Wordpress berbayar

Dilema Tiada Akhir para Blogger; Langganan WordPress Berbayar, Beli Hosting di Luar, atau Pakai Gratisan Aja?

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

WordPress berbayar, beli hosting, atau WordPress gratisan? Emang itu apa aja bedanya? Kalau kamu baru dalam dunia blogging atau belum terlalu mendalaminya, kamu akan kebingungan dengan istilah-istilah tersebut. Karena, pada nyatanya, ada tiga jalur yang bisa kamu tempuh dalam mendirikan blog WordPress.

Pertama, kamu bisa mengunjungi situs WordPress.com dan menciptakan akun secara gratis ‒ tidak usah keluar biaya sama sekali, kamu sudah bisa punya blog sendiri. Kedua, kamu bisa membayar WordPress.com dan berlangganan jasa mereka. Ketiga, kamu bisa membeli hosting dari pihak ketiga dan menggunakan software WordPress untuk membuat blog.

Lalu, manakah pilihan terbaik untuk kamu yang ingin jadi blogger?

Perbandingan WordPress Gratisan, WordPress Berbayar, dan Beli Hosting di Luar

 

WordPress Gratisan untuk Kamu yang Sering Bokek

Wordpress berbayar

Sama seperti judul di atas, membuat blog dengan cara satu ini sama sekali tidak mengeluarkan uang dan cocok untuk kamu yang sering bokek. Hanya dengan mendaftarkan email dan membuat password, kamu sudah bisa menciptakan blog melalui WordPress.com.

Meskipun gratis, fitur yang ditawarkan oleh WordPress sebenarnya berkualitas tinggi, lho. Sebagai permulaan, theme gratisan yang dapat kamu gunakan sebagai layout dasar blogmu sudah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat dari tim WordPress. Oleh karena itu, kamu tidak akan menemukan bugs ataupun kejanggalan teknis lainnya ketika menggunakan WordPress.

Selain itu, masalah seperti widget, menghubungkan blog dengan media sosial, mengatur layout dan menu blog, semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Pada nyatanya, kamu tidak perlu mengerti coding untuk menjalankan blog gratisan di WordPress. Satu lagi, nih, keunggulan dari penggunaan WordPress gratisan, kamu sudah mendapatkan fitur plugin Jetpack yang memungkinkanmu untuk melihat jumlah pengunjung dan juga ke laman blog mana saja mereka berkunjung.

Wordpress berbayar

Contoh blog dengan jasa WordPress gratisan

Nah, sekarang mari kita beralih ke kekurangan-kekurangan dari WordPress gratisan. Yang paling terasa adalah nama domain-mu yang akan punya embel-embel “.wordpress.com”. Bagi kamu yang ingin membangun image pribadi ataupun brand, hal tersebut akan membuatmu terlihat tidak profesional. Selain itu, WordPress dapat menaruh iklan pada blogmu bila kontenmu laku keras di kalangan pembaca. Namun, kamu tidak akan mendapat keuntungan dari iklan tersebut.

Bila dapat disimpulkan, inilah pro dan kontra menggunakan WordPress gratisan:
+ Tidak ada bugs dan spam yang akan kamu terima.
+ Pengaturan blog yang dapat dilakukan secara mudah dan praktis.
– Pilihan kustomisasi yang amat terbatas.
– Terkesan tidak profesional.
– Bila ingin fokus menciptakan konten, kamu bisa mencoba berbagai platform lain seperti Medium ataupun IDN Times.

WordPress Berbayar untuk Kamu yang Benar-benar Hanya Ingin Fokus di Konten dan Membangun Image

Wordpress berbayar

Bila kamu merasa fitur yang diberikan oleh WordPress gratisan tidak memuaskan, kamu bisa mencoba untuk berlangganan salah satu dari program yang ditawarkan oleh WordPress.com. Ada beberapa program yang ditawarkan oleh WordPress; Mulai dari program personal seharga $4/bulan (Rp55 ribu/bulan), Premium dengan harga $8/bulan (Rp110 ribu/bulan), dan program Bisnis seharga $25/bulan (Rp340 ribu/bulan).

Mari kita bahas program Personal dulu yang butuh dana sekitar Rp650 ribu setiap tahunnya. Program ini cocok bagi kamu yang ingin membangun image brand ataupun pribadi hanya dengan berfokus pada konten. Dari segi desain layout blog, program Personal hampir tidak memiliki perbedaan dengan WordPress gratisan. Namun, bila kamu merasa bingung ketika tengah memainkan tampilan blog ataupun melakukan posting, kamu bisa langsung ber-chatting ria dengan para Happiness Engineer alias tim tech support dari WordPress.

