Blogger Bekerja Sama dengan Brand

C2live Meetup Agustus: “How Bloggers Should Position Themselves in Digital Industries?”

I’m a writer at Content Collision

Setiap harinya, jumlah blogger di Indonesia terus bertambah. Walau banyak yang menganggap blogging kini sudah mulai ketinggalan zaman, nyatanya, demand untuk bekerja sama dengan blogger enggak kunjung sepi. Malah, di era digital ini, brand yang ingin bekerja sama dengan blogger semakin banyak bermunculan.

Tapi, gimana sih caranya supaya kamu bisa lebih dilirik oleh brand di era persaingan antarblogger yang ketat ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, C2live mengadakan meetup dengan tema “How Bloggers Should Position Themselves in Digital Industries?” yang dilangsungkan pada Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin. Acara ini diselenggarakan di Block71, Kuningan, dengan mengundang teman-teman blogger dan Mas Bani Arya dari Moladin sebagai perwakilan brand.

Terus, insight apa saja nih yang didapatkan teman-teman blogger melalui meetup yang satu ini? Yuk, kita simak bareng ulasannya!

Mengapa brand mau bekerja sama dengan blogger?

Blogger Bekerja Sama dengan Brand

Dari sisi blogger, pastinya kamu mau dong untuk bisa diajak bekerja sama dengan brand? Selain bisa mendapatkan reward tertentu, kesempatan ini bisa membantu kamu untuk meningkatkan legitimasi blog yang kamu bangun di mata para pembacamu. Sebab, kalau brand saja mau percaya dengan kualitas tulisan yang kamu miliki, pasti kredibilitas yang dimiliki blogmu enggak meragukan.

Nah, kalau dari sisi brand, Mas Bani selaku Chief Marketing Officer dari Moladin mengungkapkan bahwa mereka mau menjadikan blogger sebagai mitra untuk bekerja sama karena blogger bisa membantu mereka dalam memasarkan kampanye-kampanye yang mereka miliki. Kerja sama ini terbukti efektif, sebab melalui tulisan para blogger, awareness masyarakat umum terhadap brand terkait jadi meningkat. Dengan kata lain, blogger merupakan salah satu alternatif yang diandalkan para brand untuk membangun public realtion (PR) mereka.

Lebih detail lagi, Mas Bani menyampaikan bahwa blogger, sebagai citizen journalist, mampu memberikan ulasan informasi dengan sudut pandang yang lebih unik dengan menyertakan emosi pribadinya, sehingga tulisannya lebih berkarakter dan orisinal. Selain itu, blogger juga cenderung menuliskan informasi yang jujur dan mendetail; mereka bisa menyajikan artikel yang memang diminati oleh para pembaca. Hal-hal seperti inilah yang membuat brand sangat tertarik untuk menggandeng blogger sebagai brand ambassador/evangelist mereka.

Blogger seperti apa yang ideal di mata brand?

Blogger Bekerja Sama dengan Brand

Content is king. Hal pertama yang perlu kamu lakukan jika ingin diajak bekerja sama dengan brand adalah memastikan bahwa kontenmu memiliki kualitas yang baik. Karena sejatinya, kalau kontenmu bagus, pasti akan ada banyak orang yang ingin membaca tulisanmu. Dengan kata lain, konten berkualitas memiliki potensi besar untuk mendatangkan traffic yang ramai.

Hal ini juga diamini oleh Mas Bani pada acara meetup kemarin.

“Soal keterampilan digital dan jumlah followers, itu urusan belakangan. Yang penting kontennya otentik dan relevan dulu.”

Nah, dari kalimat di atas, ada hal baru lagi yang perlu kamu garis bawahi, yaitu relevansi dan otentisitas tulisanmu. Untuk relevansi, jika kamu mau bekerja sama dengan brand, tentu kamu perlu mampu untuk menyajikan tulisan yang relevan dengan kebutuhan brand tersebut.

Misalnya, jika brand terkait bergerak di bidang kuliner, dan ingin menjaring lebih banyak pelanggan supaya tertarik dengan menu yang mereka miliki, kamu harus bisa menyajikan konten yang mampu membuat para pembacamu jadi ingin mencoba menu tersebut. Karenanya, untuk kasus seperti ini, food bloggers pasti akan dijadikan prioritas, karena mereka memiliki keterampilan yang lebih unggul untuk mengemas sebuah tulisan menjadi menarik di mata para pecinta kuliner.

