Memilih Narasumber

Ini Dia 7 Ciri Narasumber yang Baik untuk Diwawancarai!

Kamu sedang membutuhkan narasumber yang dapat memberikan informasi untuk dijadikan materi tulisanmu? Jika iya, pastikan kamu memilih narasumber yang baik untuk diwawancarai, ya!

Memilih narasumber yang baik sangat diperlukan agar kamu bisa mendapatkan informasi yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang kamu perlukan. Di sisi lain, penyampaian informasi yang baik dari seorang narasumber juga dapat mengurangi risiko mispersepsi. Dengan begitu, kita sebagai pewawancara pun jadi dapat memahami apa yang benar-benar disampaikan untuk kemudian diteruskan menjadi konsumsi publik.

Jadi, bagaimana kriteria narasumber yang baik untuk diwawancarai? Yuk, simak ciri-cirinya di bawah ini agar kamu enggak salah memilih narasumber!

7 Kriteria Narasumber Berkualitas


1. Tepat waktu

Memilih Narasumber

Narasumber yang baik akan menghargai kesepakatan waktu yang telah disetujui. Ia akan cenderung tiba di lokasi/siap untuk diwawancarai beberapa menit sebelum waktu yang telah ditentukan sebagai bentuk antisipasi.

Ia pun juga akan selalu berusaha untuk menepati durasi ataupun deadline yang telah disepakati. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bahwa dia sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk berbagi informasi dengan turut mempertimbangkan ketersediaan waktu yang kita miliki.

Sikap seperti ini juga sebenarnya menunjukkan bahwa selain menghargai waktu yang dimiliki oleh pewawancara, ia pun juga menghargai waktu dan pekerjaannya sendiri. Narasumber dengan kriteria seperti ini biasanya juga memiliki kecenderungan untuk melakukan yang terbaik juga untuk pekerjaannya dengan pembawaan disiplin yang ia miliki.

Ini merupakan salah satu syarat menjadi narasumber yang bisa diandalkan. Jika narasumbermu mampu memenuhi kriteria ini, maka wawancara pun kemungkinan besar dapat berjalan dengan lebih efektif.

2. Responsif

Memilih Narasumber

Seorang narasumber yang baik juga memiliki ciri responsif. Dalam hal ini, narasumber yang responsif memiliki arti bahwa ia mudah dijangkau dan selalu memberikan tanggapan yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang relatif cepat.

Kondisi tersebut sangat kamu butuhkan untuk menciptakan komunikasi yang lancar antara narasumber dan pewawancara. Jika komunikasi yang kalian miliki tersendat akibat narasumber yang tidak responsif, kelangsungan wawancara pun jadi patut dikhawatirkan.

Namun, dengan memilih narasumber yang memiliki sikap responsif, kamu jadi bisa melakukan penjadwalan wawancara dengan lancar hingga hari H. Setelah itupun, pada proses wawancara itu sendiri, proses tanya-jawab yang dilakukan juga dapat berjalan lebih menyenangkan dengan tingkat engagement yang mumpuni darinya.

Dengan demikian, proses wawancara pun dapat mengalir dengan lancar. Kamu pun tidak akan kehilangan banyak waktu untuk menunggu-nunggu balasan sang narasumber sehingga penyelesaian penulisan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Coba saja bayangkan jika narasumbermu cenderung sering melamun dan tidak peka pada pertanyaan yang kamu lontarkan. Lama-kelamaan, kamu pasti akan merasa tidak nyaman, bukan?

3. Sopan dalam bertutur kata

Memilih Narasumber

Selain responsif, memilih nara sumber yang tutur katanya sopan akan membuat komunikasi yang terbentuk lebih mengalir. Sebab, dengan tutur kata yang sopan, penggunaan bahasa yang disampaikan akan mampu membuat interaksi antara narasumber dan kita sebagai pewawancara menjadi lebih nyaman.

Namun, hal tersebut tidak akan terjadi bila kamu memilih narasumber yang cenderung mudah melontarkan kata-kata kasar/tajam. Bahkan, tidak perlu mengeluarkan kalimat-kalimat yang tajam, pembawaan yang jutek saja juga sudah mampu membuat suasana wawancara menjadi awkward sehingga tidak kondusif untuk melangsungkan tanya-jawab, bukan?

Karenanya, jangan anggap sepele kriteria yang satu ini. Sebab, penuturan kata yang sopan dari sang narasumber mampu membuat informasi yang disampaikan olehnya lebih mudah diterima oleh pewawancara. Dengan memilih narasumber yang sopan dalam bertutur kata, niscaya wawancara dapat berjalan lebih efektif, deh! Soalnya, komunikasi yang nyaman akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mengeksplorasi lebih banyak informasi dari sang narasumber.

