Konten Panjang

Konten Panjang vs Konten Pendek, Mana yang Lebih Unggul?

Panjang konten seringkali menjadi pertimbangan yang membuat galau para blogger. “Lebih baik menulis konten yang panjang atau pendek?” Pertanyaan seperti ini mungkin pernah timbul di benakmu juga.

Sebenarnya, tidak ada jawaban pasti untuk hal ini. Jawaban ini mungkin terkesan menjengkelkan, namun perihal mana yang lebih baik, itu memang kembali lagi pada kebutuhan blogmu. Karena itu, kamu perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan dari keduanya agar kamu bisa menelaah mana yang lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan blogmu.

Berikut perbandingannya:

Keunggulan konten panjang

Konten Panjang

Pembahasan yang lebih in-depth

Dengan kapasitas jumlah kata yang lebih banyak, kamu berkesempatan untuk mengulas suatu topik tertentu dengan lebih detail dan mendalam. Jika kamu bisa memanfaatkan keunggulan ini dengan baik, kamu dapat membuat konten yang lebih bermanfaat dengan memuat lebih banyak informasi berguna bagi para pembacamu.

Lebih menjual

Hal inilah juga yang membuat konten panjang dianggap lebih menjual dan berdampak positif bagi pembangunan citra blogmu. Sebab, konten panjang cenderung dirangkai dengan lebih serius dan memuat banyak informasi. Karena itu, konten jenis ini dilihat lebih bernilai oleh banyak orang. Tentu saja, ini berlaku bagi konten panjang yang dibuat dengan sungguh-sungguh; bukan konten yang penuh dengan tulisan bertele-tele yang tidak padat informasi.

Potensi engagement yang tinggi

Di sisi lain, konten panjang juga memungkinkanmu untuk membangun kesan yang lebih erat dengan para pembacamu. Sebagai blogger, kamu tahu kan kalau tulisan itu merupakan salah satu bentuk ekspresi dari penulisnya? Nah, dengan jumlah kata yang lebih banyak, kamu jadi punya waktu yang lebih panjang untuk pembaca jadi bisa mengetahui lebih banyak tentang dirimu melalui tiap paragraf yang kamu utarakan.

Disukai Google

Keuntungan lainnya adalah, konten panjang memiliki potensi yang lebih tinggi untuk menduduki peringkat awal pada SERP. Mengapa? Karena algoritma Google saat ini memberikan penilaian yang lebih tinggi pada konten panjang. Walaupun ini bukan merupakan satu-satunya faktor yang dinilai oleh Google, setidaknya, tulisan yang panjang akan lebih dihargai. Ini akan membantumu untuk meningkatkan SEO blog secara keseluruhan

Memuat lebih banyak long-tail keyword

Masih berkaitan dengan SEO, konten panjang juga memungkinkanmu untuk menyelipkan berbagai long-tail keyword untuk dijadikan pertimbangan penilaian rank oleh Google pula. Sehubungan dengan hal ini, long-tail keyword merupakan salah satu senjata yang sangat perlu dioptimasi penggunaannya, terutama oleh blogger pemula dan mediokrat. Mau tahu alasannya? Coba telisik lagi jawabannya pada ulasan C2live tentang penerapan dasar-dasar SEO.

Meningkatkan waktu kunjung

Karena muatannya yang panjang, pembaca juga cenderung akan menghabiskan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan bacaan dari konten yang panjang hingga akhir. Alhasil, waktu kunjung (time on site) pembaca terhadap situsmu pun juga akan lebih lama. Time on site sendiri merupakan salah satu faktor yang diikutsertakan dalam algoritma penilaian rank sebuah situs oleh Google. Jika rata-rata situsmu mendapat waktu kunjung yang lama dan memiliki bounce rate yang rendah, hal itu akan berpengaruh positif terhadap performa SEO blogmu.

Kelemahan konten panjang

Konten Panjang

Di luar semua keunggulan yang ditawarkan oleh konten panjang, tetap ada kelemahan yang perlu kamu pertimbangkan sebagai risiko. Beberapa di antaranya adalah:

Pengerjaannya membutuhkan waktu lama

Karena sudah sepatutnya memuat banyak informasi, konten panjang biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengerjaannya. Kamu akan perlu menggali beragam informasi dari berbagai sumber untuk memastikan topik yang kamu sajikan terkupas tuntas. Setelah itu pun, kamu juga akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merangkai informasi tersebut menjadi paragraf-paragraf padu yang tetap berkesinambungan satu sama lain.

Cenderung dianggap melelahkan

Konten yang panjang tentu akan memakan waktu yang lebih lama untuk dibaca hingga akhir. Belum lagi, secara umum, konten panjang juga dicap sebagai bacaan berat yang pembahasannya terlalu serius. Bagi sebagian orang, konten seperti ini tidak cocok dengan kebutuhan mereka. Terlebih lagi, attention span masyarakat modern dikatakan sudah sangat singkat. Bacaan-bacaan yang memiliki konten panjang pun jadi dianggap terlalu melelahkan untuk mereka konsumsi sehari-hari.

