batasan pada blogger

5 Batasan yang Biasanya Ada pada Blogger dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Menjadi blogger memang menyenangkan, terlebih jika kamu memang mempunyai hobi menulis! Popularitas blogger melejit beberapa tahun yang lalu, karena pembaca tertarik dengan banyaknya topik kasual yang bisa diceritakan lewat blog. Baik itu tips-tips parenting, cerita sehari-hari yang lucu, atau bahkan kisah perjalanan ketika sedang liburan ke negara lain. Alhasil, banyak yang akhirnya memutuskan untuk serius menekuni blog mereka masing-masing.

Namun begitu, sebenarnya terdapat banyak batasan pada blogger yang perlu kamu ketahui. Untuk kamu yang cukup lama berkecimpung di dunia blogging, mungkin kamu sudah tahu beberapa di antaranya. Tapi kalau kamu masih pemula, coba, yuk, cari tahu bagaimana cara mengatasi batasan pada blogger ini!

1. Susah menjaga konsistensi

batasan pada blogger
Batasan pada blogger yang paling utama adalah: konsistensi. Banyak sekali orang yang memutuskan untuk memulai blog, namun hanya sedikit yang benar-benar menekuninya hingga akhir. Sebagian blogger hanya merasa semangat di fase awal, menulis beberapa posts kemudian ditinggalkan vakum begitu saja. Hal ini terjadi karena ketika kamu bekerja sebagai blogger, kamu tidak mempunyai tanggung jawab kepada siapa pun. Kamu bekerja untuk dirimu sendiri, tanpa atasan, sehingga konsistensi pun susah untuk dicapai.

Padahal, untuk menarik pembaca yang banyak, blog yang kamu miliki harus senantiasa up to date. Untuk mengatasi batasan yang satu ini, kamu bisa membuat kalender konten untuk blog-mu. Setiap seminggu atau sebulan sekali, update-lah kalender ini dengan berbagai topik tulisan yang ingin kamu terbitkan. Ini penting supaya kamu nggak mengulur-ulur waktu untuk menulis. Dengan begitu, blog-mu selalu memiliki entry terbaru, pembaca pun makin rajin untuk berkunjung!

2. Pemasukan yang tak menentu

batasan pada blogger
Pemasukan yang nggak menentu juga menjadi salah satu batasan pada blogger. Biasanya, blogger mengandalkan pemasukan dari berbagai sumber, seperti GoogleAd, komisi, sponsorship brand/endorsement, atau penjualan lewat kanal blog. Berbeda dari karyawan yang mendapat gaji tetap setiap bulan, pendapatan blogger dalam sebulan bisa naik-turun dan nggak dapat diprediksi.

Karena itulah, sebagai seorang blogger, wajib hukumnya untuk bisa melakukan manajemen uang dengan bijak. Hitung berapa pemasukanmu sebulan, lalu coba buatlah daftar hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menambah pemasukanmu. Misalnya saja, kamu bisa “menjual” skill menulismu dengan menjadi penulis lepas, atau kamu bisa mendekati brand dan menawarkan endorsement, atau mungkin kamu bisa menerbikan e-book versimu sendiri untuk merangkum cerita-cerita yang belum ada di blog. Belajarlah sebisa mungkin untuk mendapatkan diversifikasi pemasukan, sehingga kamu tidak tergantung hanya dari satu sumber saja.

3. Kelelahan mengurus berbagai hal (terlebih jika sakit)

batasan pada blogger
Blogger adalah sebuah pekerjaan yang identik dengan kesendirian. Berbeda dengan karyawan kantoran, kamu nggak memiliki partner kerja yang bisa diajak bicara setiap harinya. Semuanya harus kamu kerjakan sendiri, mulai dari berhubungan dengan calon klien, negosiasi harga, mengatur akun media sosial, sampai menulis post. Pasti melelahkan, bukan? Apalagi batasan pada blogger adalah mereka nggak mengenal kata “cuti”. Entah itu sedang sakit atau lagi jalan-jalan ke luar negeri, kamu harus selalu on terus mengerjakan tanggungjawabmu.

Ada beberapa solusi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini. Pertama, jika kamu nggak mau dipusingkan dengan urusan administrasi, kamu bisa merekrut asisten pribadi. Ia bisa membalas e-mail inquiry yang masuk, menetapkan harga, bahkan mencarikan klien baru untukmu.

