distraksi saat menulis

5 Distraksi Laknat Ini Paling Mematikan Produktivitas! Yuk, Cari Solusinya!

Setiap penulis, baik pemula maupun profesional, tidak jarang mendapatkan distraksi saat menulis yang menyebabkan rusaknya konsentrasi, kemudian berujung pada hilangnya ide-ide cemerlang dan waktu produktif yang berharga.

Distraksi saat menulis bisa bersumber dari diri sendiri, misalnya berfantasi di siang hari, browsing, mendahulukan rutinitas lain, atau pengen memesan secangkir kopi lagi. Begitu juga faktor eksternal, seperti ajakan makan siang dengan teman, candaan rekan kerja, atau bahkan Krispy Kreme yang baru buka di mall dekat tempat kerjamu.

Buat kamu yang sering ‘kalah’ dan membayar waktu menulismu untuk distraksi-ditraksi laknat ini, saya mengerti perasaan Anda! Apakah ada cara untuk mengatasinya? Tentu! Ini 5 saran dari saya buat Anda yang kebingungan menangani distraksi saat menulis!

Distraksi saat menulis apa saja yang perlu kamu hindari? Caranya?


1. Internet adalah distraksi menulis yang paling besar!

Distraksi saat menulisHidup di era digital, media sosial selalu menjadi tempat berlabuh bagi orang-orang. Bagi penulis, media sosial dapat dijadikan sebagai salah satu medium untuk mempublikasikan tulisan mereka.

Di sisi lain, media sosial bisa menjadi batu penghalang bagi produktivitas penulis, seperti mengakses laman media sosial di saat sedang menulis sehingga pekerjaan selesai lebih lama dari biasanya. Atau lebih parah lagi, malas untuk memulai tulisan karena terlalu asik nge-scroll timeline Instagram!

Para penulis tentunya tidak ingin mendapatkan distraksi saat menulis karena media sosial. Oleh karena itu, hindari membuka tab media sosial pada browser saat sedang menulis. Apabila perlu, log out semua akun media sosial di gadget maupun laptop saat sedang menulis.

Kemalasan untuk log in ulang sangat efektif untuk meminimalisir distraksi saat menulis dan kamu bisa menjadi lebih produktif!

2. Self-doubt yang berlebihan

Distraksi saat menulisDistraksi ini bersumber dari diri sendiri. Tidak jarang penulis merasa ‘minder’ dengan apa yang sedang dikerjakan, berpikir kritikan keras yang didapat, atau terlalu khawatir tulisan tidak cukup oke untuk pembaca. Sehingga, penulis bakal berhenti menggerakkan jari pada tuts keyboard atau menggoyangkan tinta pada helaian kertas.

Tidak perlu mengkhawatirkan perihal-perihal tersebut, karena hanya merupakan distraksi saat menulis. Tetaplah menulis dan jangan berhenti sebelum kamu menyelesaikannya. Kamu bisa mencari opini dan kritik positif dan membangun. Cobalah beselancar sedikit dan cari cerita-cerita sukses penulis terkenal. Mereka pasti pernah melewati masa-masa self-doubt seperti kamu sekarang!

Daripada kamu khawatir dan bikin stres diri sendiri, mending kamu lakukan riset tentang apa yang disukai oleh pembacamu. Lakukan pendekatan dari hasil temuanmu. Kamu nggak mungkin jadi super hebat dalam satu malam. Oleh karena itu, melangkahlah pelan-pelan dari sekarang, jauhkan diri dari self-doubt yang beracun.

3. Menunggu datangnya inspirasi

Distraksi saat menulisGuys, menulis itu tidak sesulit yang di bayangkan. Inspirasi pun dapat kamu temukan kapan pun dan di mana pun. Jika kamu menanti datangnya inspirasi cemerlang dengan berdiam diri, itu sama saja dengan membuang waktu!

