Algoritma Google

Antisipasi Blogmu dari Efek Perubahan Algoritma Google dengan 4 Cara Ini

I’m a writer at Content Collision

Kita semua tahu bahwa Google merupakan search engince raksasa yang mendominasi pencarian informasi secara digital saat ini. Karena itu, blog yang mengandalkan internet pun jadi sangat bergantung mudah terpengaruh oleh segala perubahan yang ada dilakukan Google, termasuk karena perubahan algoritmanya.

Bagaimana perubahan algoritma Google bisa berpengaruh pada blogmu? Bagi kamu yang belum tahu, Google memiliki sistem kerja yang salah satunya ditujukan untuk memberikan penilaian terhadap konten-konten yang terindex di dalamnya. Jadi, jika Google memperbaharui algoritmanya pada bagian ini, hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap penilaian yang akan diberikan terhadap situs blogmu.

Mengingat Google senantiasa memperbaharui algoritmanya dari waktu ke waktu, ada baiknya kamu menyiasati blogmu agar tahan banting terhadap berbagai efek perubahan yang berpotensi menggeser peringkat blogmu pada SERP. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Sajikan konten yang bermanfaat bagi pembaca

Algoritma Google

Dalam satu tahun, Google bisa melakukan ribuan update minor terhadap algoritmanya. Hal itu kemudian diselingi juga dengan major update yang bisa sangat mempengaruhi rank situsmu, seperti yang terjadi pada Panda, Penguin, Pigeon, dan Hummingbird.

Dari sejarah update tersebut, kita bisa memetik pembelajaran bahwa Google selalu melakukan perubahan algoritma demi kepentingan para user-nya, alias pembaca blogmu. Mereka akan memberikan apresiasi kepada konten yang bermanfaat, dan memberikan penalti kepada situs-situs yang memberikan pengalaman buruk bagi bagi para pembacanya.

Karena itu, pastikanlah kamu selalu mengisi blogmu dengan konten-konten yang bisa memberikan manfaat bagi pembaca. Sekadar berbagi cerita boleh, namun ada baiknya jika kamu bisa mengupayakan agar tulisanmu menjadi informatif dan insightful dibanding hanya curhat belaka.

2. Buat konten yang lebih panjang

Algoritma Google

Bukan berarti konten pendek tidak memiliki nilai manfaat bagi pembaca, namun Google lebih menyukai konten dengan jumlah kata yang lebih banyak. Sebab, Google meyakini bahwa dengan jumlah kata yang lebih banyak, sebuah konten memiliki potensi untuk bisa memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada pembaca.

Ketika pembaca sudah mengunjungi halaman blogmu dan betah berlama-lama membaca kontenmu hingga habis, hal itu juga akan menyumbang penilaian positif dari Google. Kembali lagi, preferensi ini didasarkan pada kepentingan untuk menyuguhkan konten terbaik bagi user mereka.

Karena itu, ini tidak berarti kamu dapat dengan begitu saja merangkai kalimat yang berputar-putar tanpa inti demi membuat konten yang panjang. Jika pada akhirnya angka trafik dan engagement rate yang didapat oleh kontenmu tidak banyak, Google dapat menganggap bahwa kontenmu belum bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi pembacamu.

Baca juga: Memahami Manfaat dan Cara Kerja RankBrain, Algoritma Cerdas Milik Google

3. Gunakan hosting yang berkualitas

Algoritma Google

Kecepatan muat blog yang kamu miliki akan sangat mempengaruhi reading experience pembacamu. Jika halaman blogmu saja memerlukan waktu yang lama untuk dimuat secara sempurna, pembaca bisa kabur dan hal tersebut bisa membuat blogmu mendapat skor yang rendah dari Google

Karena itu, sangat disarankan bagimu untuk menggunakan hosting yang berkualitas dan terpercaya. Tujuannya adalah supaya situsmu bisa dimuat dengan lebih cepat dan menghindari sering terjadinya downtime yang akan menyulitkan akses pembaca.

Sehubungan dengan kecepatan, kamu juga bisa mengupayakan untuk menghindari penggunaan widget dan penambahan elemen visual yang berlebih agar situsmu tidak terlalu berat untuk dimuat secara utuh.

4. Hindari keyword stuffing

Algoritma Google

Berdasarkan pembelajaran dari update algoritma Google sebelumnya juga, kamu bisa menggaris bawahi bahwa penggunaan keyword yang terlalu banyak tidak akan memberikan pengalaman pembaca yang nyaman bagi pembaca.

Dulunya, Google memang menyarankan untuk menyumpalkan keyword sebanyak mungkin dalam tulisanmu. Namun, hal itu sudah diperbaharui, sehingga kamu hanya perlu menyelipkan keyword seperlunya saja.

Hal ini disebabkan karena pada akhirnya, tulisan yang disajikan di internet ditujukan untuk dikonsumsi oleh pembaca manusia, bukan robot. Oleh karena itu, Google merasa bahwa menyajikan konten yang natural untuk dibaca itu penting, sehingga penggunaan kalimat-kalimatnya tidak terkesan kaku dan memaksa karena hanya mengutamakan keyword sebaiknya dihindari.


Seperti itulah contoh langkah-langkah yang bisa kamu coba untuk mengantisipasi blogmu dari efek perubahan algoritma Google yang terjadi dari waktu ke waktu.

Intinya, jika kamu ingin membuat blogmu aman dari risiko negatif perubahan algoritma Google, kamu perlu mempertimbangkan kembali bagaimana blogmu bisa memberi pelayanan yang lebih baik bagi para pembacamu. Sebab, secara logis Google pun akan terus berupaya untuk memberikan user experience yang lebih baik pada para penggunanya.

Karena itu, setiap pembaharuan algoritma yang dilakukan juga pasti ditujukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pembacamu juga. Selamat mencoba dan tetap semangat, ya! Pastikan dirimu rajin-rajin mencari tahu tentang update algoritma terbaru dari Google juga!

Sumber gambar: Digi Guruji, NewsThump, MadVix, CS Designwork, viaENS.

Related Posts

 
Site Menu