5 Alasan Perempuan Harus Menulis

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Perempuan adalah makhluk yang diberi banyak kesempatan dan kekuatan khusus. Bayangkan saja, sejak muda, perempuan dihadapkan pada beragam jenis tantangan. Tantangan perempuan itu bisa dari kondisi fisiologisnya, emosi dan pikiran. Nyeri di kala menstruasi, sakit ketika melahirkan, lelah di saat menjalankan tugas rumah tangga yang tak kunjung usai atau segudang hal lainnya turut menambah beban pikiran serta perasaan.

Lantas apa hubungannya dengan menulis?

Dengan menulis sebenarnya perempuan bisa memanifestasikan segala kelebihan energi dan mencari katarsis. Hal-hal yang mengganggu pikiran bisa diluapkan lewat tulisan. Selain itu masih banyak manfaat lain yang harus diketahui oleh perempuan.

1. Melatih Pikiran Kritis

Perempuan memiliki tantangan sesuai dengan profesi dan apa yang sedang dikerjakan. Dan rasanya sudah menjadi hal natural jika pikiran perempuan itu bisa bercabang dalam satu waktu bersamaan.

Contohnya, seorang ibu rumah tangga akan memikirkan pembagian pos keuangan keluarga, berpikir besok masak apa, menyusun rencana pendidikan anak di rumah sembari mengecek kebersihan rumah.

Kadangkala terlalu banyak berpikir bisa menimbulkan stres. Coba semua list tugas itu ditulis seluruhnya lalu mulai dipilah tingkat kepentingannya. Jikalau ada masalah juga bisa ditulis untuk dilihat lebih jelas hingga lebih mudah mencari solusi. Secara tidak langsung Anda akan melatih diri untuk berpikir kritis dan mencari problem solving.

2. Terapi Psikologis

Sudah dijelaskan sekilas di atas jika perempuan itu mudah terkena stres. Baik perempuan lajang atau yang sudah menikah pasti punya sumber stres sendiri-sendiri. Agar beban stres tidak menumpuk hingga berujung depresi, maka banyak pendapat dari para ahli psikologi menyarankan agar kita menuliskan semua beban pikiran tersebut.

Tuliskan secara bebas apa saja dan siapa saja yang membuat Anda marah dan kecewa tanpa sensor. Tulisan itu bisa disimpan atau malah disobek sampai Anda puas. Hal ini diyakini dapat mengurangi tekanan di dalam pikiran.

Baca juga: 13 Food Blogger Indonesia Populer yang Layak Jadi Referensi

3. Mengenali Diri Sendiri

Sesungguhnya hal ini tidak hanya dibutuhkan bagi perempuan saja, tetapi juga bagi semua orang. Hanya saja mengingat kompleksitas pikiran perempuan yang mudah bercabang dan multitasking, maka dengan menulis akan mudah menggali apa yang ada di dalam diri.

Kegiatan yang terlalu banyak dan kesibukan mendera sebagai ibu dan tugas lainnya, kadang membuat kita kehilangan waktu untuk lebih ramah dengan diri sendiri. Seorang perempuan berhak untuk memiliki impian, terlepas dengan perannya di dalam keluarga. Ketika anak sedang tidur, pasangan telah beristirahat dan

Anda ingin menguraikan suara-suara di kepala, bisa saja dari ide hingga kritik sosial, maka menulis bisa menjadi jalan yang tepat. Atau hanya sekadar ingin menguraikan keruwetan pikiran karena banyaknya pertanyaan tentang diri yang belum terjawab?

Tuliskan semua, baca kembali lebih detail dan mulailah momen berharga setelah lebih mengenali diri sendiri.

 

4. Membongkar Diskriminasi Gender

Mungkin hal ini terlihat sedikit berat. Tetapi tidak bisa dipungkiri jika perempuan masih sering dianggap sebagai manusia kelas kedua di bawah laki-laki. Hal ini karena budaya patriarki yang terlanjur melekat di tengah masyarakat. Maka dengan menulis, perempuan dapat menunjukkan jika dirinya tidak pantas dianggap rendah.

Kita punya RA Kartini yang menguraikan secara cerdas meski bernada sedih mengenai posisi perempuan pada masa kolonial yang tidak dianggap penting, lalu kini kita punya banyak penulis perempuan yang juga berani menyuarakan pendapatnya tak hanya soal diskriminasi gender tetapi juga kritik terhadap kondisi politik, contohnya novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori.

Anda bisa memulai dengan tema yang lebih ringan misalnya mengapa perempuan karir dianggap tidak bisa menjadi ibu yang baik buat keluarga atau mengapa perempuan lajang disebut belum sempurna jika tak kunjung menikah. Hal-hal di sekitar bisa menjadi topik untuk diangkat dalam  sebuah karya.

5. Menambah Pemasukan

Alasan ini dimasukkan sebagai pilihan terakhir karena Anda harus menulis secara tulus dan baik dulu, jangan memandang materi sebagai tujuan awal.

Menambah pemasukan dari tulisan itu tidaklah mustahil, tetapi butuh usaha dan latihan rutin agar tulisan bisa memiliki struktur yang baik serta isi yang bergizi. Anda bisa menjadi content writer, copywriter, blogger, atau menulis buku.

Asyiknya, bekerja menjadi penulis bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus meninggalkan rumah. Pilihan karir yang menjanjikan, bukan?


Inilah lima alasan mengapa perempuan harus menulis. Semuanya penting bagi kewarasan diri sendiri hingga memberi manfaat positif buat lingkungan. Jadi, kapan Anda mau menulis?


Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Kata Reffi. Bila kamu juga ingin membagikan artikel kamu di C2live, segera hubungi putra@c2live.com

Related Posts

 
Site Menu