4 Alasan yang Wajib Dihindari Jika Ingin Menulis untuk Media

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Banyak content creator yang ingin karya-karya mereka dimuat di media nasional terkemuka. Namun kenyataannya, banyak juga yang masih ragu-ragu untuk menghubungi media karena berbagai alasan. Padahal, sekarang ada begitu banyak media yang siap menerima dan membantu memperkenalkan hasil karyamu ke khalayak yang lebih luas. Media mulai dari yang berskala independent, lokal, hingga nasional banyak yang memburu konten-konten berkualitas.

Nah, agar kamu nggak terjebak di situasi yang sama, C2live mencoba mengulas beberapa alasan orang ragu mengirimkan karya mereka ke media dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk simak!

1. Ragu dengan Kualitas Tulisan

Hal pertama yang sering menjadi alasan kenapa banyak orang enggan untuk menulis di media adalah karena merasa nggak percaya diri sama tulisannya. Padahal, langkah pertama untuk menjadi seorang penulis yang produktif adalah berani memulai. Jangan pikirkan apakah tulisan itu bagus atau buruk. Cukup tuliskan dengan gaya bahasa sendiri layaknya sedang bercerita kepada temanmu. Baru kemudian, rapikan secara perlahan sambil terus membaca ulang. Pastikan setiap kali kamu membaca ulang, struktur tulisanmu semakin rapi dan sudah nggak ada lagi typo yang mengganggu.

Jika kamu sudah mulai nyaman dengan hasil tulisanmu, nggak perlu lagi ragu untuk mengirimkan ke media yang kamu tuju. Tentunya kamu juga harus ingat untuk menyesuaikan gaya bahasa dengan media yang akan dituju. Dengan berani mencoba, lama kelamaan jam terbangmu pun akan terbentuk, dan kamu semakin mudah menemukan bentuk tulisan yang sesuai dengan gayamu.

2. Malas untuk Menulis dengan Konsisten

Di era modern seperti sekarang, banyak sekali media untuk terus mengekspresikan diri. Dari mulai blog hingga berbagai media sosial bisa menjadi wadah untuk kamu terus menulis. Banyak orang memanfaatkan platform itu untuk berlatih menulis, jadi kamu jangan sampai kalah bersaing dan malas untuk mengasah skill-mu.

Mulai saja menulis dari yang hal kamu tahu dan kamu suka. Dengan begitu menulis akan terasa lebih mudah, menyenangkan, dan ringan. Selanjutnya buatlah target-target kecil yang bisa memberikan motivasi tambahan agar kamu bisa lebih konsisten berkarya. Kalau kamu bercita-cita ingin merilis buku best seller atau dimuat di berbagai media besar, mulailah mengejar target besar itu dari mencapai target-target kecil yang bisa membantumu untuk berkembang. Ingatlah bahwa menulis seperti melatih otot, harus dilatih secara bertahap agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Nikmatilah prosesnya dengan konsisten, lama-lama target besarmu pun akan tercapai!

Baca juga: 7 Blogger Potensial yang Namanya Belum Kamu Dengar

3. Gagal Menemukan Materi yang Bagus

Hal ini sering menjadi alasan khususnya bagi blogger yang mengelola blog dengan niche tertentu seperti travel blog atau culinary blog. Padahal, hal ini nggak seharusnya menjadi alasan selama kamu bisa jeli melihat berbagai potensi dari hal-hal di sekelilinmu. Kalau kamu belum sempat berwisata ke luar kota, kamu bisa menuliskan tips naik transportasi umum di kotamu. Jika kamu belum sempat pergi kulineran lagi karena masih bekerja kantoran, kamu bisa mengulas pilihan makan siang di wilayah kantormu. Hal-hal yang dekat dengan keseharianmu bisa menjadi menarik jika kamu cerdik dalam mengemasnya.

Selain itu, kamu juga bisa menguatkan kesan dari tulisan dengan menambahkan gambar-gambar yang powerful. Kamu nggak perlu mampu membidik foto sebaik fotografer profesional, kamu hanya perlu memilah foto atau gambar yang relevan, dan juga menggelitik rasa penasaran pembacamu. Tapi nggak ada salahnya untuk belajar fotografi dan mengasah sense fotografi kalian. Akan menjadi nilai lebih jika kalian nggak hanya menulis, tetapi juga mampu menghasilkan foto yang baik dan bermakna.

4. Nggak Punya Relasi di Kalangan Media

Sebenarnya media akan sangat senang menerima tulisan dari penulis baru karena mereka terlalu bosan untuk membaca nama penulis yang itu-itu saja dimana-mana. Penulis baru bahkan dicari dan disambut.

Di era modern seperti sekarang, kamu harus memiliki inisiatif untuk mencari informasi dan memperkenalkan diri kepada media. Kamu bisa memulai dengan membuka situs mereka di internet dan dapatkan email serta nomor telepon redaksinya. Dari sana, beranikan diri untuk menghubungi mereka dan mengirimkan karya-karyamu yang relevan dengan kebutuhan mereka. Pelan-pelan, nantinya akan mulai ada media yang menerima tulisanmu, dan kamu pun bisa terus mengevaluasi diri sehingga bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi.

Baca juga: 5 Pilihan Profesi yang Bisa Berawal dari Blogger


Berhasil menerbitkan karya yang dimuat oleh media memiliki banyak keuntungan. Tawaran untuk menulis buku, menjadi pembicara, hingga menjadi travel consultant bisa jadi akan membanjirimu. Apalagi jika kamu memang memilki keahlian khusus di bidang tertentu, tawaran dan peluang yang datang bisa jadi lebih beragam dan menggiurkan.

Dengan berbagai peluang dan potensi itu, harus bisa menjadikanmu termotivasi untuk terus belajar dan mengasah skill menulismu. Hindari rasa takut atau rasa ragu, karena justru itu sangat menghambatmu untuk berkembang. Beranilah mencoba dan terus mencari bahan evaluasi diri. Dengan begitu, kamu akan terus terasah, dan kualitas karya-karyamu pun akan semakin kuat dan berkesa.

Sumber: Hunza News, When I Write, WiWo, Michael Mahin, Groove Tango.

Related Posts

 
Site Menu