Dari segi profesionalitas, WordPress berbayar jelas jauh lebih baik daripada yang gratis. Selain mendapatkan custom domain untuk dirimu sendiri, pengunjung juga tidak akan menemukan iklan liar yang bertebaran dalam blogmu. Tidak hanya itu, dari segi keamanan, kamu tidak usah khawatir. Seluruh keamanan blogmu sudah berada di bawah perlindungan WordPress.

Wordpress berbayar

Contoh blog dengan jasa WordPress berbayar

Nah, sekarang ke kendala utama dari WordPress berbayar, uang! Kalau kamu ingin blogmu tampil lebih hebat lagi, kamu harus berlangganan program Premium. Begitu juga kalau kamu ingin memasang iklan dan ingin mendapatkan bayaran alias monetisasi, kamu juga harus berlangganan program Premium.

Kalau kamu ingin memiliki akses kustomisasi secara penuh pada blogmu dan memasang widget dari pihak ketiga, maka kamu harus rela membayar $300 (+Rp4 juta) setiap tahunnya.

Bila dapat disimpulkan, inilah pro dan kontra menggunakan WordPress berbayar:
+ Custom domain yang terkesan profesional.
+ Keamanan yang sudah dijamin oleh WordPress.
+ Kemudahan oleh tim WordPress yang memberikan lebih banyak waktu bagi user untuk fokus mengurus konten.
– Pilihan kustomisasi yang terbatas oleh jenis program langganan.

Langsung Turun Tangan Membangun Blog dari 0 dengan Membeli Hosting dari Pihak Ketiga

Wordpress berbayar

Ini dia pilihan untuk kamu yang pengen repot serepot-repotnya dalam mengurus blog. Beli hosting di luar, install WordPress dari WordPress.org, install theme, dan rombak blogmu sesuka hati dengan coding.

Apa keuntungan pilihan satu ini? Banyak! Tapi, pada dasarnya kamu bisa bebas mengubah tampilan blogmu dan memasang widget dari pihak ketiga tanpa harus membayar biaya langganan WordPress. Lalu, di mana kamu mendirikan blog pribadimu kalau bukan di WordPress? Jawabannya adalah kamu harus membeli hosting dari pihak ketiga.

Kalau membeli hosting dari luar, kamu bisa menggunakan berbagai plugin dan widget yang penting seperti Google Analytics, Yoast SEO, dan masih banyak lagi. Cocok sekali untuk kamu yang sudah mengerti cara meningkatkan performa blog melalui SEO dan cara membaca tren pengunjung.

Wordpress berbayar

Contoh blog dengan jasa hosting dari luar

Wah, enak sekali ya bisa mengatur blog sebebas-bebasnya. Tapi, jangan senang dulu. Kamu harus tahu juga risiko dari membeli hosting di luar. Pertama, kalau ada bugs, spam, dan masalah teknis lainnya, kamu harus mengurusnya sendiri secara langsung. Hal tersebut juga berlaku untuk keamanan blogmu. Semua tergantung dari pihak yang menjual hosting. Setiap penyedia hosting pasti punya standar keamanan yang berbeda dan memberikan jaminan keamanan yang berbeda pula.

Bila dapat disimpulkan, inilah pro dan kontra membeli hosting dari pihak ketiga:
+ Kebebasan untuk memakai plugin dan widget dengan harga yang jauh lebih murah.
+ Kebebasan untuk mengatur tampilan blog sesuka hati tanpa harus terbatas oleh layout dari theme yang tersedia.
– Setiap penyedia hosting akan memiliki standar dan harga yang berbeda.
– Permasalahan dalam blog harus diurus sendiri.


Nah, itulah tadi perbedaan dari WordPress gratisan, WordPress berbayar, dan menggunakan jasa hosting dari luar. Kalau bisa diambil kesimpulan, WordPress gratisan itu bagus untuk kamu yang mau coba iseng-iseng ngeblog. WordPress berbayar cocok untuk kamu yang ingin mengelola blog secara lebih profesional, tapi tidak punya waktu untuk mengurus segala hal kecil dalam blogmu. Nah, beli hosting di luar cocok bagi kamu yang siap untuk mengerjakan dan mempercantik blogmu mulai dari 0.

Nah, sudah tidak terjebak dilema lagi, kan, dalam menentukan pilihan untuk blogging?

Sumber gambar: Odissey, Moneymax, Elle Kaplan, Lewton Bus

Related Posts

 
Site Menu