media sosial

Blogger dan Media Sosial: Antara Dulu dan Sekarang

Kalau tema empat hari pertama #BPN30dayChallenge2018 kemarin semuanya tentang blogging, maka di hari kelima ini agak berbeda. Hari ini kita diajak berpikir tentang media sosial. Tapi, sepertinya saya belum bisa move on dari bahasan blogging. Jadilah judul tulisan ini seperti di atas, Blogger dan Media Sosial: Antara Dulu dan Sekarang. Hehe.

Dulu, Media Sosial Belum Dianggap Penting

Dulu, sebagai blogger yang hanya suka-suka menulis, tanpa pernah ada kerjasama dengan pihak lain (brands), saya enggak begitu perhatian pada medsos. Mau ngisi konten apapun di medsos, enggak peduli pada nilai-nilai tertentu. Nulis status, ya, nulis saja. Nulis kejadian sehari-hari, atau share tulisan dari blog yang isinya curhatan, dan enggak pernah ngiklan. Hehe.

Tapi, ya, untungnya sejak dulu saya enggak pernah yang neko-neko, sih. Seingat saya, saya enggak pernah posting status Facebook (FB) atau ngetweet yang bernada negatif, menjelekkan pihak lain, mengandung unsur SARA, dll. Begitulah, rekam jejak saya di dunia maya insya Allah masih baik ๐Ÿ˜Š.

Jadi intinya, antara ngeblog dan medsos di beberapa tahun yang lalu, tampaknya itu dua hal yang enggak dekat, deh. Ngeblog, ya, ngeblog aja. Enggak mikirin harus share ke medsos biar engagement bagus bla bla bla…

Dulu medsos yang saya punyai hanya FB dan Twitter. Keduanya saya buat di tahun 2009. Beberapa tahun berjalan, tetap hanya dua medsos itu yang menarik bagi saya. Ketika teman-teman blogger mulai ramai membuat akun Instagram (IG) di tahun 2013-2014, saya belum tertarik. Pikir saya, buat apa, sih, IG? Toh, saya enggak punya foto-foto yang bagus. Saya juga kurang suka fotografi. Emm.. trus buat apa coba?

Kemudian suatu hari salah satu teman blogger yang cukup dekat dengan saya, yaitu mbak Nunung Nurlaela (www.nunungnurlaela.com), tanya-tanya tentang IG. Beliau belum lama punya akun IG. Trus beliau nawarin, kenapa saya enggak coba bikin juga? Daripada nyimpen foto di FB terus, mendingan dikumpulkan di IG. Sambil dikit-dikit belajar fotografi juga. Kan, berguna juga buat ngisi konten blog ๐Ÿ˜Š (sesimpel itu alasannya ๐Ÿ˜„). Saya pun tergoda. Hingga akhirnya di tahun 2015 itu saya punya akun Instagram! Yey!

Medsos sebagai media promo blogpost, bisa juga untuk campaign produk.

Kini, Media Sosial Tak Terpisahkan dari Blogger

Perkembangan dunia blogging ternyata melaju pesat dalam sekitar 5 tahun terakhir ini. Ngeblog ternyata enggak cuma sekadar nulis suka-suka, sudah itu selesai. Ternyata, blog bisa menjadi bagian dari digital marketing. Dan belakangan ini, marketing dengan menggunakan blog semakin ramai dilakukan. Dan terkait dengan marketing, blog saja ternyata tidak cukupP! Perlu media sosial untuk menjangkau pembaca (calon konsumen) lebih luas.

Maka keputusan saya untuk ikut membuat akun IG saya anggap tepat (terima kasih, Mbak Nunung ๐Ÿ˜). Karena beberapa waktu setelah itu, ternyata medsos menjadi pertimbangan tersendiri bagi para klien sebelum menggunakan jasa blogger. Profil seorang blogger di akun-akun medsosnya, jumlah followers, feed IG, bisa menjadi pertimbangan klien (brands) untuk memutuskan jadi tidaknya bekerjasama dengan blogger. Selain kualitas blog sendiri tentunya.

Begitulah. Kini, media sosial tak terpisahkan dari blogger. Hingga banyak blogger (yang ingin menjadi lebih profesional) yang berjuang menambah followers akun-akun medsosnya dengan berbagai cara. Medsos yang dulu belum dianggap penting, sekarang menjadi kawan dekat dan tak terpisahkan bagi blogger. Hehe. Medsos yang dulu hanya untuk cuap-cuap sesuka hati, sekarang bisa menjadi ajang promo tulisan blog atau bahkan untuk campaign produk, endorse, dan sebagainya yang bisa menghasilkan duit!

Kalau teman-teman bagaimana, termasuk blogger yang sangat memperhatikan medsos demi meningkatkan kualitas diri sebagai blogger, atau santai-santai saja? Kalau saya, karena emak blogger rempong, jadi enggak begitu ngoyo menambah followers medsos atau memperbaiki feed IG, misalnya. Biarlah semua mengalir tanpa beban, yang penting emak rempong ini hepi. Hehehe.

Oke, happy blogging, temans!


Artikel ini pertama kali dipublikasikan di A Blog by Deka.

Bila kamu ingin membagikan artikelmu di C2live juga, silakan segera menghubungi putra@c2live.com

Related Posts

Site Menu