Ekspektasi-Brand

6 Ekspektasi Brand terhadap Blogger yang Perlu Kamu Ketahui

Blogger adalah influencer. Setuju atau nggak, keberadaan blogger yang sejatinya berbagi informasi melalui tulisan seringkali menginspirasi orang-orang dengan karya-karya mereka. Memang, nggak semua blogger punya kapasitas untuk memberikan efek tertentu bagi para pembacanya. Tapi, ada banyak juga blogger yang dengan tekun dan gigih mengelola blognya hingga berhasil membangun citra dan memberikan pengaruh yang cukup kuat bagi masyarakat luas.

Karena kedekatan dan kepercayaan yang dimiliki dari beragam elemen masyarakat inilah, seringkali brand tertarik untuk menggandeng blogger sebagai partner kampanye mereka, baik itu untuk si brand sendiri secara umum, atau untuk produk-produk/jasa yang mereka tawarkan. Mungkin, sebagian besar dari kamu juga sudah menyadari maraknya pola kerja sama ini. Karena kian populer, banyak blogger yang kini pun berlomba-lomba agar dilirik brand supaya bisa diajak bekerja sama.

Namun demikian, tentunya brand nggak akan sembarang pilih blogger untuk mereka jadikan mitra. Ada standar tertentu yang mereka tetapkan untuk menyaring ribuan blog yang ada dan berminat untuk bekerja sama dengan mereka. Sebagai yang empunya kampanye pemasaran pun, brand juga pastinya memiliki harapan tertentu dari hasil kerja sama yang nantinya akan dibuahkan.

Nah, supaya kamu dan blogmu bisa semakin menarik untuk diajak bekerja sama dengan brand, mari kita simak bersama 6 hal yang menjadi ekspektasi brand ketika membangun kerja sama dengan blogger.

1. Mengenali Brand dan Produk Terkait

Ekspektasi-Brand-1

Mari kita berpikir sejenak. Ketika brand mengerjakan sebuah perencanaan iklan, jelas tujuannya adalah supaya merek atau produk yang mau dipasarkan lebih dikenal oleh masyarakat sebagai target pasarnya. Hal serupa juga tetap berlaku ketika mereka menggandeng blogger untuk kampanye iklan mereka.

Dengan demikian, kamu nggak akan bisa meningkatkan ketertarikan/kepedulian masyarakat akan brand/produk kalau kamu sendiri nggak memahaminya. Jangan remehkan para pembaca, lho. Mereka punya mata yang jeli untuk melihat apakah kamu benar-benar familiar dan memiliki kesan positif terhadap brand/produk terkait atau nggak. Jadi, jangan sampai dikira kamu melakukan branding hanya karena pekerjaan dan nggak terlihat meyakinkan, ya. Bisa-bisa, nggak cuma si brand, tapi pembaca juga akan kehilangan kepercayaan padamu.

2. Proaktif dalam Berkomunikasi dan Planning Process

Ekspektasi-Brand-2

Biasanya, ketika brand ingin mengiklankan sesuatu, ada informasi atau value terbaru yang ingin disampaikan kepada publik. Makanya, walaupun kamu sudah merasa familiar dan paham akan si brand dan produk-produknya, jangan pernah segan untuk secara aktif mencari tahu lebih banyak lagi tentang objek kampanye yang sudah disepakati. Dengan begitu, kamu juga bisa memastikan bahwa apa yang kamu pahami sudah sesuai dengan keinginan brand yang bekerja sama denganmu.

Supaya hal tersebut dapat terwujud, diperlukan komunikasi yang baik antara kamu dan brand. Tentunya, brand akan lebih senang jika kamu secara proaktif reaching out for them. Jadi, mereka nggak perlu nunggu-nuggu, tapi kamu sudah menunjukkan antusiasme untuk membuat kampanye pemasaran sukses. Komunikasi yang lancar juga sangat membantu untuk membangun hubungan kerja sama yang kondusif, lho. Yang penting, kamu harus selalu ingat agar menyampaikan tiap pertanyaan ataupun gagasan dengan sensible.

3. Lakukan Branding dengan Lugas

Ekspektasi-Brand-3

Tujuan brand menggandeng influencer adalah supaya efek yang mereka ciptakan kepada target pasar lebih kuat dibanding metode pemasaran biasa. Karenanya, ketika kamu bekerja sama dengan brand untuk produksi iklan mereka, kamu nggak bisa melakukannya dengan hanya melakukan blogging seperti biasanya.

Percuma saja jika brand sudah menyusun strategi iklan yang sangat menarik, tapi kamu sebagai influencer malah nggak bisa menekankan elemen pemasaran yang justru perlu disampaikan pada target pasar. Pasalnya, brand pasti punya harapan bahwa si influencer bisa membuat para pengikutnya untuk turut menaruh minat pada produk yang diiklankan si blogger itu sendiri.

