Gita Cinta dari Pulau Kepa

Sesaat ku pejamkam mata, aku merasa ini seperti mimpi. Tetapi ketika ku buka mataku kembali, tetap saja keindahan itu yang terpampang. Kepa, eksotika dan indahmu memikat hatiku.

Aku terpaku di dermaga Alor Kecil. Ku layangkan pandangan ke depan. Nampak sebuah pulau kecil menjulang tidak jauh dari dermaga. Hamparan pasir putihnya terlihat menyilaukan tertimpa sinar matahari. Pulau itu sangat dekat dengan Pulau Alor Kecil. Pulau indah itu bernama Pulau Kepa.

Pulau Kepa terletak di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dibutuhkan sekitar 10 menit dengan kapal motor dari dermaga Alor Kecil di Pulau Alor. Pulau Alor sendiri bisa ditempuh dengan penerbangan sekitar 45 menit dari Bandara El Tari Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur ke Kalabahi, ibu kota Pulau Alor.

Kalabahi menjadi tempat transit bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke gugusan pulau kecil yang mengelilingi Alor, termasuk Pulau Kepa. Dari Bandara Kalabahi di Alor, perjalanan dilanjutkan sekitar 1,5 jam dengan mobil dan dilanjutkan dengan kapal. Jarak antara Kepulauan Alor Kecil dengan Pulau Kepa hanya 500 meter, bahkan kita bisa melihat dengan jelas dari dermaga Alor Kecil. Namun tentunya untuk sampai ke Pulau Kepa sendiri, tidak dapat menggunakan kendaraan pribadi. Kecuali para pengunjung memiliki perahu, sampan, atau speedboat pribadi untuk dapat menyeberangi lautan hingga ke Pulau Kepa.

Namun jangan khawatir, karena untuk menuju ke pulau ini telah disediakan sarana transportasi berupa perahu nelayan. Biayanya pun relatif terjangkau. Di sini para nelayan tidak hanya menawarkan jasa antar-jemput, namun juga dapat melayani pegunjung berkeliling Pulau Kepa dengan biaya yang juga terjangkau. Pulau ini belum memiliki infrastruktur yang memadai. Tidak ada jalan aspal, angkutan umum atau warung makan. Bahkan, penduduk yang tinggal di Pulau Kepa hanya sekitar 30 jiwa.

Pulau Kepa adalah sebuah pulau kecil di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang memiliki perairan laut biru jernih mempesona. Pulau Kepa sangat indah sehingga mampu menghipnotis para pengunjung. Pulau Kepa memiliki hamparan pasir putih nan halus dengan suasana tenang dan damai. Memandang samudera dengan berbagai bukit hijau yang menawan dan pulau-pulau kecil di sekitar Kepa akan memberi ketenangan.

Alor memiliki 15 pulau dan enam diantaranya berpenghuni. Pulau Kepa merupakan salah satu pulau besar yang ada di Alor. Alor sendiri dinominasikan sebagai surga karang. Keindahannya sangat menawan karena kondisinya masih alami dan asli.

Pulau Kepa seperti pulau yang terlupakan karena jauh dari peradaban. Tapi, kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri karena masih memiliki kecantikan alami. Di pulau ini juga terdapat pondok yang bisa ditinggali. Pondok ini dirancang seperti desa tradisional Alor karena dibangun di tebing yang dekat dengan pantai dan setiap gubuk dibangun dari bambu. Jika ingin menikmati liburan di Pulau Kepa, disarankan untuk memesan sebelum datang.

Tujuan terbaik bagi yang ingin menjelajahi alam dan menikmati panorama bawah laut adalah Pulau Kepa. Karang di daerah ini dinominasikan sebagai salah satu kawasan dengan karang terindah di dunia. Hal ini tidak mengherankan karena kawasan ini dikelilingi oleh Laut Timor, Laut Sawu, dan Laut Flores yang menjadi tempat persilangan bagi paus. Jika ingin melihat kehidupan lautnya yang sangat kaya, bisa menyelam atau snorkeling di Pulau Kepa dan berenang bersama dengan ikan berwarna-warni yang kadang bersembunyi di terumbu karang.

Sebenarnya ada sekitar 42 titik menyelam yang saling berdekatan. Dengan demikian, akan memudahkan untuk menjelajahi kehidupan laut. Airnya yang seperti kristal juga menciptakan visibilitas perairan yang jelas. Jika ingin tahu lebih banyak tentang Pulau Alor dan Pulau Kepa, bisa bergabung ke paket perjalanan seperti berburu rusa, memancing, dan menyelam.

