brilio

Kian Sukses di Dunia Digital, Brilio Tetap Gencar Memberdayakan Penulis Indonesia

I’m a writer at Content Collision

Kamu-kamu yang sudah akrab dengan dunia penulisan dan konten online pasti sudah familiar dengan Brilio, kan? Bagaimana tidak? Ketika masih dalam periode pre-launch saja, publishing media yang satu ini sudah berhasil mendulang 1,2 juta pageviews per hari.

Dengan berbagai konten menarik yang cukup topiknya variatif, hingga kini, Brilio masih sukses menarik perhatian jutaan mata pembaca, terutama dari kalangan milenial. Makanya, tidak mengherankan lagi jika sampai sekarang, media online yang satu ini sudah berhasil bekerja sama dengan berbagai brand terkemuka.

Dengan sebegitu besar impact yang dihasilkan oleh media yang satu ini, wajar saja jika banyak orang bertanya-tanya siapakah sosok cemerlang yang ada di balik kesuksesan Brilio dan rencana mengagumkan seperti apa yang akan media ini tawarkan bagi industri kreatif.

Kebetulan, belum lama ini C2live berkesempatan untuk berbincang-bincang langsung dengan CEO Brilio, yaitu Joe Wadakethalakal. Kira-kira informasi menarik seperti apa yang dia sampaikan kali ini? Yuk, langsung simak sharing tentang bagaimana kisahnya mendirikan Brilio dan rencana Brilio ke depannya terkait pemberdayaan content creator di bawah ini!

Joe Wadakethalakal, Sosok Cemerlang di Balik Suksesnya Brilio

Brilio

Dikenal karena sepak terjangnya dalam dunia media Indonesia, khususnya sebagai CEO sekaligus Co-Founder dari Brilio, Joe merupakan putra dari pasangan suami istri asal India yang pindah ke Indonesia sekitar 30 tahun lalu. Lahir dan besar di Indonesia, bahasa Indonesia menjadi bahasa pertama bagi Joe, sehingga tidak heran jika ia fasih menggunakannya. Bahkan, pendidikan bangku sekolah dari SD hingga SMA pun ia jalani di salah satu sekolah swasta ternama di ibukota, yaitu Jakarta International School (JIS). Selanjutnya, ia mengenyam pendidikan tingkat tinggi di Pomona College, California, selama 4 tahun untuk jurusan Mathematical Economics & History.

Senada dengan latar belakang pendidikannya, Joe sempat bekerja di sebuah perusaan finance terkemuka di dunia, yakni J.P. Morgan sebagai analyst yang banyak bersentuhan dengan bidang media. Setelah itu, ia melanjutkan kariernya dengan bergabung bersama ZelnickMedia yang bergerak di bidang pemodalan dan investasi bagi perusahaan-perusahaan yang lebih matang. Di sana, lagi-lagi Joe bersentuhan dengan perusahaan-perusahaan media yang sekiranya layak diberi investasi atau dibeli oleh para pemilik modal.

Setelah bertahun-tahun menjalani karier di negeri Paman Sam, Joe akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Selain karena pertimbangan keluarga, keputusan Joe kembali ke Indonesia disebabkan karena ia melihat banyaknya potensi media yang bisa dikembangkan di tanah air. Ia pun kemudian tergelitik untuk membangun sebuah impact positif dari lanskap media Indonesia yang terus berkembang.

Awal Berdirinya Brilio

brilio

Setelah kembali ke Indonesia dan bergelut di perusahaan konsultasi bagi berbagai start-up yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, Joe akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam KapanLagi.com. Seiring berjalannya waktu, ia dan salah satu founder KLN (KapanLagi Network) bersepakat untuk mendirikan perusahaan baru di bidang media yang didedikasikan 100% untuk kebutuhan kalangan milenial. Dari situlah lahir Brilio.net yang kini sudah mendulang hingga lebih dari 96 juta pageviews tiap bulannya dengan lebih dari 21 juta pembaca unik.

Hingga saat ini, Brilio senantiasa menyuguhkan berbagai topik konten dengan gaya penulisan yang disukai kaum muda. Adapun kategori-kategori yang paling populer dikunjungi adalah konten seputar selebriti, ngakak (humor), duh (miris), wow! (inspiratif, bikin takjub), dan cinta. Tiap hari, ada saja artikel menarik baru yang terbit di situs populer ini. Namun, Joe sendiri mengakui bahwa anak muda zaman sekarang cenderung malas untuk membuka situs tertentu hanya untuk membaca artikel-artikel di dalamnya. Lalu, cara seperti apa yang Brilio lakukan agar konten-konten tersebut tetap bisa sampai pada para pembaca milenial yang aktivitas dunia mayanya sangat beragam? Jawabannya adalah dengan menyebar konten-konten yang telah dipublikasikan ke dalam berbagai platform. Dengan begitu, kaum muda bisa dengan mudah menemukan konten Brilio melalui berbagai kanal distribusi yang ada.

