DA vs PA

Domain Authority vs Page Authority: Mana yang Lebih Penting?

I’m a writer at Content Collision

Nilai otoritas seperti Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) merupakan ukuran kuantitatif untuk mengetahui tingkat visibilitas dan ranking suatu domain ataupun halaman-halamannya pada hasil pencarian search engine (SERP). Bisa dibilang, DA/PA merupakan indikator performa SEO dari situs yang bersangkutan. Hal ini juga berlaku pada situs blog yang kamu miliki.

Berdasarkan pemaparan ini, baik DA maupun PA sama-sama memiliki peranan penting bagi perkembangan blogmu. Tapi, manakah yang perlu kamu prioritaskan?

Lihat Kebutuhanmu

DA vs PA

Meskipun dua-duanya penting, kamu sebenarnya bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan salah satu dari DA dan PA untuk mendapatkan perkembangan blog yang sesuai dengan harapanmu. Tidak bisa dipungkiri, baik DA maupun PA sama-sama bisa memberikan sumbangsih yang positif bagi blogmu jika dikelola dengan baik.

Karenanya, tidak ada jawaban yang saklek soal mana yang harus kamu prioritaskan. Sebab penentuan apakah kamu perlu memberikan fokus lebih pada DA atau PA bergantung pada kebutuhan yang sedang kamu miliki. Singkatnya, ada kondisi di mana kamu perlu memprioritaskan DA dan ada pula kondisi di mana lebih baik kamu memprioritaskan PA.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini:

Kondisi di mana kamu perlu memprioritaskan DA

DA vs PA

Secara umum tim C2live meyakini bahwa dengan cakupan yang lebih luas, meningkatkan skor DA adalah pilihan investasi yang lebih baik, apalagi jika ini menyangkut kemajuan sebuah blog pribadi. Sebab, walau akan memakan waktu lebih lama untuk menuai hasil yang signifikan, kamu bisa meraih efek positif untuk jangka panjang. Dengan begitu, keberlangsungan blogmu akan lebih terjamin.

Mengapa? Nilai DA yang tinggi mampu memberikan otoritas yang lebih tinggi pula bagi laman-laman yang ada di dalamnya secara bersamaan. Tanpa perlu memperhatikan detail-detail yang rumit untuk tiap halaman kontenmu, dengan nilai DA yang tinggi, kamu bisa mendapatkan inbound traffic yang lebih banyak secara sekaligus. Tentunya, ini strategi yang lebih efisien, bukan?

Lalu, bagaimana cara meningkatkan nilai DA?

  • Buatlah konten berkualitas yang juga menarik minat pembaca;
  • Bangun internal linking yang kuat antar tiap halaman situsmu;
  • Lakukan guest posting;
  • Bangun external link dari situs-situs lain yang memiliki nilai otoritas lebih tinggi;
  • Hilangkan semua tautan dengan performa SEO yang buruk dari keseluruhan situsmu.

Di sisi lain, mengutamakan peningkatan nilai DA tidak berarti kamu menelantarkan begitu saja nilai otoritas dari laman-laman blog yang kamu miliki. Walaupun untuk strategi jangka panjang memperhatikan DA saja tanpa perlu repot-repot mengurusi PA tiap halaman bisa saja dilakukan, tim C2live tidak benar-benar menyarankan hal ini.

Tentu, jika kamu ingin hasil yang maksimal, nilai PA untuk tiap halaman blogmu tetap perlu diperhatikan karena keduanya memiliki simbiosis mutualisme. Jika PA halaman-halamanmu bagus, tentu nilai DA situsmu juga akan meningkat. Hanya saja, peningkatan DA layak untuk kamu berikan perhatian lebih untuk pengembangan blog pribadi, sebab kamu bisa mendapatkan efek yang lebih menyeluruh terhadap perkembangan reputasi blogmu.

Baca juga: 4 Manfaat Page Authority untuk Perkembangan Blog

Jadi, kapan kamu perlu memprioritaskan PA?

DA vs PA

Memprioritaskan peningkatan nilai PA akan menjadi strategi yang jitu bagimu jika diterapkan pada:

  • Artikel guest post;
  • Artikel cornerstone.

Untuk artikel guest post, bisa saja kamu memang menulis artikel ini (di blog orang lain) untuk mendapatkan eksposur dari pool of audience baru untuk meningkatkan nilai DA-mu. Tapi, supaya artikelmu menarik untuk dibaca oleh para audiensi baru ini, kamu juga perlu membuatnya istimewa.

Bagaimana caranya? C2live sebelumnya sudah pernah membahas tentang cara meningkatkan PA untuk halaman-halaman blogmu. Nah, kamu bisa langsung menerapkan trik-trik yang ada di dalamnya, seperti membuat konten yang orisinal, berkualitas, dan relevan dengan minat pembaca; mengoptimasi tiap halamanmu dengan trik-trik SEO yang dibutuhkan; serta mencantumkan tautan-tautan internal pada artikel terkait.

Berikutnya adalah artikel cornerstone. Ketika kamu hendak membuat artikel jenis ini, tentu kamu mengharapkan agar artikel tersebut bisa menjadi artikel pamungkas jika dibandingkan dengan artikel-artikel serupa yang bertebaran di internet. Untuk mewujudkan hal tersebut, kamu perlu membuat artikel ini memiliki daya saing yang tinggi. Nah, inilah alasan mengapa kamu perlu memberikan fokus lebih untuk meningkatkan PA pada jenis artikel ini.

Namun, untuk artikel cornerstone, kamu perlu untuk memberikan upaya lebih. Tidak cukup hanya dengan membuat tulisan berkualitas dengan jumlah kata yang lebih panjang, kamu perlu melengkapinya juga dengan elemen visual yang spesial seperti infografis ataupun video. Ini akan meningkatkan engagement dari para pembacamu dibandingkan dengan hanya menyuguhkan ribuan kata plus gambar-gambar ilustratif yang seadanya.


Begitulah kira-kira pertimbangan yang perlu kamu ketahui untuk mengetahui manakah yang perlu kamu prioritaskan antara meningkatkan nilai DA atau PA. Urusan mana yang perlu diprioritaskan, sebenarnya dikembalikan lagi pada kebutuhan pengembangan blog yang kamu miliki.

Karenanya, sebelum memutuskan untuk memilih prioritasmu, kamu perlu mengetahui dulu tujuan pengembangan blogmu; mau di bawa ke arah mana blogmu nanti. Selanjutnya, kamu perlu mencari tahu dampak positif yang bisa dibawa oleh masing-masing tipe nilai otoritas.

Jika sudah mengetahui dua hal tersebut, kamu jadi bisa menyesuaikan strategi seperti apa yang bisa mengakomodasi kebutuhan pengembangan blogmu dan menentukan fokus mana yang akan kamu tempuh. Semoga upayamu membuahkan hasil sesegera mungkin, ya!

Sumber gambar: pro3-tech, Pinterest, Hype, vpnMentor.

Related Posts

 
Site Menu