artikel-pertama

Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Menulis Artikel Pertama Kamu!

Banyak yang bilang, menulis artikel pertama adalah salah satu momen paling sulit seorang penulis. Tidak hanya terhalang ide yang nggak kunjung datang, terkadang banyak juga distraksi dan permasalahan teknis yang membuat kita tidak kunjung memulai.

Bila kamu menemukan dirimu dalam situasi tersebut saat menulis artikel pertama, jangan khawatir! Blog C2live akan memberikan beberapa panduan hal yang perlu kamu lakukan sebelum memulai menulis sebuah artikel, biar kamu nggak bingung mau memulai dari mana dan bisa menulis artikel pertama dengan lebih lancar!

1. Cari dulu ide dan tema utama

menulis artikel pertamaTulisan biasanya berputar pada satu ide utama. Ketika menulis artikel pertama seringkali hal yang menghambat adalah ide utama. Untuk ini, jangan berpikir terlalu ribet. Mulailah dari yang sederhana, seperti problematika keseharian, hal-hal kecil yang membuat kamu senang, atau tips dan trik yang bisa kamu bagikan dalam melakukan hobimu.

Suka nonton film? Bikin review film favoritmu atau playlist film musim panas versimu! Suka masak? Coba buat artikel tentang hal seru yang biasa dirasakan koki rumahan. Tujuannya adalah membuatmu terbiasa dulu menuangkan pikiran dengan leluasa dan menjauhkan dirimu dari beban.

Pelan-pelan, eksplorasilah tema yang di luar zona amanmu! Coba cari perpanjangan dari topik-topik di atas, dan buat riset lebih banyak!

Oh ya, bedakan ide/tema dan judul. Tema adalah pokok pemikiran ingin dituangkan ke dalam tulisan sebelum menulis. Sedangkan judul adalah kepala artikel yang mewakili keseluruhan isi artikel sehingga bisa kamu susun di akhir!

2. Menyusun kerangka penulisan yang jelas

menulis artikel pertamaOkay, kamu sudah punya ide yang exciting. Sekarang, tugas selanjutnya adalah melakukan elaborasi terhadap ide tersebut dengan membuat kerangka penulisan. Tujuannya agar kamu lebih jelas dengan alur tulisanmu (dari mana memulai, diikuti dengan apa, dan bagaimana menutupnya), dan punya pegangan selama proses penulisan dan pengumpulan bahan.

Untuk membuat draft, kamu dapat memulainya dengan menentukan jumlah paragraf yang ingin dibuat disertai dengan isinya yang sudah disesuaikan dengan tema. Untuk listicles, kerangka bisa dibentuk lebih sederhana dengan menjabarkan poin-poin yang ingin disampaikan dalam sebuah daftar. Usahakan kamu menentukan jumlah per kata dan aspek yang dibahas sehingga terhindar dari topik yang tidak jelas atau random.

3. Mengumpulkan bahan artikel selengkap-lengkapnya

menulis artikel pertamaBiasanya ini merupakan salah satu tahap tersulit dalam membuat artikel. Setelah punya ide, kamu perlu mengumpulkan bahan dan materi! Hal paling penting untuk diingat adalah menghindari plagiarisme dan asal re-blog. Big no no!

Teliti dulu bagaimana biasanya orang menulis artikel dengan tema yang kamu tentukan. Apa yang ditonjolkan mereka, gaya bahasa, serta format yang dipakai. Apa angle yang bisa kamu ambil sehingga berbeda dengan yang lainnya?

Kamu bisa menutip ide utama atau informasi dalam artikel yang berkaitan. Namun, pastikan kamu mengakui sumber referensinya dalam artikelmu. Cari tahu juga, bagaimana kamu bisa memperoleh informasi yang lebih memadai?

Wawancara sudah pasti merupakan teknik mengumpulkan materi tulisan yang baik. Namun tahukah kamu, kalau laporan tahunan, jurnal penelitian, buku, podcast, video, bahkan di zaman sekarang, postingan media sosial pun bisa dijadikan bahan informasi eksklusif yang bisa membuat tulisanmu spesial!

