back-up

Kesalahan Blogger Ketika Melakukan Back-up Website yang Perlu Kamu Hindari!

Hi, I am Internee at Content Collision

WordPress merupakan salah satu CMS (Content Management System) yang banyak sekali diminati oleh para blogger tanah air. Hal ini salah satunya dikarenakan karena WordPress memiliki sistem keamanan yang cukup bagus dibandingkan platform CMS lainnya.

Namun demikian, masih ada saja hacker di luar sana yang terus mencoba untuk menerobos sistem keamanan WordPress. Ulah-ulah hacker ini seringkali menyebabkan kerusakan situs dan hilangnya berbagai data di WordPress.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan back-up terhadap blogmu untuk melindungi data-data yang kamu miliki. Nah, supaya kamu bisa mem-back-up data-datamu dengan baik, simak dulu kesalahan-kesalahan yang perlu kamu hindari berikut ini, ya:

1.Tidak melakukan back-up secara rutin

back-upTidak melakukan back-up secara rutin merupakan kesalahan yang besar bagi seorang blogger. Sebab, risiko kehilangan data bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kamu perlu untuk waspada setiap waktu.

Mungkin, sering-sering melakukan back-up terkesan seperti hal yang merepotkan bagimu. Tapi, kamu tetap perlu menyempatkan diri untuk menyelamatkan data-datamu secara berkala. Paling tidak, back-uplah data-datamu dua minggu sekali. Apabila kamu sudah terbiasa untuk melakukan back-up maka kamu akan memiliki perhatian lebih terhadap keamanan blogmu.

2. Memilih plugins back-up yang salah

back-upWordPress memiliki banyak sekali pilihan plugin dengan fungsi yang beragam. Namun, tidak semua plugin bisa memberikan hasil yang positif bagi blogmu. Kamu perlu menyesuaikannya lagi dengan kebutuhan blogmu. Salah-salah memilih plugin, blogmu malah bisa terancam bahaya kerusakan server atau terkena serangan siber.

Untuk menambah wawasan mengenai informasi seperti apakah back-up plugins yang baik untuk digunakan, berikut beberapa contoh plugins yang dapat kamu manfaatkan:

  • Updraftplus merupakan back-up plugin gratis dan memungkinkan penggunanya untuk melakukan back-up seluruh data WordPress pada Cloud. Selain itu, kamu dapat menggunakan versi premium apabila kamu ingin menggandakan ataupun memindahkan situsmu.
  • BackUpWordPress adalah back-up plugin yang memiliki servis cukup lengkap. BackUpWordPress juga memiliki fitur back-up schedule yang dapat memungkinkan kamu mengatur jadwalmu sendiri. Namun, kekurangannya adalah kamu perlu membayar premium agar dapat melakukan backup data pada platform Cloud seperti Google Drive ataupun Dropbox.
  • VaultPress adalah plugin yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan backup blog setiap harinya. Selain itu, VaultPress juga memiliki fitur One-Click Resorations and Repairs yang akan memperbaiki kerusakan-kerusakan data. Walaupun VaultPress merupakan plugin yang premium, namun memiliki harga yang terjangkau dan kamu tidak akan rugi apabila kamu membelinya.

3. Melakukan kekeliruan saat verifikasi back-up data

back-upKetergantungan terhadap kecanggihan teknologi menyebabkan kita lalai untuk menyadari kesalahan-kesalahan kecil dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam blogging.

Kesalahan fatal dalam verifikasi back-up data akan sangat berbahaya dalam blogmu, ada baiknya kamu berhati-hati dalam melakukan back-up situsmu. Periksa kembali juga hasil back-up agar sesuai dan cocok dengan data aslimu.

Apabila kamu mengganti plugin back-up, ada baiknya kamu melakukan pengecekan data kembali, karena mungkin saja kamu akan menemukan masalah-masalah kecil yang dapat mempengaruhi blogmu. Memperbaiki dan menemukannya masalah tersebut harus menjadi prioritas utamamu.

Baca juga: Jelajahi Seluk Beluk Fitur WordPress supaya Blogmu Makin Menawan

4. Melakukan back-up secara manual

back-upBeberapa blogger mungkin berpikir jika melakukan back-up secara manual pada WordPress miliknya merupakan hal yang baik, namun sebenarnya hal ini cukup merugikan bagi para blogger, lho. Kekhawatiran blogger pada back-up yang otomatis dan tidak ingin mengeluarkan uang pada back-up plugin yang berbayar justru akan menambahkan masalah-masalah yang baru.

Sebenarnya, melakukan back-up secara manual merupakan ide yang buruk karena kamu akan kesulitan membagi waktu untuk melakukan back-up dan mengurus blogmu. Hal ini dapat merusak seluruh jadwal yang sudah kamu siapkan pada blogmu. Selain itu, apabila kamu kehabisan waktu mengurus blog dan tidak ingat untuk melakukan back-up secara rutin, maka kamu akan kesulitan mengatur blogmu apabila diserang.

5. Hanya melakukan back-up ketika terdapat perubahan besar

back-up

Melakukan back-up sudah pasti harus dilakukan dengan baik dan rutin, tetapi biasanya sebagai blogger kita selalu fokus terhadap besarnya perubahan yang akan terjadi. Apabila, WordPress tidak melakukan update ataupun kita tidak membuat perubahan yang besar terhadap blog kita, maka kita tidak perlu repot-repot untuk melakukan back-up. Namun, hal ini justru membuat blog kamu menjadi kurang aman.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka kamu perlu menjadwalkan back-up untuk blogmu sendiri. Aturlah jadwal tersebut sehingga tidak berbenturan dan mengganggu jawdal posting kontenmu. Dengan jadwal yang baik, kamu dapat menghindari masalah maupun bug-bug kecil yang dapat terjadi pada blogmu.


Mengupayakan perkembangan blog sekaligus menganalisis perubahan yang terjadi di dalamnya membutuhkan waktu dan effort yang cukup banyak. Karena itu, ada baiknya bila kamu bisa membagi waktu untuk meminimalisir permasalahan blogging yang ada. Untuk itu, back-up sangat dibutuhkan untuk dapat menghindari segala hal yang tidak diinginkan pada blogmu dengan mudah. Hindari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi pada back-up seperti diatas agar kamu tetap dapat menjalankan blogmu dengan lancar.

Sumber gambar: TechBlogger.io, Security Magazine, hackersec, Atlanta Medical Clinic, Dolce Vita, National Summit on Strategic Communications.

Related Posts

 
Site Menu