World-Book-Day-2018

Serunya Pelatihan SEO Blog dari C2live di Acara World Book Day 2018

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Kali ini, berkat komunitas Kelas Blogger, C2live mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara di World Book Day 2018! Acara satu ini diadakan di kota Serang oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Dunia dan berlangsung dari tanggal 20-23 April. Wah, lama juga ya acaranya! Iya, soalnya acara ini sebenarnya dijadikan ajang untuk merayakan tiga hal sekaligus; Hari Kartini, World Book Day, dan Hari Pendidikan Nasional.

Acara ini juga jadi lebih spesial dengan kehadiran berbagai tamu istimewa, seperti penulis ternama Maman Suherman yang pernah menjadi kepala redaksi Kompas Gramedia dan juga Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy. Wah, ada apa saja sih di World Book Day 2018 yang diselenggarakan oleh TBM Rumah Dunia? Lalu, seperti apa kontribusi C2live di acara tersebut? Mari simak ulasan kegiatannya!

Jajaran Acara dan Keseruan di World Book Day 2018 oleh TBM Rumah Dunia

Word-Book-Day-2018

Acara yang mengusung slogan “Literasi Bagi Negeri” ini benar-benar dipenuhi dengan tema pendidikan. Pada satu sisi area lapangan, anak-anak dan orang tua yang mengunjungi acara sudah disuguhi oleh mobil perpustakaan dan bioskop keliling. Di sisi lain, ada juga laboratorium sains keliling yang ramai dikerumuni anak-anak. Di sana, para staf Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) memperagakan penggunaan alat laboratorium seperti mikroskop, tabung reaksi, dan berbagai komponen elektronika.

Word-Book-Day-2018

Di gedung utama Rumah Dunia, ada pagelaran tarian daerah oleh anak-anak, acara bedah buku yang dihadiri oleh berbagai penulis, serta launching buku. Tahun ini, ada 34 buku karya Kelas Menulis Rumah Dunia & Umum yang diterbitkan. Beberapa judul di antaranya adalah “Mengembara di Jalur Sutra” karya Daru Pamungkas, “Anak Jalur Rantau” karya Yudi Rahmatullah, “Kita Berjeda” karya Inggit Kugi, dan “Mereka Bilang Ayahku Koruptor” oleh Rusmin Sopian”.

Di antara pembahasan soal literatur dan pendidikan anak yang ramai di World Book Day, tahun ini ada satu hal yang agak berbeda. Pasalnya, 21 April lalu, ada pelatihan untuk para blogger Kota Serang. Ya, pada hari itu, C2live mendapat kesempatan untuk berbagi pengetahuan soal SEO blog!

Pelatihan SEO Blog C2live oleh Enricko Lukman

World-Book-Day

Pada kesempatan ini, Enricko selaku pembicara dari C2live, membagikan tips seputar search engine optimization (SEO). Menurutnya, pengetahuan SEO itu akan sangat berguna bagi para penulis dan blogger yang menghadiri acara World Book Day. Baik blogger atapun penulis, keduanya senang mengeluarkan gagasan; mereka ingin memberikan sumbangsih melalui pendapat dari sudut pandang masing-masing untuk memberikan sesuatu yang positif. Nah, di sinilah SEO berperan membantu para blogger dan penulis agar mereka dapat menarik lebih banyak pembaca di media online.

Lalu, apa sih gunanya SEO ー yang begitu sulit diucapkan oleh moderator dan peserta acara World Book Day 2018 ini? Enricko menjelaskan bahwa SEO bertujuan menarik pembaca secara alami melalui mesin pencari seperti Google. Sebenarnya, di luar SEO, ada cara lain untuk menarik kedatangan pembaca, yaitu dengan iklan. Memang, iklan dapat mendatangkan pembaca dalam jumlah lumayan dan secara instan pula. Namun, iklan itu memerlukan dana. Sayangnya, begitu dana tersebut habis, maka iklan akan ditarik dan pembaca akan kembali sepi. Oleh karena itulah, SEO menjadi cara terbaik untuk menarik pembaca.

World-Book-Day 2018

Wah, meskipun masih mengikuti pembicaraan, para penonton juga masih penasaran. Lalu, bagaimana caranya menggunakan SEO ini?

Para penulis dan blogger dapat memanfaatkan SEO dengan menulis artikel berdasarkan kata kunci (keywords) tertentu. Keywords sendiri ada dua jenis, fat head dan long tail. Agar para peserta tidak pusing dengan istilah-istilah tersebut, Enricko langsung terjun ke contoh kasus.

Kira-kira, kata kunci mana yang lebih ramai dicari orang di Google? ‘Review Samsung Galaxy S9’ atau ‘review fotografi Samsung Galaxy S9 di Kota Serang’?