Tetaplah menulis sekalipun kamu sudah stuck, jangan biarkan diri kamu berhenti terlalu lama. Todd Henry, penulis buku best seller “Manage Your Day-to-Day”, bahwa ide-ide cemerlang justru bermunculan ketika kamu menulis. Melalui aktivitas menulis, kamu melatih otak untuk mendeskripsikan persepsi mengenai realitas yang dipadukan dengan imajinasi kamu. Itu sebabnya, ide-ide kreatif bermunculan ketika kamu menulis.

Jika kamu butuh break atau istirahat, kamu bisa melakukan beberapa aktivitas yang tidak hanya merelaksasikan saraf-saraf di otak kamu namun juga memicu kreativitas menulis kamu. Kamu bisa mencoba untuk mendengarkan musik klasikal Mozart, duduk di atas kotak, atau berkunjung ke coffee shop terdekat.

Asalkan ingat satu hal: kamu tidak membuang waktu untuk berpikir terlalu banyak, dengan otak yang buntu.

Baca Juga: Haruskah Kamu Berhenti Menulis?

4. Melakukan rutinitas lain (yang tidak ada sangkut pautnya dengan menulis)

Distraksi saat menulisSetiap orang punya hobinya masing-masing. Seringkali hobi tersebut menjadi rutinitas. Bermain game, membaca komik, memasak, menonton drama Korea, dan lain-lain. Rutinitas yang seperti ini juga sering menjadi distraksi saat menulis bagi penulis pemula maupun profesional.

Bahkan nggak jarang kita menggunakan alasan pekerjaan rumah tangga untuk menjauhkan diri dari menulis. Misalnya, jemuran yang belum diangkat, kamar yang belum dibersihkan, atau halaman depan rumah yang belum disapu. Alasan-alasan tersebut bersifat baik, namun tujuan sebenarnya hanyalah agar kita tidak merasa bersalah.

Jauhi semua hal yang akan mendistraksi fokus kamu saat menulis. Bersihkan meja kamu dari buku komik Naruto yang belum selesai kamu baca, jangan bawa Nintendo Switch-mu ke kantor, atau hindari drama Korea ketika kamu sedang bekerja.

Namun, jika kamu merasa perlu melakukan rutinitas tersebut di sela-sela pekerjaan sebagai bentuk hiburan, kamu bisa mencoba teknik Pomodoro. Buat timer 25 menit dimana kamu fokus pada pekerjaan tulisanmu, dan kemudian kamu bisa break 5 menit untuk melakukan tugas lainnya. Cicil ya guys!

5. Dicari orang!

Distraksi saat menulisStream notifikasi di ponsel dan getaran yang tiada henti merupakan godaan dan distraksi menulis paling besar. Bahayanya dari notifikasi ini adalah kemampuannya untuk memecah konsentrasi yang dibangun susah payah. Bayangkan kamu baru mendapat ide, namun tiba tiba teng-nong, teman kamu lagi nyariin. Baru baca preview-nya, eh langsung lupa mau nulis apa. Terkadang lagi ngobrol saja bisa lupa mau ngomong apa, apalagi menulis?

Itu hanya satu orang, belum lagi bila kamu diteror oleh grup, di tanya sudah makan belum oleh pacar, dan ada telepon dari teman buat ajak jalan-jalan. Distraksi melahirkan distraksi, berujung pada produktivitas yang terhenti.

Solusi? Airplane mode!

Baca juga: Tujuh Tools Menulis Canggih Ini Bisa Bikin Kamu Makin Jago Nulis!


Lima rekomendasi di atas bisa membantu untuk ‘mensterilkan’ kamu dari distraksi saat menulis. Tidak ada lagi alasan untuk berhenti menulis akibat terdistraksi, karena dirimu sendiri bisa menjadi sumber distraksi. Oleh karena itu, selalu fokus ketika menulis dan simak tips menulis lainnya dari Blog C2live supaya semakin produktif dan kualitas tulisan kamu semakin meningkat!

Sumber : BrandfightersMaGICEvelocalGeek CultureBetterHelp.

Related Posts

Site Menu