Baca Juga: Bete dengan Writer’s Block? Ini Solusinya

4. Menguasai dan mengerti hal yang diperbincangkan

Memilih Narasumber

Kamu juga perlu memastikan bahwa narasumber yang akan kamu pilih memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Sebab, pemahaman yang baik terhadap materi yang akan disampaikan merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh narasumber. Pasalnya, pemahaman narasumber mengenai tema yang akan dibahas akan sangat berpengaruh terhadap seberapa banyak dan valid-nya informasi yang dapat dia berikan.

Narasumber dengan pengetahuan komprehensif mengenai tema yang akan dibahas akan mampu memberikan informasi yang lebih padat, berbobot, tepat sasaran, dan insightful. Dengan demikian, ia akan dapat mengakomodasi kebutuhan informasimu sebagai pewawancara sekaligus memberikan informasi edukatif yang dapat berguna bagi para audiensimu.

5. Jujur dan obyektif

Memilih Narasumber

Kejujuran dan keobyektifan merupakan dua hal utama yang perlu kamu perhatikan dalam memilih seorang narasumber. Pasalnya, dua kriteria tersebut sudah sepatutnya dimiliki oleh narasumber berkualitas.

Peranan kedua kriteria tersebut penting untuk menjamin agar informasi yang dia berikan valid dan sesuai dengan fakta yang ada. Sebab ketika kamu mengundang seorang narasumber untuk diwawancara, pastinya kamu ingin menyuguhkan informasi yang terpercaya, kan?

Karenanya, jangan sampai kamu keliru memilih narasumber yang malah tidak dapat memberikan informasi  faktual dan obyektif. Soalnya, bisa jadi informasi yang diberikan nanti malah tidak sesuai dengan kebenaran yang ada sehingga tidak dapat diterima oleh diterima oleh banyak kalangan. Alhasil, informasi dari wawancara yang sudah dilangsungkan pun menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh publik.

6. Mengerti untuk siapa Ia Menyampaikan Informasi

Memilih Narasumber

Kamu juga perlu memastikan bahwa narasumber yang akan kamu pilih bisa peka terhadap siapa yang ia ajak bicara. Sebab, narasumber yang baik juga perlu memahami betul untuk siapa ia berbicara dan menyampaikan informasi. Walaupun mungkin si pewawancara lalai menyampaikan hal ini, seorang wawancara yang andal perlu peka untuk mencari tahu tentang oleh siapa informasi yang disampaikannya akan dikonsumsi.

Ini ditujukan agar ia bisa menyesuaikan cara penyampaian informasi yang akan ia bagikan melalui si pewawancara. Dengan begitu, ia bisa memastikan bahwa wawasan yang akan ia sampaikan benar-benar bisa bermanfaat bagi para pembaca/pendengarnya; bukan sekadar membeberkan pengetahuan dan tingkat intelegensi yang ia miliki pada para auidensinya.

7. Interaktif dan komunikatif

Memilih Narasumber

Narasumber yang profesional dan andal ialah narasumber yang dapat merangsang pewawancara untuk bertanya lebih dalam lagi mengenai topik yang sedang dibahas. Ketika kamu ingin memilih narasumber untuk diwawancarai, pastikan juga kamu mengundang sosok yang memiliki kriteria seperti ini juga. Dengan begitu, kamu pun akan berpotensi untuk menggali lebih banyak informasi dari dirinya.

Dengan kemampuan seperti itu, seorang narasumber akan mampu untuk membangun suasana yang interaktif antarkedua pihak. Jadi nantinya, baik si narasumber maupun pewawancara dapat secara aktif terlibat dalam pertukaran informasi. Kalau sudah begitu, niscaya suasana yang interaktf akan tercipta. Di sisi lain, komunikasi yang baik juga akan mengurangi risiko mispersepsi yang dapat menjadi penyebab sesatnya informasi yang disampaikan.

Baca juga: Persiapan Wawancara yang Perlu Dilakukan sebelum Bertemu Narasumber


Itu dia beberapa kriteria yang dapat kamu jadikan acuan untuk memilih narasumber yang baik untuk diwawancarai. Semoga setelah membaca pembahasan di atas, kamu jadi bisa lebih memilah narasumber mana yang pontensial untuk diwawancarai dan mana yang tidak. Dengan demikian, kamu pun bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik, berbobot, dan informatif.

Sumber: PeoplesHRAligned PerformanceLivehafT3 Property ManagementMagazine Job-like, Ganic, CareerBuilder.

Related Posts

Site Menu