Untuk otentisitas, Mas Bani menyampaikan bahwa brand pasti lebih menyukai blogger yang tulisannya senantiasa otentik. Tujuan brand bekerja sama dengan blogger adalah untuk mendapatkan tulisan yang unik dan berkarakter, sehingga bisa menarik perhatian banyak pembaca dengan demografi yang tepat. Tulisan seperti inilah yang mereka percaya efektif untuk meningkatkan brand awareness sekaligus SEO dari brand itu sendiri.

Bagaimana caranya supaya blogger bisa meningkatkan SEO sebuah brand?

Blogger Bekerja Sama dengan Brand

Kembali lagi, pada umumnya, brand enggak memiliki permintaan yang muluk-muluk soal keterampilan digital. Karena itu, trik-trik dasar untuk SEO saja sudah cukup bagi mereka. Kalau dipaksakan, brand khawatir nantinya tulisan si blogger malah jadi bias; alias enggak otentik dan berkarakter lagi.

Jadi, soal optimasi sendiri, yang perlu kamu perhatikan ketika bekerja sama dengan brand adalah:

  • Backlink. Brand manapun pasti akan meminta kamu untuk memberikan backlink bagi halaman situs ataupun kampanyenya. Namun, satu atau dua backlink saja sudah cukup. Sebab jika terlalu banyak, link-link tersebut malah akan dideteksi sebagai spam dan bisa mendapat penalti dari Google.
  • Long tail keywords. Brand pasti akan meminta kamu sebagai mitranya untuk menyematkan keyword-keyword tertentu dalam tulisan yang akan kamu sajikan pada pembaca. Dalam hal ini, long tail keywords memiliki power yang lebih jitu untuk menyasar target pembaca yang tepat, karena sifatnya yang lebih spesifik dibandingkan dengan fat head keyword.
  • Relevansi konten. Google akan melihat konten-konten yang kamu miliki secara keseluruhan, termasuk konten kerja sama dengan brand yang akan kamu publikasi. Nah, kalau kontenmu ini enggak relevan dengan topik-topik pembahasan yang pernah kamu ulas sebelumnya, maka skor optimasinya akan minim. Jadi, pastikan kamu selalu konsisten membuat tulisan yang sesuai dengan key topic milikmu, ya!

Adakah kunci lain untuk bekerja sama dengan brand?

Blogger Bekerja Sama dengan Brand

“Blogger perlu menjaga konsistensi warna kalau mau di-hire sama brand,” inilah hal yang disampaikan secara gamblang oleh Mas Bani kepada para peserta meetup kemarin. Tentu, ketika kamu diajak bekerja sama dengan brand, kamu akan diberi panduan soal bagaimana kamu perlu mengulas produk/jasanya. Namun demikian, kamu perlu untuk memastikan bahwa tulisanmu nanti akan tetap orisinal.

Bagaimanapun juga, brand menginginkan tulisan yang berkesan dari blogger. Kalau hasilnya akan seperti press release pada umumnya, buat apa brand repot-repot bekerja sama dengan blogger? Jadi, pastikan kamu tetap memiliki pendirian yang teguh sebagai blogger ketika sedang diajak bekerja sama dengan brand.

”Kalau mempertahankan pendirian, tulisan blog akan jadi terlalu niche

Enggak masalah! Justru, brand akan sangat bersyukur kalau dengan ulasanmu yang niche, mereka jadi mendapat keyword baru yang identik dengan produk/jasa mereka.

Selain itu, kamu juga perlu menjaga konsistensi karena sebagai blogger yang diajak bekerja sama, kamu merupakan pasukan untuk meluncurkan strategi soft-branding dari si brand itu sendiri. Kalau kamu sebagai brand ambassador-nya saja enggak konsisten dalam mengungapkan pendapatmu, bagaimana para pembaca bisa yakin terhadap konsistensi dari si brand yang kamu angkat? Bisa-bisa, nanti mereka malah ragu dengan kualitas produk/jasa yang kamu ulas.

