Amir Karimuddin, Editor in Chief DailySocial yang Kariernya Berawal sebagai Blogger

Seseorang biasanya memulai sebuah blog karena iseng. Setelah beberapa lama menjalaninya, ada sebagian yang akhirnya berhenti, tapi banyak juga yang justru semakin serius dalam mengembangkan blog tersebut. Amir Karimuddin adalah salah satu blogger yang serius dan tekun dalam blogging, bahkan berkat itu ia bisa terus mengembangkan kariernya hingga kini tergabung di media online besar di Indonesia.

Kecintaannya pada menulis, ketekunan dalam mengembangkan blog, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang telah membawa Amir menemukan jalur karier yang memang ia inginkan. Kini, ia bekerja sebagai Editor-in-Chief di DailySocial, salah satu media digital ternama di Indonesia yang banyak mengulas soal startup dan teknologi.

C2live pun tertarik dengan kisahnya dan berhasil mengubungi Amir Karimuddin untuk sedikit berbagi tentang kisah dan pengalamannya di dunia blogging dan industri media digital. Tertarik? Yuk simak!

Konsisten dalam Mempertajam Tulisan

Amir pertama kali berkenalan dengan blog di tahun 2007. Saat itu, blog memang sedang mulai digemari oleh publik Indonesia. Ia bahkan termasuk salah satu peserta dari acara Pesta Blogger yang pertama di tahun yang sama. Pesta blogger sendiri adalah acara akbar tahunan di mana para blogger bisa saling bertemu, berkenalan, dan saling berbagi tips dan pengalaman.

Amir pun terus menekuni dunia menulis dan blogging, hingga ia mendapat tawaran untuk ikut terlibat mengelola sebuah blog yang mengulas gadget dan teknologi. Pada 2010, Rama Mamuaya, Co-Founder dari DailySocial, menawarinya untuk bekerja full-time bersamanya untuk membesarkan media digital yang banyak membahas teknologi. Amir pun tanpa ragu bersedia, dan masih terus bersama DailySocial hingga hari ini.

“Yang pertama tentunya menemukan dulu spesifikasi bidang minat yang diinginkan. Saya misalnya, sangat suka dengan topik-topik teknologi. Untuk itu saya terus mencoba mendalaminya dan belajar di yang saya sukai tentu tidak dianggap sebagai beban,” cerita Amir saat menuturkan kisah perjalanan dia ngeblog. Baginya, memiliki minat atau fokus tertentu saat ngeblog sangat membantu agar kamu bisa konsisten dan tetap semangat dalam merawat blogmu.

Mengelola sebuah blog yang sesuai dengan minatmu pun akan membuat kamu tetap senang saat kamu perlu mempelajari info atau tren terbaru terkait topik tersebut. Karena kamu sendiri sudah malas memperbarui pengetahuanmu, bahasanmu akan gitu-gitu aja, dan bahkan bisa jadi dianggap kuno oleh pembaca karena gagal memberikan mereka info terbaru.

“Yang kedua adalah konsisten membuat tulisan. Kualitas tulisan saya sekian tahun yang lalu jelas berbeda dengan tulisan saya saat ini. Hal ini tidak akan bisa diperoleh jika kita tidak konsisten untuk terus menerus berlatih dan mengasah kemampuan menulis”. Amir juga meyakini bahwa memperbaiki kualitas hasil tulisan adalah sebuah proses yang panjang.

Semakin kamu sering menulis, hasil tulisanmu akan semakin baik lagi. Apalagi jika diimbangi dengan memperdalam pengetahuan tentang topik tertentu, bisa jadi hasil tulisanmu nggak hanya enak dibaca, tapi juga mampu memberikan informasi penting bagi pembaca.

