tulisan-dibantai-editor-fitur

Tulisanmu Dibantai Editor? Jangan Langsung Marah, Kenali Dulu Peran Editor Bagimu

Sebagai seorang freelancer, menulis memang terkesan santai. Namun, kamu tetap tidak akan terhindar dari yang namanya editor. Wajar saja, setiap tulisan yang kamu kirim dalam pekerjaan freelance pasti harus dinilai dulu oleh editor. Interaksi freelancer dengan editor sendiri tentu tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya tulisanmu dikembalikan dengan segudang revisi dan catatan yang mesti diperbaiki atau bahkan ditolak. Bagi banyak freelancer, itu adalah momen ‘dibantai editor’.

Saat kamu dibantai editor seperti itu, kamu bisa merasa harga dirimu terlukai, merasa frustrasi, dan ingin mengamuk sama editor. Perasaan tersebut dapat dimengerti karena bisa jadi bagi seorang penulis freelancer, tulisan sudah dianggap sebagai anak sendiri. Meski demikian, bukan artinya kamu berhak marah-marah pada editor karena telah melakukan koreksi atau penolakan atas tulisan kamu. Bila karya tulis itu ibaratnya anak dan penulisnya adalah orang tua, bisa dibilang editor itu gurunya!

Maka dari itu, sebaiknya kamu kenali dulu apa itu peran seorang editor agar kamu dapat memahami posisi dan tugas yang mereka emban sebagai jembatan antara kamu dan klien. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Gatekeeping dan Editing Adalah Tugas Utama Mereka

tulisan dibantai editor 2

Jelas, pekerjaan editor adalah menyunting tulisan yang masuk sebelum mereka ditayangkan. Tapi, editor juga bekerja sebagai gatekeeper bagi konten yang masuk dan akan tayang dengan menyaring mereka berdasarkan kualitas standar yang telah ditetapkan. Para editor inilah yang memastikan bahwa hasil tulisan para freelancer dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan para klien dengan kualitas yang memuaskan, sehingga menghindarkan konten yang mereka salurkan dari hasil tulisan asal jadi.

Bila tulisanmu dikembalikan dengan banyak revisi atau bahkan ditolak, itu artinya pertanda bagus! Kok, bisa? Tentu bisa, karena itu artinya editor kamu telah melakukan tugasnya dengan baik. Mereka peduli dengan tulisan yang nantinya akan diberikan pada klien agar memberikan hasil yang memuaskan. Menjaga kualitas konten tidak hanya berarti baik bagi kepuasan klien, tapi juga menajamkan kemampuan penulis freelance dalam memenuhi tuntutan tersebut.

Percayalah, bila tulisanmu terus diterima tanpa ada revisi atau feedback yang berarti, itu artinya memang kemampuan tulisanmu luar biasa berbakat atau editor kamu tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Di situasi yang mana pun, kondisi demikian tidak akan baik bagimu selaku penulis karena kamu akan kesulitan mencari tahu di mana lagi kamu dapat dan harus berkembang.

Tidak Hanya Merevisi, Editor Juga Membimbing Penulis

tulisan-dibantai-editor-3

Bagi seorang editor, tidak ada yang lebih baik daripada seorang penulis berbakat yang bisa menghasilkan tulisan bagus secara berkala. Karena percayalah, editor yang digempur puluhan hingga ratusan tulisan tiap minggunya dengan berbagai macam kualitas akan merasa senang ketika menangani tulisan yang bagus. Apabila tulisan bagus tersebut memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, maka editor pun akan senang hati turut membantu agar tulisan tersebut dapat mencapai potensinya yang terbaik.

Makanya revisi dari seorang editor jangan sekedar kamu pandang sebagai koreksi belaka. Bahkan, ketika editor tidak membimbing secara langsung penulisnya, bisa jadi revisi yang diberikan oleh mereka merupakan bimbingan agar kamu menjadi penulis yang lebih baik. Koreksi typo dan tata bahasa membuat kamu lebih paham dengan dasar-dasar bahasa Indonesia. Pemotongan kalimat atau paragraf yang tidak efisien dapat mengarahkan kamu agar menjadi penulis yang lebih efisien. Dan, masih ada berbagai macam saran lainnya yang dapat menajamkan kemampuan menulis kamu.