Seluruh peserta menjawab kalau review Samsung Galaxy S9 pasti akan lebih banyak dimasukkan orang ke dalam Google sebagai kata kunci pencarian. Enricko langsung menyetujui jawaban tersebut. ‘Review Samsung Galaxy S9’ adalah kata kunci fat heads yang cenderung lebih pendek dan digunakan oleh banyak orang. Sementara itu, ‘review fotografi Samsung Galaxy S9 di Kota Serang’ adalah kata kunci long tail yang cenderung panjang dan lebih jarang digunakan daripada kata kunci fat head.

Apakah itu berarti para penulis harus menggunakan kata kunci yang umum agar punya banyak pembaca? Malah tidak! Masalahnya, persaingan di kata kunci fat head amatlah berat. Pasti sudah ada begitu banyak orang yang menulis soal ‘review Samsung Galaxy S9’. Di lain sisi, artikel ‘review fotografi Samsung Galaxy S9 di Kota Serang’ punya lebih banyak keunikan dan juga sudut cerita yang jelas. Hal tersebut malah berpotensi menarik lebih banyak pembaca!

“Kalau blog sudah lama gak update, kira-kira jumlah pembacanya akan meningkat atau menurun?”

Pertanyaan dari Enricko tersebut kembali mendapat jawaban mutlak dari peserta. Tentu jumlah pembaca akan menurun bila blog sudah lama tidak update. Namun, kali ini Enricko mengoreksi jawaban tersebut. Tidak selalu seperti itu kejadiannya.

Blog Galedu milik Enricko malah mengalami peningkatan jumlah pengunjung setelah ditinggal tanpa konten baru. Artikel terbaru dari Galedu diterbitkan pada April 2017 lalu. Pada bulan itu, Galedu memiliki 50 ribu pageviews. Nah, walaupun tidak punya konten baru dan tidak ada aktivitas media sosial, Galedu malah memiliki 70 ribu pageviews di bulan April 2018 ini! Enricko menjelaskan bahwa blog yang sudah menggunakan teknik SEO secara tepat akan diapresiasi oleh Google. Karenanya, seiring berjalannya waktu, artikel-artikel di blog malah akan lebih banyak pengunjungnya.

Pertanyaan-pertanyaan Unik dari Para Peserta Pelatihan SEO di World Book Day 2018

World-Book-Day-2018

Di tengah pelatihan soal SEO Blog dari C2live, banyak peserta yang melontarkan pertanyaan soal tips dan isu-isu dalam dunia blog. “Bagaimana caranya artikel bisa ada di halaman pertama? Padahal, sudah ada ribuan blogger yang sudah senior dan kami itu blogger baru,” tanya salah satu peserta.

Enricko menjawab bahwa sebagai blogger yang baru, kamu perlu memperhatikan sainganmu dan membuat artikel yang lebih mendalam ataupun menarik dari artikel yang sudah beredar.

Pertanyaan unik lainnya dilontarkan peserta, “Apakah menulis hal-hal yang ingin diketahui oleh masyarakat luas dan kontroversial baik dilakukan untuk menarik pembaca?”

“Tentu saja,” jawab Enricko. Dia memberikan contoh berupa media online Vice.com yang sering meliput fenomena-fenomena kontroversial di masyarakat. Selain membenarkan bahwa topik kontroversial dapat menarik pembaca, Enricko juga menambahkan bahwa blogger itu perlu memiliki pandangan kritis dan berpendirian.

Untuk memperdalam topik tersebut, Enricko memberikan suatu skenario. Mana yang lebih kamu percaya? Reviewer yang hanya mengatakan hal positif saja dan merekomendasikan segala jenis barang atau reviewer yang kritis dan dapat memperingatkan pembacanya akan kelemahan dari sejumlah produk? Nah, pastinya kita akan lebih mau mengikuti reviewer yang kritis dan berani menunjukkan kelemahan dan kekuatan produk secara adil.

Tidak terasa pertanyaan demi pertanyaan dijawab oleh Enricko. Bagi peserta yang tidak malu-malu dan bertanya di sepanjang pelatihan, C2live menghadiahi mereka dengan goody bag yang disponsori oleh Zebra!

Saking serunya para peserta dalam menanyakan isu-isu seputar blogging, bahkan setelah pelatihan berakhir, Enricko masih kedatangan peserta yang mau bertanya! Dalam kasus ini, Enricko memberitahu para peserta untuk mengecek C2live.com juga karena di sana ada berbagai artikel edukasi soal blogging.


Nah, tadi itu laporan lapangan soal acara pelatihan SEO C2live dan sekilas soal World Book Day 2018 yang diselenggarakan oleh Forum TBM Rumah Dunia. Bila kamu tidak mau ketinggalan berita seputar aktivitas blogger, lomba blogger, dan juga profil-profil blogger, jangan lupa ya untuk terus mengunjungi C2live dan mengikuti akun media sosialnya!

Sumber: Dok.C2live

Related Posts

 
Site Menu