Travelawan

Memadukan Kisah Perjalanan dengan Fotografi ala Travelawan

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

“Traveling is my main course. Foods & photography are my favorite desserts!” ~ Travelawan

Berawal dari adanya salah satu low cost carrier yang mempromosikan tiket murah pada tahun 2006, Awan Yulianto atau yang lebih terkenal dengan sebutan Travelawan mulai melabeli dirinya sebagai seorang budget traveller. Bersama 12 orang temannya Travelawan menjelajahi 4 negara sekaligus. Setelah itu, Travelawan tidak pernah berhenti mencari penawaran perjalanan ke berbagai tujuan, terutama di Asia karena lebih ramah dalam hal anggaran menurutnya.

WhatsApp Image 2018-07-27 at 3.01.52 PM.jpeg

Travelling sudah menjadi bagian dari diri seorang Travelawan sejak ia masih muda. Bersama orang tuanya, ia bepergian ke tempat-tempat indah yang ada di berbagai negara. Travelling membuat Travelawan mampu melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda, selain itu juga ia pun mampu mempelajari budaya lain dari tempat yang dikunjungi.

WhatsApp Image 2018-07-27 at 2.50.09 PM

Travelawan mulai menulis blog pada tahun 2009. Beberapa buku pun kemudian ditulisnya. Buku perjalanan pertamanya dalam Bahasa Indonesia dengan judul, “Shortrip Bangkok-Pattaya“, diterbitkan pada Maret 2013 oleh PT Elex Media Komputindo. Lalu menyusul buku kedua yang berjudul, “Happy Shopping Hong Kong” pada tahun 2014 dan sempat dicetak ulang. Kemudian lahir buku ketiganya yang diberi judul, “Wisata Hemat Turki-Istanbul & Cappadocia” tahun 2015. Disusul dengan buku ke empat yang berjudul, “Easy Trip Bangkok-Pattaya” di tahun 2016 yang merupakan edisi update dari buku pertamanya.

WhatsApp Image 2018-07-27 at 2.40.21 PM

Menurut Travelawan, blog dan buku ditulis karena mulai banyak yang bertanya mengenai tempat wisata atau destinasi wisata. Mulai dari teman, saudara, dan lain-lain. Ketika ada yang bertanya itulah maka oleh Travelawan kemudian diarahkan ke blognya (www.travelawan.com) yang mana di sana sudah lengkap terdapat info yang mereka cari tersebut.

WhatsApp Image 2018-07-27 at 3.03.22 PM

Salah satu kekuatan blogpost dari Travelawan adalah bagaimana ia memadukan cerita perjalanan yang didapat dengan momen yang ia capture melalui kameranya. Bagi seorang Travelawan, penulisan blog yang dilakukannya cenderung spontanitas. Tanpa ada arrangement terlebih dahulu. Tanpa dia harus menyusun urutan cerita yang ingin disampaikannya kepada pembaca.

Berbeda perlakuannya ketika ingin menulis buku. Menurutnya, sebelum menulis cerita untuk sebuah buku, maka ia akan terlebih dahulu mengcapture foto dan menikmati moment. Tapi biasanya, sudah ada rencana apa saja yang ingin difoto dan sudah terbayang plot-plotnya. Jadi foto diambil menyesuaikan dengan alur cerita yang sudah disusun.

Saya juga tertarik untuk mengetahui bagaimana cara menikmati moment ala seorang Travelawan. Menurut pengakuannya saat ditanya, cara menikmati moment yang selama ini dilakukannya adalah dengan tidak sibuk foto atau selfie. Perasaan harus disatukan dengan suasana sekitar, tidak hanya memikirkan hasil foto yang harus bagus dan sempurna. Tapi yang terpenting adalah penyatuan rasa.

WhatsApp Image 2018-07-27 at 2.48.13 PM.jpeg

Ketika ditanyakan, bagaimana kita bisa menyatu dengan suasana sekitar, memadukan antara pikiran dan perasaan saat kita pergi bersama banyak orang, maka Travelawan menjawab, “Ini masalah penyesuaian diri saja”. Jadi, seandainya pergi untuk tujuan yang serius, maka perginya dengan teman sesama penikmat suasana. Berbeda jika pergi dengan keluarga yang cenderung lebih santai.

Saat masih menjadi seorang budget traveller, Travelawan mengaku malah jarang foto-foto karena dahulu belum masuk di era instagram. Dia juga mengaku bahwa biasanya lebih menikmati perjalanannya tanpa kesibukan foto. Tapi kemudian setelah mampu membeli kamera, barulah dia mulai berfotografi. Yang menjadi interest pertamanya adalah hal-hal yang tidak biasa dilihat di Indonesia, kuliner, dan pastinya tempat wisata itu sendiri.

Related Posts

 
Site Menu