etika jurnalisme

6 Etika Jurnalisme Ini Harus Kamu Ingat Ketika Menulis Artikel Berita

Di zaman sekarang, semua orang bisa mendapatkan uang dari internet. Entah itu berjualan secara online, mempunyai blog pribadi, hingga menulis untuk portal berita online. Hanya bermodalkan laptop dan koneksi internet, kamu bisa mendapatkan uang saku dengan menulis artikel. Tetapi, kamu tidak bisa sembarangan ketika membuat sebuah artikel berita, karena kamu pun harus mengikuti etika jurnalisme yang ada.

Apa itu etika jurnalisme? Singkatnya, etika jurnalisme adalah kode etik yang harus diikuti oleh wartawan ketika membuat sebuah berita, mulai dari awal proses hingga akhir. Ada ratusan etika jurnalisme yang telah dibuat oleh perusahaan media profesional di seluruh dunia yang menyangkut berbagai aspek jurnalisme, semuanya berfokus pada 6 prinsip utama. Prinsip-prinsip utama itu adalah sebagai berikut.

1. Akurasi

etika jurnalismeSumber: ThoughtCo

Seorang jurnalis tidak bisa selalu memberitakan “kebenaran”, tetapi memberitakan informasi yang “akurat” dengan fakta-fakta yang ada adalah hal yang penting. Ketika menulis sebuah berita, pastikan kamu memberitakan fakta-fakta yang kamu punya dan sudah dikonfirmasi dengan sumbernya.

Ketika kamu tidak bisa memastikan fakta yang telah diterima sudah benar apa belum, kamu harus menyampaikannya di artikel. Jangan sampai kamu terlanjur memberitakan hal yang belum tentu fakta kepada publik tanpa mengecek terlebih dahulu, karena lebih sering daripada tidak, hal yang kamu lakukan bisa merusak nama baik seseorang secara permanen.

2. Independen

etika jurnalismeSumber – QuotationOf

Jurnalis harus independen dan objektif dalam memberitakan sesuatu. Tidak boleh ada keberpihakan kepada suatu individu, organisasi, korporat, ataupun badan politik manapun sehingga tidak ada bias ataupun conflict of interest. Conflict of interest dalam hal ini merupakan keadaan dimana seorang jurnalis mempunyai kepentingan pribadi, baik dalam hal finansial ataupun bukan, dengan seorang individu ataupun sebuah organisasi sehingga dapat merusak kredibilitas berita yang ditulisnya. Contoh paling mudah adalah seorang jurnalis menutup-nutupi sebuah fakta penting dalam berita yang ditulisnya karena dijanjikan hadiah.

Oleh karena itu, hindari menerima hadiah dalam jenis apapun sebagai imbalan, karena itu akan membuatmu menjadi cenderung tidak objektif dan menutup-nutupi apa yang seharusnya diberitakan. Duh, jangan sampai deh kamu menjadi “jurnalis orderan”!

3. Adil dalam Pemberitaan

etika jurnalismeSumber – BlogsNow

Setiap cerita selalu mempunyai dua sisi, bahkan lebih. Sebuah artikel yang ditulis haruslah memberitakan sisi-sisi yang berbeda agar berita berimbang. Sebagai jurnalis, kamu bertanggung jawab untuk mengecek emosi dan perasaan pribadimu tidak mempengaruhi apa yang kamu beritakan, sumber berita yang kamu gunakan, ataupun apa yang menjadi fokus berita. Kamu nggak boleh menulis berita yang hanya memuaskan ego dan pandangan kamu saja lho, guys.

Misalkan saja ada berita soal penggusuran desa masyarakat adat oleh aparat pemerintah. Untuk menciptakan artikel berita yang sesuai dengan etika jurnalisme, kamu harus menyajikan sudut pandang aparat pemerintah dan masyarakat adat ketika melaporkan fenomena tersebut.

4. Humanis

etika jurnalismeSumber – thebureauinvestigates

Sebagai seorang jurnalis, kamu harus tahu konsekuensi yang akan muncul dari berita yang kamu tulis ataupun foto yang kamu gunakan. Untuk setiap artikel yang kamu publish, akan ada timbal balik dari masyarakat yang membacanya. Entah apakah timbal balik itu positif atau negatif. Maka dari itu, gunakanlah bahasa yang baik dan hindari gambar kekerasan berlebih dalam foto yang ditampilkan.

5. Akuntabilitas

etika jurnalismeSumber – DailyDot

Salah satu etika jurnalisme yang kamu harus tahu adalah akuntabilitas. Akuntabilitas sendiri adalah perihal tanggung jawab. Seorang jurnalis harus bertanggung jawab terhadap artikel yang ditulisnya sendiri.

Respon seorang jurnalis yang profesional ketika melakukan kesalahan dalam memberitakan sesuatu adalah mengklarifikasinya dengan segera, menjelaskan duduk perkara kepada publik secara transparan dan hati-hati, dan meminta maaf dengan tulus jika dibutuhkan. Jika nggak, reputasimu sebagai jurnalis bisa rusak dan perusahaan media tempatmu bekerja bisa dicap tidak fair dalam membuat berita.

6. Jangan Plagiat!

etika jurnalismeSumber – Diwalearningtown

Nah, ini dia salah satu etika jurnalisme yang paling penting, jangan plagiat! Apakah kamu ingat ketika membuat tugas kuliah/skripsi, dan kamu diwajibkan untuk mencantumkan sumber teori ataupun data oleh dosen pembimbingmu? Begitu pula dengan menulis sebuah artikel berita. Kamu harus mencantumkan sumber asli yang dipakai di artikel yang kamu buat, atau kamu bisa dimarahi editor, atau yang paling buruk, kamu bisa dicap pencuri oleh publik!


Itulah enam etika jurnalisme yang kamu harus ketahui agar tidak terkena masalah dalam proses pembuatan hingga penerbitan berita. Menghafalkan dan mengamalkan keenam etika jurnalisme di atas mungkin adalah hal yang sedikit sulit bila kamu belum terbiasa, tetapi ada baiknya kamu segera mengikuti etika-etika jurnalisme di atas agar kedepannya kamu bisa menjadi pribadi yang lebih profesional.

Related Posts

 
Site Menu