”Kalau terlalu berpendirian, nanti malah banyak haters-nya”

Ini juga enggak masalah. Tahu, enggak? Haters itu hobi menyalurkan ‘kepedulian’nya melalui komentar dan post sharing. Apakah makna dua hal tersebut bagi brand? Tentu saja engagement rate yang tinggi! Semakin banyak disebar dan diulas, akan semakin banyak orang pula yang tahu. Yang penting, kamu harus memastikan diri dulu bahwa informasi yang kamu sampaikan itu jujur dan kredibel. Sehingga kalau ada seseorang yang mengemukakan komplain, pembaca lain akan mengetahui bahwa kontradiksi tersebut bukan disebabkan oleh tipuan pemasaran dari kamu dan brand.

”Terus bagaimana kalau pendirian kita tidak sesuai dengan keinginan brand?”

Komunikasikan. Ingat, dalam kerja sama ini, baik brand maupun blogger adalah sama-sama mitra. Sebagai blogger yang akan bekerja sama dengan brand, kamu perlu untuk tetap menjadi perwakilan bagi pembacamu.

Karena itu, kalau kamu merasa ada panduan dari brand yang enggak sreg, ungkapkanlah. Sampaikan apa alasannya dan alternatif yang kamu yakini lebih baik. Dengan mendiskusikan pendapat dari kedua belah pihak, jalan tengah yang bisa mengakomodasi kepentingan keduanya akan lebih mudah untuk ditemukan.

Enggak cuma untuk pembaca, upaya ini juga perlu kamu lakukan untuk kepentingan si brand juga, supaya pembaca enggak curiga dengan tulisan yang nantinya kamu sajikan. Dengan begitu, selain memuaskan kebutuhan pembaca, kredibilitas si brand dan blogmu juga akan tetap terjamin.

Cara blogger pemula ‘menjemput bola’ kepada brand

Blogger Bekerja Sama dengan Brand

Berbeda dengan blogger sukses yang biasanya akan langsung di-approach oleh brand, kamu-kamu yang masih merupakan blogger pemula perlu mengeluarkan upaya ekstra dengan cara-cara manual. Pertama, kamu perlu melakukan riset untuk menemukan brand-brand mana saja yang key topic-nya sesuai dengan niche blogmu. Setelah itu, kamu bisa melakukan berbagai cara untuk membangun koneksi dengan brand tersebut. Bisa dengan rajin berkomentar di akun/forum brand terkait, bergabung dengan komunitas blogger, atau bekerja sama dengan agregator konten.

Adakah cara lainnya? Ada! Terus mengembangkan upaya untuk memberdayakan para blogger di Indonesia, kini C2live juga sedang menggencarkan diri untuk berdialog dengan berbagai brand untuk mengetahui bagaimana blogger bisa bekerja sama dengan mereka.

Contohnya adalah dialog antara C2live dengan Tumpeng Mini. Dari hasil dialog tersebut, C2live mendapatkan informasi bahwa Tumpeng Mini sangat terbuka untuk bekerja sama dengan para blogger serta bagaimana cara blogger bisa bekerja sama dengannya. Informasi ini kemudian kami kemas untuk dipublikasikan pada blog kami, sehingga para blogger yang juga pembaca C2live bisa mendapatkan cara yang lebih mudah untuk berkolaborasi dengan brand tersebut. Ke depannya, C2live berencana untuk memperbanyak artikel seperti ini. Dukung kami terus, ya!


All in all, sebenarnya brand itu mencari blogger yang konsisten membangun brand-nya sendiri, mulai dari topik yang dibahas, gaya bahasa yang dipakai, hingga sudut pandang yang digunakan. Kalau dalam hal-hal tersebut kamu bisa konsisten, tulisan yang kamu buat otomatis akan otentik, berkarakter, dan relevan terhadap kebutuhan audiens yang kamu miliki.

Brand sangat menyukai blogger yang memiliki pendirian atas hal-hal yang ia ulas. Melalui pendirian tersebut, blogger mampu memberikan honest review terhadap produk/jasa dari brand yang diulas, sehingga para pembaca juga akan mengetahui bahwa apa yang disampaikan bukan mengada-ada hanya karena sedang diajak bekerja sama dengan brand.

Jadi, kalau kamu ingin dilirik untuk bekerja sama dengan brand, pastikan kamu mengembangkan diri dan blogmu ke arah yang konsisten mulai saat ini, ya!


Terima kasih kami ucapkan kepada Moladin dan Zebra yang sudah mendukung terlaksananya C2live Meetup kali ini!


Sumber gambar: Dok. C2live, Simply Nicole, ladysme, saludconv.

Related Posts

 
Site Menu