Pixar

Ingin Menjadi Penulis Kreatif Team Pixar? Ikuti 8 Aturan Ini!

Siapa, sih, di dunia ini yang nggak tahu Pixar? Studio asal Amerika Serikat ini sudah melahirkan banyak karya animasi yang keren di kancah perfilman internasional, seperti Finding Nemo, Wall-e, Toy Story, dan masih banyak lagi. Nah, berkaitan soal ini, salah satu orang terpenting dalam Pixar, Benhard Haux membagikan beberapa tips bagaimana caranya agar kamu bisa menjadi penulis yang kreatif di Pixar. Apa saja, ya, kira-kira tips tersebut? Langsung intip aja, yuk, agar kamu bisa membuat cerita yang keren a-la Pixar.

1. Kesabaran dan Kegigihan

Pixar

Bernhard bercerita tentang seorang teman yang setiap hari pekerjaannya hanyalah menggambar. Lebih dari tiga tahun, temannya menekuni kesukaannya. Namun, ketekunan dari temannya selama tiga tahun ini tak sia-sia. Hasil yang diperoleh setelah tiga tahun berbuah sangat manis. Dia juga bercerita mengenai Looney Toons, animator legendaris Chuck Jones. Chuck menggambar lebih dari 100.000 gambar sebelum akhirnya ia memiliki gambar yang epik dan mengesankan.

Pesan dari cerita ini adalah, kamu nggak akan bisa memiliki hasil yang bagus secara instan. Namun, ketika kamu gigih, hasil yang maksimal nggak pernah akan membohongimu.

2. “Pembaca Tertarik” dan “Penulis Suka” Itu adalah Dua Hal yang Berbeda

Pixar

Yang kedua, apa yang membuat pembaca itu menarik dan penulis sukai adalah dua hal yang berbeda. Belum tentu apa yang menarik di hadapan penulis akan menarik di hadapan pembaca. Begitupun sebaliknya. Karena itu, kamu harus memperhatikan apa saja yang membuat pembaca tertarik dengan karyamu melalui sebuah riset. Jangan pernah paksakan kesukaanmu masuk dalam cerita. Karena cerita tersebut hanya akan unik ketika di baca olehmu.

Contohnya saja, Bernhard nggak akan mengambil gagasan bahwa tulisan yang ia buat adalah yang terbaik. Melainkan, ia akan berdiskusi dengan beberapa orang yang berbeda untuk mendapatkan pendapat yang bermacam-macam. Dengan ini, ia akan mendapatkan detail-detail cerita yang mungkin tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Coba bayangkan kalau Bernhard melihat cerita hanya dari sisinya saja, pasti studio animasi Pixar nggak akan sebesar sekarang. Karena bagi Bernhard, pengalaman boleh sama, tapi detail dan interpretasi yang dilihat oleh masing-masing orang itu berbeda.

3. Rancang, Rundingkan, dan Pilih yang Terbaik

Pixar

Ketika seniman Pixar menciptakan karakter, itu bukanlah masalah satu seniman saja. Bukan hanya masalah seorang pembuat sketsa. Namun, yang mereka lakukan adalah duduk mengelilingi meja dan menggambar gagasan, memasukkannya ke meja diskusi dan membicarakannya dengan sesama teman kerja. Ribuan sketsa muncul dari proses ini, sampai mereka menemukan karakter yang pas dan terbaik.

Dari proses di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa sebuah pengambilan keputusan untuk menampilkan sesuatu pada audiens nggak bisa dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan kerja keras untuk meraih sebuah kesuksesan. Nah, hal ini sama dengan pengunjungmu. Pembaca nggak suka sama karakter yang lembek dan terlalu suka mengalah atau pasrah. Pembaca akan suka dengan karakter berprinsip kuat dan fokus pada tujuannya.

Dalam hal ini, untuk mendapatkan hal ini kamu harus baca ulang mapping karakter yang sudah dibuat dan lihat apakah karakter tersebut masih lembek atau sudah sekuat itu? Kalau masih lemah, segeralah ubah agar ceritamu semakin keren. Nah, hal itu juga sama untuk tulisanmu. Jika kamu ingin meraih kesuksesan serupa melalui karyamu, lakukanlah proses seperti di atas untuk menampilkan yang terbaik bagi pembacamu.

4. Fokus

Pixar

Di sini, kamu harus tahu benar apa yang kamu inginkan dari cerita. Beberapa studio Pixar, melakukan outsourcing pekerjaan animasi mereka di luar negeri. Akibatnya para animator sering nggak tahu film dan nggak begitu peduli sama proses akhirnya karena mereka hanya melakukan satu potong adegan yang kecil. Nah, di Pixar nih semua orang yang terlibat tahu apa tujuan mereka yaitu membuat film terbaik. Mereka bangga dengan misi tersebut. Setiap orang akan diinvestasikan dalam misi, dan semua orang akan benar-benar peduli dengan pekerjaan yang mereka.