Kedua, usahakan untuk nggak menunggu hingga deadline untuk mengerjakan artikel. Kamu harus berjaga-jaga karena kita nggak pernah tahu kapan kita akan sakit atau mungkin ada urusan mendadak. Nggak mau, kan, dicap nggak profesional hanya karena sedikit kesalahpahaman? Makanya, gunakan kalender kontenmu untuk menerbitkan tulisan di waktu yang tepat.

Ketiga, kalau kamu suntuk menulis sendirian, coba deh lain kali menulis di coworking space atau cafe, supaya kamu bisa bertemu dengan lebih banyak orang dan nggak merasa kesepian. Siapa tahu malah bisa berkenalan untuk jadi partner kerja?

4. Kesulitan mempelajari hal-hal teknis terkait blog

batasan pada blogger
Tidak bisa dipungkiri, blogging di jaman sekarang bukan lagi sekedar menulis lalu mengetik tombol publish. Dengan banyaknya konten yang berseliweran di dunia maya (lebih dari jutaan blog post diterbitkan setiap hari), kamu pun harus berkenalan dengan hal-hal teknis seperti SEO (Search Engine Optimization). Dengan menguasai teknik SEO yang tepat, blogmu bisa muncul lebih sering di mesin pencarian Google, sehingga mengundang lebih banyak pembaca.

Bagi blogger konvensional, ini bisa jadi mimpi buruk. Nggak hanya harus menulis, kini kamu harus mempelajari trik-trik IT yang kadang rumit dan nggak masuk akal. Jangan takut duluan! Solusinya, kamu harus rajin belajar dari orang-orang yang sudah lebih ahli. Kamu bisa mengikuti kelas, seminar, atau baca buku yang membahas tentang SEO. Kamu bisa juga mengunjungi komunitas penulis yang sering membagikan pengetahuan seputar dunia blog, misalnya apa pentingnya subscription, URL shortener, dan lain sebagainya. Setiap elemen kecil ini akan berpengaruh besar pada kesuksesan blog-mu.

5. Waktu yang terbatas

batasan pada blogger
Keterbatasan waktu juga merupakan batasan pada blogger yang kerap menjadi keluhan. Satu artikel normal saja bisa memakan waktu 1-2 jam. Seberapa banyakpum kamu ingin menghasilkan tulisan dalam satu hari, proses menulis tetap memakan waktu yang nggak sebentar, terlebih kalau artikelmu membutuhkan riset atau wawancara.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa melakukan beberapa hal. Yang pertama, kalau kamu mau blog-mu tetap up-to-date padahal kamu sedang nggak punya waktu untuk menulis, coba undang guest blogger. Guest blogger ini adalah blogger lain yang bisa menyumbangkan tulisan untuk diterbitkan di blog-mu, tentunya untuk topik yang cocok, ya!

Yang kedua, kamu bisa mempekerjakan freelance researcher yang tugasnya adalah mengumpulkan data, riset, atau melakukan wawancara. Jadi, kamu bisa mulai menulis dengan mudah, tanpa menghabiskan banyak waktu mengumpulkan data.

Yang ketiga, ingatlah bahwa kamu harus mempunyai segudang ide untuk ditulis. Jika salah satu topik memakan waktu terlalu lama, pindahlah dulu ke topik lain yang lebih ringan. Kamu harus jago membagi waktu antara 1 artikel ke artikel lain agar semakin produktif.


Nah, itulah beberapa batasan pada blogger yang mungkin sudah atau akan kamu rasakan ketika memutuskan untuk menekuni pekerjaan di bidang ini. Walaupun terlihat menantang, tapi dengan beberapa solusi praktis tadi, kamu pun akan bisa mengelola uang dan waktumu dengan bijaksana. Yang paling penting adalah, jangan mudah putus asa dan selalu memiliki kemauan untuk belajar. Soalnya, sama dengan pekerjaan lainnya, blogging adalah seni menulis yang terus berkembang. Jadi, kamu pun harus siap untuk belajar berbagai hal baru supaya bisa meningkatkan performa blog-mu!

Mau tempat belajar yang lengkap dan enak? Bergabunglah ke komunitas penulisC2live.com, dimana kamu bisa mendapatkan informasi kompetisi blogging, tips-tips mengelola blog, cara membuat tulisan yang baik, dan sebagainya. Yuk, langsung aja mampir ke C2live.com untuk artikel menarik seputar blogging!

Sumber: EnterpreneurThe White FigThebalanceReiki-bangaloreIformSweetstartup

Related Posts

Site Menu