Jadi, sampaikan tujuanmu dengan jelas. Namun, sebaiknya jangan sampai terlalu terkesan hard-selling, walaupun sebenarnya hal ini kembali lagi pada preferensi brand yang merekrutmu.

4. Be Punctual

Ekspektasi-Brand-4

Ketepatan waktu merupakan bagian dari profesionalisme. Segala pekerjaan tentu perlu ketepatan waktu untuk membuahkan hasil yang paling optimal. Apalagi, jika pekerjaan melibatkan lebih dari satu pihak. Tentunya masing-masing memiliki perencanaan waktu tersendiri, sehingga permasalahan waktu pun biasanya menjadi bagian dari kesepakatan hubungan kerja sama.

Nah, jika kamu sudah diberikan kepercayaan untuk menjadi mitra pemasaran brand/produk, maka kamu perlu melakukan segala sesuatu dengan tepat waktu, entah itu berkaitan dengan kehadiran saat meeting, photoshoot, menerbitkanposting, hingga memberikan laporan tertentu bagi si brand. Dengan demikian, si brand akan senang karena merasa waktunya dihargai dan nggak dibikin repot untuk menunggu setiap kali ada yang perlu dilakukan.

5. Kooperatif

Ekspektasi-Brand-5

Namanya juga bekerja sama, tentu perlu adanya kooperasi antar pihak yang terlibat. Kalau sama-sama mengedepankan ego masing-masing, tentu nggak akan ada kerja sama yang bisa terjalin. Baik kamu dan brand sama-sama memiliki kepentingan. Karenanya, bersikaplah seprofesional mungkin selama proses kerja sama berlangsung.

Lakukanlah bagian-bagian yang sudah menjadi porsimu sesuai dengan ketentuan dan sebaik mungkin. Hindari sikap mau enak sendiri yang malah berujung pada melimpahkan beban pada orang lain. Jalanilah tugas yang sudah kamu sanggupi dengan semestinya. Peduli akan keberlangsungan kerja sama dan cepat tanggap menghadapi masalah juga merupakan bagian dari sikap kooperatif yang perlu kamu lakukan.

6. Nggak Bersedia Melakukan Branding Hanya Karena Barang Gratisan

Ekspektasi-Brand-6

Walaupun mendapatkan free stuff itu menyenangkan, jangan sampai kamu bela-belain bekerja dengan brand hanya karena barang gratisan! Sebab, jika kamu nggak punya interest lain selain ingin mendapatkan barang secara cuma-cuma, kerja yang kamu hasilkan nggak akan sebaik mereka-mereka yang benar-benar memiliki tujuan bernilai di balik keputusan untuk bekerja sama.
Misalnya, karena kamu cuma ingin dapat barang gratisan, kamu jadi nggak memperhatikan value dari si brand itu sendiri. Kampanye dan pemasaran lewat blogging yang kamu lakukan pun akhirnya jadi asal-asalan dan nggak powerful, karena toh kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Setelah periode kampanye selesaipun, kamu menghilang begitu saja karena sudah merasa nggak ada benefit yang kamu inginkan. Tentu brand nggak ingin bekerja sama dengan blogger yang seperti ini.

Brand ingin influencer yang digandengnya bisa benar-benar menyuarakan nilai yang ingin disampaikan lewat iklannya. Selain itu, inisiatif lebih dari blogger yang memikirkan kepentingan brand pun juga akan sangat diapresiasi, apalagi kalau blogger mau repot-repot menjaga relasi yang sudah terbangun dari kerja sama sebelumnya, pasti blogger seperti ini bakal diacungi jempol!


Sekarang, kamu sudah tahu apa yang brand cari ketika mereka mencarimu sebagai partner marketing mereka? Karenanya, jangan sampai kamu melalaikan ekspektasi brand yang sudah menaruh minat untuk bekerja sama denganmu ya. Jika kamu bisa memberikan apa yang menjadi ekspektasi brand, dijamin mereka akan puas bekerja sama denganmu dan kamupun bisa membangun relasi yang baik dengan brand tersebut.

Bagi kamu yang belum mendapatkan kesempatan tersebut, list di atas bisa banget kok kamu jadikan panduan untuk mengelola blogmu agar sesuai dengan keinginan brand-brand di luar sana. Kalau kualitas blogmu sudah memenuhi standar mereka, brand pasti juga nggak akan enggan untuk menggandeng kamu bekerja sama.

Sumber: Farm Futures, Marketing Donut, AccountingWEB, Macarons & Mimosas, Womens Health & Fitness, Free Great Picture, Walking Inside.

Related Posts

Site Menu