penulis kreatif

Ingin Menjadi Penulis Kreatif? Sudahkah Kamu Memiliki Ciri-Cirinya?

penulis kreatifMenulis terdengar mudah untuk dilakukan. Namun, bagaimana dengan menulis kreatif? Tidak semua orang memiliki bakat dan kreativitas yang sama dalam menulis. Memang, menulis tidak harus selalu kreatif. Menulis artikel jurnal ilmiah misalnya. Tapi, yang namanya penulis kreatif itu dibutukan untuk bentuk menulis apapun, agar hasil karyanya lebih menarik untuk dibaca. Seperti apa sih penulis kreatif itu? Ini 5 ciri-cirinya!

Penulis kreatif: apa ciri-cirinya?

1. Pantang menyerah dan percaya pada kemampuan diri sendiri

penulis kreatif

Sumber: Geralt 

Semua orang tahu siapa J.K Rowling, Tetapi tahukah kamu bahwa dia pernah ditolak sebanyak dua belas kali ketika ia ingin menerbitkan karyanya? Bayangkan! Dua belas kali! Bila ia tidak percaya dengan kemampuan dan idenya sendiri serta menyerah begitu saja, Daniel Radcliff mungkin tidak akan terkenal.

Saran atau dukungan berupa “Never give up!” sering sekali kita dengar tetapi sering ‘kalah’ dengan proses sulit semasa menulis. Namun, penulis yang kreatif akan fokus pada pengembangan kemampuannya dan tidak akan stuck pada kritik dan penolakan saja. Yuk, jadikan ini sebagai kekuatanmu!

2. Baca, baca, dan baca terus!

penulis kreatif

Sumber: DariuszSankowski

“Aku kan mau menulis, kenapa harus membaca?” Pernahkah kamu berpikir begitu? Jangan salah! Membaca itu sama pentingnya seperti memiliki passion untuk menulis! Semua penulis kreatif tahu kapan mereka harus mengisi amunisi sebelum ‘menulis’ sesuatu. Amunisi tersebut adalah informasi dalam bacaan. Dari komentar, hingga artikel, hingga jurnal, buku, dan ensiklopedia.

Stephen King (tahu dong, siapa?) juga pernah mengatakan bahwa jika kamu tidak memiliki waktu untuk membaca, kamu tidak akan memiliki waktu atau alat untuk menulis. Hayo, intuisi dan pengalaman pribadi saja belum tentu cukup!

Selain itu, membaca juga memberi suatu insight akan apa yang pembaca mau. Membaca melatih otak untuk belajar mengembangkan kelancaran berbahasa dan menambah kosa kata. Perkembangan kosa kata akan berguna sekali dalam menulis karena kamu bisa lebih leluasa dan kreatif menyampaikan pesan tulisanmu. So, happy reading, guys!

3. Jangan takut untuk berimajinasi!

Penulis Kreatif

Sumber: 3881102

Setiap orang pasti pernah berimajinasi, apa pun itu. Bagi penulis kreatif, imajinasi bisa menadi salah satu sumber kreativitas utama. Berimajinasi di sini melebihi sekedar membayangkan, tetapi benar-benar memposisikan diri mereka sebagai pembaca maupun membayangkan elemen yang ditulis!

Banyak hal yang tidak bisa kita gapai atau cari contohnya dari realitas. Namun, penulis kreatif bisa mengoptimalkan sumber kreativitas ini (imajinasi) untuk membuat karya tulis yang menggugah. Biasanya, pembaca manapun bisa segera tahu seberapa banyak usaha dan kreativitas yang dituangkan ke dalam sebuah karya tulis.

Baca Juga: Artikel Review Gadget: Bagaimana Cara Bikinnya?

4. Bertanya

penulis kreatif

Sumber: qimono

Seseorang tidak dapat menjadi penulis kreatif dari sekedar berimajinasi walau imajinasi adalah aset yang kuat. Penulis kreatif akan selalu memiliki pertanyaan-pertanyaan dasar yang membantu membentuk karyanya, oleh sebab itu bertanya sangatlah penting. Hal ini bisa kita katakan sebagai riset juga.

Dengan bertanya, kita akan mendapatkan banyak ilmu baru yang berkemungkinan menjadi materi dalam penulisan. Dalam menulis, penulis French Enlightenment dan ahli filsafat, Voltaire mengatakan untuk menilai orang dari pertanyaannya dan bukan jawabannya. Bertanyalah dan kumpulkan semua bahan kemudian raciklah dengan kreativitas agar menjadi bumbu yang wangi, kawan!

5. They steal

penulis kreatif

Sumber: 3dman_eu

Ketika mendengar kata ‘mencuri’, otomatis pikiran beralih ke hal-hal negatif. Namun mencuri dalam kosa kata seorang penulis berbeda dari pengetahuan umum. Yang dimaksud dengan mencuri adalah mencuri ide. Eits, jangan langsung menganggap ‘plagiarisme’ ya, karena dalam mencuri pun ada etikanya!

Kreativitas menurut George R.R Martin, penulis seri Game of Thrones, bukan ide orisinil namun pengembangan atau penggabungan apa yang telah ada. Seperti yang kita tahu bahwa George R.R Martin mengambil contoh War of Roses, yaitu sejarah perebutan tahta kerajaan Inggris.
Etika dalam mencuri yaitu tidak menjiplak, tidak merendahkan dan tidak mengintimidasi melainkan mengembangkan ide yang ada dan membentuknya menjadi keunikan tersendiri dengan kreativitas masing-masing!


Sudah siapkah kamu berkreasi dan menjadi penulis kreatif? Jangan lupa untuk pantang menyerah, banyak membaca, berimajinasi, bertanya dan mencuri dengan etika! Untuk tips menulis lainnya yang pasti akan membantu mengembangkan talentamu, kunjungi Blog C2live _ Be Creative_, kawan!

Siapa tahu kreativitas kamu bisa diubah menjadi uang! Caranya? Kamu bisa mengikuti kompetisi blogging yang diadakan oleh C2live! Buat yang tertarik, yuk cek link-link berikut:

Lomba Blogging Skyscanner: Aha Moment Saat Travelling!
Lomba Blogging EV Hive: Yuk, Akselerasi Bersama Coworking Space di Era Teknologi!
Semoga menang ya!

Related Posts

 
Site Menu