun terpaksa harus menulis suatu artikel panjang agar informasi yang kamu tuliskan bisa utuh dan lengkap.

Tentunya, menulis artikel yang panjang memiliki tantangan tersendiri. Jika kurang jeli meramu artikelnya, bisa jadi pembacamu menyerah di tengah jalan. Artikel yang sudah kamu tulis panjang lebar pun sia-sia.

Nah, supaya hal itu nggak terjadi, yuk pelajari trik menulis sebuah artikel panjang agar kamu bisa memberikan informasi yang lengkap dan utuh pada pembacamu tapi nggak bakal membuat mereka bosan!

1. Buat Outline sebelum Menulis

Outline adalah kerangka atau garis besar dari artikel yang mau kamu kerjakan. Salah satu resiko menulis artikel panjang adalah bahasan artikelmu sering melebar kemana-mana. Nah, agar itu nggak terjadi dan kamu bisa fokus membahas topik tertentu, adanya outline akan sangat membantu.

Outline sangat membantu saat kamu sedang brainstorming mencari remah-remah ide untuk dituliskan. Setelah itu outline juga membantu dalam mengorganisasikan hasil pemikiran kita, sehingga bisa bisa memudahkan kita untuk menuliskannya dengan lebih runtut dan rapi.

Tanpa adanya outline, bisa jadi fokus bahasanmu akan kemana-mana dan nggak rapi, yang akhirnya bisa membuat orang bingung dan berhenti membaca.

2. Gunakan Paragraf yang Pendek dan Ringkas

Jika kamu akan menulis artikel panjang, sejak awal gunakan paragraf-paragraf yang pendek. Hal ini untuk membuat mata pembaca nggak cepat lelah dan mereka ngga jenuh.

Mata manusia cenderung mudah lelah jika dihadapkan dengan wall of text, apalagi jika mereka membacanya lewat layar ponsel. Dijamin pembaca akan lelah dan jenuh. Selain itu, paragraf yang pendek membuat dinamika tulisan menjadi lebih luwes.

Paragraf yang panjang membuat pembacamu merasa sedang diceramahi. Sebaliknya, paragraf yang pendek akan terasa seperti sebuah pembicaraan yang mengalir, sehingga pembaca lebih rileks dan mudah menerima informasi yang kamu berikan.

3. Terapkan Prinsip 5W+1H

Jangan sampai kamu sudah panjang dan lebar menuliskan suatu artikel, tapi ternyata kamu malah nggak menyampaikan inti pesannya. What, who, when, where, why dan how adalah prinsip jurnalisme yang bisa menjamin artikel tulisanmu informatif.

  • What: topik apa yang akan dibahas?
  • Who: siapa subjeknya? Siapa objeknya?
  • When: kapan kejadian berlangsung? Atau kapan informasi yang kamu tulis akan relevan?
  • Where: di mana peristiwa atau informasi ini terjadi? Deskripsikan.
  • Why: alasan-alasan yang dapat menimbulkan satu peristiwa yang terjadi.
  • How: bagaimana cara mengatasinya permasalahan?

Dengan memenuhi 6 prinsip itu, harapannya artikelmu akan mampu menjawab kebutuhan informasi pembaca secara tuntas. Tentunya perlu banyak latihan agar kamu bisa menyampaikan 5W+1H ini dengan luwes.

Baca juga: Yuk Belajar Meramu Konten dari 6 Blogger Indonesia Ini!

4. Gunakan Elemen Visual untuk Jeda

Sebenarnya, alasan kenapa diperlukan adanya gambar atau visual sama seperti alasan poin nomer 2, yaitu agar pembaca nggak lelah dan jenuh di tengah-tengah artikel. Jadi diperlukan jeda untuk me-refresh pikiran dan mata mereka.

Elemen visual yang bisa kamu gunakan pun beragam. Bisa berupa gambar, gif, atau bahkan video atau inforgrafis. Apapun jenis visual yang kamu pilih, pastikan masih tetap relevan dengan isi artikelmu, ya!

5. Pembukaan adalah Kunci

Membuat pembaca bersedia membaca sebuah artikel yang panjang adalah tantangan yang cukup sulit. Itulah kenapa kamu harus memberikan kesan yang baik dan memikat sejak paragraf pembuka.

Gunakan bahasa yang luwes namun lugas, sehingga sejak awal pembaca bisa menangkap topik apa yang akan kamu bahas dan ke arah mana bahasan ini akan menuju. Jika dari awal kamu terlalu bertele-tele dan nggak menunjukan arah yang jelas, jangan heran kalau akhirnya pembaca memutuskan berhenti dan kabur.

6. Jangan Terburu-buru

Seorang blogger yang baik memang memiliki content calendar agar mereka bisa rutin merilis artikel baru. Sayangnya, kadang ini juga membuat blogger tersebut merilis artikel yang masih setengah matang karena merasa dikejar deadline.

Ini hal yang perlu kamu hindari, percuma merilis secara cepat namun kualitasnya malah mengecewakan. Pastikan apa yang kamu sajikan adalah hasil yang terbaik.

Nggak perlu buru-buru dalam meramu konten, bahkan sempatkan juga untuk membaca ulang hasil akhir tulisanmu sebelum rilis. Dengan begini, ketika artikelmu rilis artinya mereka memang sudah layak untuk dibaca publik dan pesan yang kamu tulis bisa jelas tersampaikan.

7. Terapkan Format Listicle agar Pembaca Nggak Jenuh

Artikle listicle itu artinya yang berisi sebuah daftar atau step by step. Artikel yang sedang kamu baca ini adalah salah satu contoh dari artikel listicle.

Artikel ini memang cocok untuk artikel panjang karena poin yang disampaikan jadi lebih jelas dan juga ringkas. Juga ada jeda antar poin sehingga pembaca seperti diberi ruang untuk refresh sejenak sebelum lanjut ke poin berikutnya.

Selain itu, listicles pun sangat memudahkan penulis karena dengan adanya poin yang jelas kamu pun jadi punya bahasan untuk diulas, nggak perlu lagi berlama-lama melamun dan berpikir ingin menuliskan apa.


Sebagai blogger, wajar apabila kamu ingin artikelmu menjadi sumber referensi yang terlengkap bagi pembacamu. Untuk itu, kamu pun nggak perlu lagi ragu untuk menulis sebuah artikel yang panjang apabila memang kamu rasa butuh.

Dengan adanya artikel ini, semoga bisa membantumu untuk meramu sebuah artikel yang meskipun panjang tapi nggak membosankan. Banyak, kok, blogger yang tetap sukses meraih banyak pembaca meskipun artikelnya panjang. Bahkan, kredibiltas mereka justru semakin naik karena dianggap sumber yang lengkap dan terpercaya.

Untuk itu, kamu jangan lagi ragu untuk menulis artikel panjang. Selamat menulis!

Sumber: THE, Medical News Today, B2C, SEO lentop, Enduralab, NetOn, PCMag, Slate.

Related Posts

 
Site Menu