Jadi, ketika editor memberi revisi atau menolak tulisan kamu, itu bukan artinya mereka mengejek. Tapi, dengan menunjukkan kesalahan atau melakukan perbaikan atas tulisan yang telah kamu buat, mereka justru membimbing kamu selaku penulis agar berjalan ke arah yang lebih baik lagi selaku penulis.

Editor Adalah Pembaca Pertama Tulisan Kamu

tulisan-dibantai-editor-4

Ada perbedaan nyata antara menulis dengan membaca. Setiap penulis pasti pernah merasakan pengalaman dimana sebuah tulisan dirasa sudah sempurna tanpa adanya salah ketik atau typo. Tapi, ternyata begitu tulisan tersebut dirilis, segera saja banyak pembaca menunjukkan kesalahan tulis yang entah bagaimana luput dari mata kamu. Padahal, tulisan itu sudah kamu gubah selama berjam-jam lamanya.

Nah, editor di sini mengambil peran sebagai first reader atau pembaca pertama. Sebagai pembaca, editor mampu menemukan “gajah di pelupuk mata” yang tadinya luput dari penulisnya ketika tulisan tersebut dibuat. Sebagai pembaca juga, editor dapat menentukan apakah tulisan kamu secara objektif benar-benar layak baca atau tidak.

Kesalahan dalam menulis itu pasti terjadi. Bahkan setelah membaca tulisan sendiri berulang kali, ada saja kesalahan yang luput dari pengawasan kita. Jadi, apabila editor menemukan kesalahan dalam tulisan kamu, itu wajar saja karena menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang berbeda. Bahkan, boleh dikatakan sebaiknya kamu berterima kasih pada editor karena mereka memperbaiki semua kesalahan itu sebelum tulisan kamu dibaca klien atau khalayak umum.

Mereka yang Menangani dan Lebih Kenal Dengan Klien

tulisan-dibantai-editor-5

Satu hal yang jelas adalah editor selaku perantara penulis dengan klien harus mengenali sifat dari kedua belah pihak. Maka, ketika dilihat dari posisi kamu sebagai penulis, editor bisa dibilang lebih mengenal klien. Tidak mengherankan karena editor sudah pasti melakukan interaksi lebih banyak dengan klien dalam keseharian mereka menyediakan konten.

Pengetahuan dan kedekatan pada klien ini yang membuat mereka menentukan konten macam apa beserta kualitas yang dapat benar-benar diterima dan bahkan disukai oleh kliennya. Maka, kamu sebagai penulis jangan heran apabila tulisan yang kamu berikan mendapat revisi atau penolakan pada bagian yang kamu kira tidak bermasalah sebelumnya. Karena kedekatan serta pengetahuan atas klien memberikan editor sudut pandang yang berbeda dan juga lebih matang.

Kelak, ketika kamu menangani tulisan dari klien yang sama dalam waktu lama, kamu pun perlahan akan mengenali karakteristik mereka. Namun meski demikian, editor akan tetap memiliki posisi yang lebih baik karena tidak hanya mereka lebih banyak berinteraksi dengan klien, tapi juga berinteraksi dengan kamu selaku penulis. Inilah yang memberikan mereka posisi baik selaku penjembatan.


Memang penjabaran di atas mengenai tugas editor terbilang cukup singkat. Namun, pengetahuan atas tugas-tugas dasar para editor tersebut dirasa memadai agar para penulis pun dapat memahami posisi apa yang mereka pegang dalam tugas mereka menangani penulis dan tulisannya. Berbagai macam revisi dan penolakan yang editor lakukan adalah semata-mata perkara profesional. Mereka tidak mengejek hasil tulisanmu, bahkan dapat dibilang mereka hendak menjadikan tulisan kamu lebih baik karenanya.

Jadi ketika berikutnya kamu mendapatkan berbagai revisi alias dibantai editor, coba kesampingkan ego dan pikiran burukmu atas editor. Selain karena itu memojokkan mereka, marah-marah hanya akan menghambat perkembanganmu sebagai penulis. Cara yang terbagus untuk menunjukkan salahnya editor justru dengan menjadi penulis yang lebih baik dengan menghindari kesalahan-kesalahan kamu yang telah mereka tunjukkan sebelumnya.

Sumber Gambar: Mindic, Brookings Institution, Pexels, Pexels, Diamond Mom Treasury

Related Posts

Site Menu