Untuk menjadi penulis yang kreatif, kamu harus banget tahu apa tujuan dan misimu. Apakah hanya iseng menulis sebuah cerita? Ataukah kamu ingin karyamu dihargai oleh orang lain? Tentukan dan berikan yang terbaik!

5. Jalankan Inti Cerita

Pixar

Maksud dari langkah ini adalah kamu perlu menyederhanakan konflik yang menjadi tujuan akhir tokoh dengan mengkombinasikan peran karakter-karakter yang dimiliki demi mendapatkan tujuan tersebut, seperti yang terjadi dalam kisah “Finding Dory”. Buang bagian-bagian yang nggak penting. Sekalipun sayang, kalaupun itu bisa bikin ceritamu lebih keren, kenapa nggak?

Atau, kamu tahu juga tentang film Brave? Dalam film tersebut, banyak adegan yang dihapus. Tapi, coba kamu lihat, deh, hasilnya. Bagus banget, kan? Coba bayangkan kalau misalnya Pixar nggak menghapus beberapa bagian film tersebut. Film akan terasa lima kali lebih lama dan pastinya sangat membosankan dan nggak jelas arah ceritanya akan ke mana. Ambil saja inti cerita yang ingin kamu highlight agar mendapatkan akhir yang menakjubkan.

6. Kelilingi Diri Sendiri dengan Orang-orang Positif

Pixar

Percaya, deh, tips yang satu ini bukan sekadar saran normatif. Jika kamu ingin sukses menjadi penulis kreatif, dekatilah orang-orang yang bisa mendukung dan menginspirasimu untuk mendapatkan tujuan tersebut.

Ketika Bernhard diwawancarai di Pixar beberapa tahun lalu, hal tersebut pada akhirnya membutuhkan waktu sepanjang hari. Tapi ia nggak menyesal, karena melalui wawancara seharian itu, ia jadi bisa bertemu dengan berbagai orang dengan karakter positif yang menginspirasi. Nah, apalagi sekarang ia sudah berhasil masuk ke dalam lingkup tersebut dan bekerja bersama orang-orang tersebut. Otomatis, atmosfer dan interaksi yang ia dapatkan di tempat bekerjanya akan mempengaruhi budaya dan pola kerjanya untuk menghasilkan hal-hal yang positif dan menginspirasi pula.

7. Jangan Pernah Meninggikan Ego-mu

Pixar

Di Pixar, akan banyak animator yang mengumpulkan sketsa besar untuk diajukan ke dalam sebuah film animasi. Namun, dari ribuan sketsa yang dilempar ke gagasan tersebut, faktanya hampir kebanyakan dari ide tersebut nggak akan digunakan. Sketsa tersebut bakalan dibuang. Nah, kalau kamu adalah salah satu animator atau penulis script-nya, apakah kamu bakalan menyerah gitu aja? Yup, ini memang proses yang sungguh menyakitkan. Bagi Pixar sendiri, membuang sketsa-sketsa yang mengagumkan bukanlah hal yang mudah. Namun, mereka harus melepaskan ego-nya untuk kepentingan proyek bersama.

Dari cerita diatas kamu sudah mengerti kan apa yang dimaksud? Yup, kamu harus bisa mengesampingkan ego-mu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.

8. Bantulah Mereka yang Baru Saja Memulai

Pixar

Apakah kamu tahu, Bernhard mau meluangkan beberapa waktunya kepada orang lain hanya untuk memberikan penjelasan kepada beberapa pemuda yang tertarik dengan animasi komputer? Ia berkata bahwa walaupun sekarang ia berada di posisi atas, ia sangat senang menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang ia ketahui. Passion and dreams are important to keep alive. Nah, berapakah dari kamu yang mau melakukan hal seperti di atas?


Sekarang sudah ngerti, kan, apa aja yang harus kamu terapkan kalau kamu pengen jadi penulis super kreatif kayak yang di studio Pixar? Ingat ya! Kuncinya adalah jangan pernah menyerah. Semua pencapaian dan perubahan membutuhkan proses. Sekarang pekerjaanmu adalah menerapkan tips ini dan menulis cerita yang keren dan enak buat dibaca.

Biar tambah keren lagi, jangan lupa buat terus timba ilmu menulis dengan cara membaca artikel lainnya yang ada di C2live, ya! Nggak cuma punya tulisan keren, dengan baca artikel di C2live blog, kamu juga memperkaya pengetahuanmu tentang blogging.

Sumber:
Pixar Wiki, Robert Ashton, Child’s Health, BestDay, Technical Game Design, Gendmuda, Happyness,
Eventbrite,
Unicornyar.com.

Related Posts

Site Menu