Oh ya, soal pembuatan kerangka atau mencari bahan bisa dilakukan secara bersamaan, lho! Tidak peduli yang mana didahulukan, semua penulis bebeas menentukan kerangka dulu atau mencari bahan sebanyak-banyaknya dulu.

4. Rangkai paragraf pembuka dengan baik

menulis artikel pertamaKalimat pembuka adalah kalimat keramat untuk mencuri perhatian pembaca. Agar pembaca bisa menikmati isi yang kamu tawarkan, pembuka harus bersifat seperti karpet merah yang mengenalkan isi artikel, membuat orang penasaran, sekaligus memberikan kesan welcome pada pembaca.

Selain kata sapaan anekdot bisa juga dijadikan senjata untuk kalimat pertama. Biar lebih greget, kamu bisa membuka langsung dengan data dan perbandungan yang cukup wah! Contoh, “Telepon butuh 75 tahun untuk mencapai 100 juta pengguna. Candy crush hanya butuh 1. Itulah kehebatan jaringan internet, yang butuh sekitar 7 tahun untuk mencapai angka tersebut.”

Pertanyaan juga merupakan kalimat pembuka yang bagus. Misalnya, kamu bisa langsung tembak “Berapa kalori yang kamu bakar hari ini?”, atau “Kapan terakhir kamu menelpon ayah?”, agar pembaca langsung berhenti berpikir sejenak dan penasaran dengan apa yang akan kamu sampaikan selanjutnya.

Jadi, penting untuk kamu menjelaskan kalimat pertama. Jika dirasa sudah bisa mengantarkan pembaca ke arah topik yang ingin dibicarakan, maka kamu bisa lebih mudah mengajak pembaca untuk meninjau isinya. Oh ya, jangan terlalu panjang, ya! Usahakan pembuka artikel tidak lebih dari 2 paragraf untuk menghindari kebosanan!

5. Menentukan judul yang relevan dan cakep

menulis artikel pertamaJudul terkadang bisa terpikirkan berbarengan dengan tema. Namun, bagi kamu yang masih pemula dalam menulis artikel sangat disarankan untuk memilih judul ketika telah menyelesaikan tulisan.

Alsannya, agar kamu bisa memilih satu kalimat yang bisa mewakili keseluruhan tulisan dengan pilihan diksi yang unik dan membangkitkan rasa penasaran pembaca. Saat menentukan tema, mungkin kamu masih belum tahu sepenuhnya tentang apa yang bakal kamu tulis.

Sebagai tambahan, dalam menulis artikel untuk publikasi online, sebaiknya kamu tidak hanya memikirkan judul yang menarik saja. Usahakanlah untuk menyisipkan kata kunci relevan dengan intisari penulisan kamu ke dalam judul (beserta isinya).Tujuannya untuk meningkatkan SEO artikel kamu lebih mudah ditemukan oleh pembaca relevan yang mencari topik tulisanmu di halaman pencarian.


Tidak ada kata gampang dalam menulis artikel pertama. Kuncinya adalah tahu langkah langkah penting memulainya! Ketika sudah biasa, ide akan berdatangan sendiri dan kamu bisa melewati langkah-langkah di atas dengan mudah.

Usahakan untuk menulis setiap hari dan peka terhadap materi serta ide yang relevan dengan blog atau klienmu. Jika kamu sudah memulai beberapa karya, jangan malu untuk menunjukkan portofolio penulisanmu ya. Biar gampang, carilah platform yang bisa meringkasnya menjadi satu wadah sehingga mudah ditunjukkan kepada pelanggan potensial. Selamat berkarya dalam tulisan dan tunggu tips blogging selanjutnya dari Blog C2live!

Sumber gambar: Orange Inkpluscontenidos.com.arNile PostSocial Media ExplorerFYI Music News

Related Posts

Site Menu