Keunggulan konten pendek

Konten Panjang

Walaupun singkat, konten pendek tetap berpotensi untuk memikat hati para pembacamu. Sebab, konten pendek memiliki keunggulan sebagai berikut:

Relatif cepat dibuat

Memang, membuat konten dengan jumlah kata yang pendek tidak serta merta membuatnya bisa diselesaikan dengan kilat. Terkadang, karena kamu perlu membuat tulisan yang padat informasi dengan jumlah kata yang sedikit, kamu malah jadi membutuhkan lebih banyak waktu untuk meringkasnya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa secara umum konten pendek relatif cepat untuk dirampungkan. Sebab, hanya dengan 300-500 kata, kamu sudah bisa menyajikan suatu tulisan yang utuh.

Senjata update harian

Karena relatif bisa dirampungkan dengan cepat, kamu jadi memiliki kesempatan untuk menghasilkan tulisan yang lebih banyak dalam satuan waktu tertentu. Jadi, jika keseharianmu cenderung padat dengan berbagai kegiatan lain, konten pendek bisa kamu jadikan senjata untuk membuat blogmu tetap update dengan konten terbaru.

Kesempatan mengeksplorasi berbagai topik

Karena tidak membutuhkan riset yang intens seperti konten panjang, konten pendek memungkinkanmu untuk merambah topik-topik lain untuk dieksplorasi secara umum. Ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat blogmu memiliki cakupan pembahasan yang cukup luas, namun tetap ringan. Dengan demikian, isi blogmu akan terkesan lebih bervariasi.

Mudah dicerna

Konten yang pendek dan ringkas cenderung bersifat ringan. Ini artinya, konten jenis ini akan lebih mudah dicerna oleh para pembacamu. Di sisi lain, attention span masyarakan modern kini kian menurun. Mereka cenderung mudah berpindah fokus dari satu hal ke hal lain dan lebih menyukai bacaan yang tidak terlalu rumit. Konten pendek jelas cocok dengan karakteristik tersebut, sehingga cenderung lebih disukai oleh masyarakat awam secara umum.

Eksplorasi berbagai keyword

Karena relatif cepat dibuat, maka kamupun akan cenderung bisa menghasilkan lebih banyak artikel tulisan pendek. Oleh karena itu, kamu juga jadi berkesempatan untuk mengeksplorasi lebih banyak keyword sehingga bisa membantu peningkatan SEO blogmu.

Kelemahan konten pendek

Konten Panjang

Berisiko dianggap remeh

Konten pendek cenderung terkesan ringan dan dicari untuk bacaan santai. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun, jika kamu terlalu sering menulis konten pendek yang minim informasi, lama-lama tulisanmu akan dianggap remeh dan kurang berbobot oleh pembaca. Sebab, karena muatannya yang tidak banyak, artikel pendek biasanya mengandung informasi yang lebih sedikit dibanding artikel panjang.

Pembahasan tidak menyeluruh

Ini juga merupakan salah satu karakteristik konten pendek yang kurang menguntungan bagimu. Penyampaiannya yang singkat sering membuat pembahasan dari topik yang diangkat tidak menyeluruh. Seringkali, hal ini membuat pembaca jadi tidak puas dengan isi konten yang disajikan.

Potensi bounce rate lebih tinggi

Konten yang pendek akan jauh lebih mudah di-scanning oleh para pembacamu. Oleh karena itu, jika dalam proses tersebut ia tidak menemukan adanya hal menarik dari konten yang kamu sajikan, maka mereka dapat dengan mudah meninggalkan halaman artikelmu dalam waktu singkat. Tentunya, ini akan meningkatkan bounce rate dari situs blogmu secara keseluruhan.


Jadi, apakah kamu sudah bisa menentukan tipe mana yang paling pas untuk blogmu? Apakah itu konten panjang, atau konten pendek? Bisa jadi, kamu malah membutuhkan keduanya secara seimbang untuk pengembangan blogmu. Pada dasarnya, kamu tidak diwajibkan untuk memilih salah satu diantaranya, kok. Jadi, jangan merasa harus terpaku pada satu di antaranya, ya.

Pada dasarnya, selama konten yang kamu sajikan informatif, menginspirasi, dan sesuai dengan kebutuhan demografi pembacamu, artikelmu pasti akan ramai dikunjungi. Jadi, urusan panjang-pendeknya konten, sesuaikanlah kembali dengan kebutuhan blogmu.

Jika ada keunggulan atau kelemahan lain yang belum dipaparkan di atas, silakan tambahkan pada kolom komentar, ya. Siapa tahu, informasi yang kamu bagikan bisa berguna bagi rekan-rekan blogger lainnya!

Sumber gambar: Intheblack, Mr. Home Based, AhlanLive, Information Age, The Takeout.

Related Posts

Site Menu