Empowering Content Creator Milenial Indonesia, Brilio Gunakan Sistem UGC

brilio

Tidak hanya membagikan konten-konten menarik setiap harinya, Brilio juga terus berupaya untuk empowering blogger-blogger dan para penulis yang ada di luar sana. Salah satu upaya yang sudah ditempuh adalah dengan memfasilitasi para blogger dan penulis melalui sistem user-generated content (UGC) yang disebut sebagai Brilio Creator. Melalui sistem bernama Brilio Creator ini, Brilio membuka membuka kesempatan untuk para content creator untuk bisa mempublikasikan karya mereka di situs Brilio dan membuat karya mereka bekersempatan untuk dilihat lebih banyak orang, hingga menghasilkan pendapatan.

Melalui sistem ini, kamu bisa men-submit tulisan yang nantinya mungkin saja berhasil tembus untuk ditampilkan di kanal komunitas UGC ataupun di kanal utama Brilio. Soal ini, Joe menuturkan bahwa jumlah konten dari UCG sudah mencapai angka 20%-23% dari total seluruh konten Brilio yang ada hingga saat ini. Bayangkan, dengan lebih dari 21 juta pembaca unik, jika tulisanmu berhasil tayang di halaman komunitas Brilio, pasti akan banyak banget yang baca! Lumayan, kan?

Sehubungan dengan ini, jika kamu terbukti mampu menghasilkan konten-konten brilian, Brilio nggak akan segan-segan untuk menampilkan tulisanmu di kanal utama, lho! Bahkan, kamu juga akan mendapatkan insentif jika berhasil menembus kanal utama Brilio! Namun demikian, perlu diingat bahwa nggak semua konten yang kamu submit akan muncul begitu saja di halaman komunitas Brilio. Tentu ada kualifikasi tertentu yang ditetapkan oleh tim editorial. Paling tidak, karyamu harus bebas dari unsur-unsur plagiarisme. Jadi, pastikan tulisanmu orisinil, ya, Guys! Selain itu, pastikan juga kalau artikelmu punya potensi tinggi untuk go viral. Sebab artikel seperti ini lebih disukai oleh Brilio. Bebas dari unsur SARA dan pornografi pun juga menjadi salah satu syarat utama yang nggak boleh kamu abaikan.

Di samping hal-hal utama tersebut, pastikan juga kalau kamu menyerahkan artikel berbobot yang nggak terkesan ngasal. Ingat, selain gagasan, tata penulisan dan penggunaan bahasa sangat penting untuk sebuah artikel, lho! Karenanya, jangan pernah menyepelekan hal-hal tersebut, ya. Sebab, penggunaan bahasa yang kacau akan membuat pembaca nggak nyaman, atau malah kabur. Kamu pastinya nggak ingin hal itu terjadi, bukan? Oleh karena itu, cobalah untuk selalu memperhatikan ulang hasil tulisanmu dan gunakan tata bahasa yang tepat untuk setiap tulisan.

Kalau kamu masih ragu dengan kemampuan menulis yang kamu miliki, jangan patah semangat! Kamu bisa terus mengembangkan diri dengan berbagai cara, salah satunya dengan rajin-rajin mengikuti workshop menulis. Ngomong-ngomong soal ini, Brilio juga sudah beberapa kali menggelar workshop, kok, seperti yang pernah digelar di Jakarta dan Yogyakarta. Jadi, ketika nanti ada workshop selanjutnya, pastikan kamu ikut, ya. Jangan sampai ketinggalan, karena kamu bisa mendapatkan banyak pembelajaran dari event-event seperti ini untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengasah teknik menulismu. Dengan rajin-rajin mengasah kemampuan dan memperluas wawasan, niscaya kamu bisa menjadi penulis yang lebih andal!


Dengan mengenal Brilio, satu lagi kesempatan terbuka supaya kamu sebagai seorang content creator bisa lebih dilirik oleh brand. Sudah merasa lebih tercerahkan?

Terlepas dari platform apapun yang kamu gunakan, kalau kamu sudah terbiasa menghasilkan tulisan yang oke, brand pun nggak akan segan-segan untuk menggandeng kamu juga. Apalagi kalau tulisanmu sudah terkenal sering mendapat reach yang tinggi dan punya pengikut tersendiri, kamu memiliki potensi lebih untuk dilirik oleh brand. Karena, biar bagaimanapun juga, konten memiliki power untuk memperkuat dan menyebarkan brand value. Oleh sebab itu, brand membutuhkan kreator-kreator ulung untuk mempromosikan merek mereka.

Mengingat content marketing sedang menjadi tren di dunia pemasaran, kamu-kamu yang memang memiliki ketertarikan di dunia penulisan sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini dengan gesit. Karena kalau kamu terus menunda, persaingan akan semakin ketat. Teruslah kembangkan kemampuan menulismu untuk meraih impian yang kamu miliki. Menjadi penulis yang andal memang bukan perjalanan yang singkat, namun jika kamu berjuang dengan sungguh-sungguh, suatu saat nanti jerih payahmu pasti akan terbayar. Semangat!

Sumber: Dok. Brilio.

Jangan lupa juga untuk cek dan ikuti Kompetisi Blog Qlapa untuk mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah smartphone Android terbaru! Yuk, tingkatkan kepedulian akan produk lokal Indonesia!

Related Posts

 
Site Menu