Sebuah destinasi yang menawarkan kejernihan air, putihnya pasir dan ketenangan alam berada di pulau ini. Sangat cocok untuk para pelancong yang memang menginginkan sebuah tempat yang jauh dari keramaian dan kebisingan. Selain dapat menikmati pemandangan nan eksotik dari pantai pulau ini, para wisatawan dapat juga melakukan kegiatan snorkling ataupun diving.

Pulau Kepa memang sungguh indah. Apalagi ketika laut biru sedang jernih-jernihnya, juga saat gelombang dengan tenang mengalunkan ombaknya. Mungkin karena merasa tenang aman dilindungi oleh dua pulau besar di depannya, Pulau Ternate dan Pulau Pura. Pulau Ternate dan Pulau Pura yang tampak dari Kepa adalah dua pulau besar selain Pulau Alor di Kabupaten Alor.

Selain merupakan sebuah pulau yang eksotis, di Pulau Kepa jika beruntung kita dapat menikmati fenomena air laut dingin. Fenomena ini ialah sebuah fenomena dimana ketika air laut dingin berlangsung, semua ikan di laut akan mati dan penduduk di sekitar pesisir berbondong bondong mengambil ikan yang mati mengambang untuk di konsumsi. Fenomena ini terjadi pada Bulan Agustus dan September. Fenomena ini sudah berlangsung  bertahun tahun dan pernah juga diteliti, namun fenomena ini masih sangat misterius.

Air laut dingin selain menyebabkan semua ikan-ikan kecil mati, fenomena tersebut juga memancing puluhan lumba-lumba untuk keluar ke permukaan. Lumba-lumba tersebut bersaing dengan burung-burung laut memakan ikan-ikan kecil yang mati. Mereka menyebar di perairan Pulau Kepa dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan sampai hampir menyentuh pantai. Lumba-lumba tersebut berlompatan ke permukaan seperti menari. Dari semua penjuru. Timur, Selatan, Barat, Utara, semua sisi terlihat banyak lumba-lumba menampakkan diri.

Saat kaki dicelupkan ke air laut, rasanya seperti dicelupkan ke dalam air es. Dingin sekali, oleh karena itu tak heran jika ikan-ikan kecil langsung mati. Sungguh beruntung saat berkunjung bisa menjumpai fenomena tersebut karena memang hanya terjadi setahun dua kali dan itu hanya berlangsung masing-masing selama tiga hari saja setiap bulannya.

Di Pulau Kepa juga terdapat sebuah penangkaran tukik. Memang tidak besar, tapi sangat bermanfaat sekali untuk menjaga kelestarian tukik. Dikelola oleh orang lokal Alor secara swadaya. Sungguh sebuah usaha yang pantas mendapat apresiasi karena ditujukan untuk kelestarian alam.

Saat berkunjung ke sana kami mendapat kesempatan untuk melepaskan tukik-tukik yang baru menetas ke lautan. Melepas tukik ke lautan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Pelan-pelan tukik-tukik kecil itu diletakkan ke pasir pantai, mereka berjalan cepat menuju air. Sesaat kemudian ombak menggulung mereka. Menarik mereka membawa ke laut lepas. Jika sudah besar, mereka akan kembali ke darat untuk bertelur. Dan telur-telur tersebut akan diambil kemudian dibawa ke penangkaran untuk ditetaskan.

Keindahan Pulau Kepa sepertinya tidak cukup dilukiskan dengan kata-kata. Biru langitnya, biru dan jernihnya perairannya, ekosistem yang terjaga, keanekaragaman hayatinya, taman lautnya, semua sangatlah indah. Terpencil dan terabaikan, tetapi mempunyai rahasia keindahan yang dicari oleh para penikmat alam. Dan sayangnya, lebih banyak turis mancanegara yang berkunjung ke sana dibandingkan turis lokal.


Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Langkah Kaki Kecilku. Bila kamu juga ingin membagikan artikel kamu di C2live, segera hubungi putra@c2live.com.

Anyway, sebagai blogger, yuk aktif berpartisipasi untuk mengikuti berbagai kompetisi blog yang ada untuk mengasah kemampuanmu. Kebetulan C2live lagi menyelenggarakan kompetisi bertema “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja”, nih. Yuk, sebarkan suara positif sebagai blogger sekarang juga!

Related Posts

Site Menu