Baca juga: Membaca Arah Media Digital Indonesia bersama Nadine Freischlad

Menjadi Editor-in-Chief di DailySocial

Saat ini Amir masih terus menulis di sebuah blog yang ia kelola bersama keluarganya. Di sana ia sering menuliskan pengalaman personal dan opininya di sana. Sementara itu, ia juga bekerja sebagai Editor-in-Chief di DailySocial. Meskipun keduanya masih bersinggungan dengan dunia kepenulisan, tapi tentunya ada perbedaan peran antara menjadi blogger dan seorang Editor-in-Chief.

“Yang berbeda tentu saja kewajiban dan tanggung jawabnya. Menjadi seorang blogger artinya saya bebas membuat tulisan kapan saja dan tentang apa saja. Tidak ada yang membatasi. Dengan menjadi seorang Editor-in-Chief, saya memiliki tanggung jawab untuk membangun tim. Tim inilah yang akan membuat tulisan-tulisan yang berkualitas”, jelas Amir.

Sebagai seorang Editor-in-Chief, Amir harus bisa memposisikan dirinya sebagai seorang “teman” yang mampu memberi dorongan untuk setiap anggota tim agar bisa tetap produktif dan mencapai obyektif masing-masing. Di sinilah pengalaman dia sebagai seorang blogger menjadi penting. Karena dengan itu, ia jadi bisa membaca apa saja yang dibutuhkan seseorang untuk bisa menghasilkan sebuah artikel yang berkualitas.

Perkembangan Media Digital dan Tantangan bagi Blogger

Berkecimpung di dunia media dan tertarik dengan teknologi membuat Amir peka akan perubahan industri media digital Indonesia. Ia merasa bahwa kondisi industri tersebut sudah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Dulu yang dianggap perusahaan media itu hanya segelintir perusahaan yang mempunyai pegawai ratusan atau ribuan. Sementara kini dengan semakin majunya teknologi, tim di bawah 10 orang pun bisa membuat perusahaan media.

Apalagi sekarang, dengan tumbuh pesatnya media sosial dan berbagai platform membuat orang-orang bisa semakin kreatif dalam mengemas informasi yang ingin mereka sebarkan.

“Orang-orang banyak yang sekarang lebih fokus menggunakan platform seperti YouTube dan Instagram untuk berkreasi. Ujung-ujungnya, blogger kini dihadapkan pada pilihan menjadi lebih serius atau sekadar semampunya aja”. Amir mencoba mengingatkan pada para blogger untuk lebih kreatif lagi dalam bersaing dengan content creator dari platform lain.

“Idealnya kita harus kembali bertanya pada diri sendiri, kenapa kita harus dan tetap konsisten nge-blog? Kalau kita tidak punya jawaban soal ini, kemungkinan blognya tidak akan bertahan lama”. Lanjut Amir menambahkan soal pentingnya menyadari motivasi dari berbagi lewat blog.

Amir memprediksi akan semakin banyak perusahaan media independent yang muncul, sementara kreator yang belum terlalu serius akan banyak beralih ke platform yang berbentuk User Generated Content. Artinya, secara garis besar industri media digital Indonesia akan terus tumbuh, tinggal bagaimana kamu sebagai blogger menyikapinya dan terus berkembang agar bisa terus bersaing dengan kreator lainnya.


Amir adalah contoh nyata bagaimana sebuah hobi bisa berkembang menjadi profesi. Lewat blogging, ia kini bisa mendapat pekerjaan tetap dan berbagai pengalaman menarik yang berharga. Nama dan tulisannya kini sudah nggak asing lagi bagi para penggiat teknologi dan startup Indonesia.

Tapi tentu saja bukan berarti Amir mencapainya dengan mudah. Ia terus tekun dan konsisten mengelola blog sehingga pemahamannya tentang dunia blogging, editorial, dan content maketing terus terasah. Selain itu ia juga sadar pentingnya terus membekali diri dengan informasi dan tren terbaru. Dengan menggabungkan semua itu, Amir bisa menghadirkan tulisan yang komprehensi dan informatif bagi pembacanya.

Sumber gambar: Gawker, Burst Marketing, Tech in Asia.

Related Posts

Site Menu