Tips Menciptakan Konten Informatif Walaupun Kamu Bukan Penulis yang Baik

Kamu pasti pernah merasakan bahwa kamu tidak bisa menulis karena tidak memiliki pengalaman ataupun informasi yang dapat kamu sampaikan. Selain itu, kamu juga pasti pernah kehilangan motivasi ketika mengetahui bahwa kontenmu dianggap kurang menarik oleh pembaca.

Ternyata hal tersebut sebenarnya dapat kamu manfaatkan untuk jadi ide-ide menulismu, lho. Dengan kegelisahan dan keresahan yang kamu rasakan, kamu dapat memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu konten yang baru dan menarik. Bagaimana caranya? Nah, berikut 5 tips menciptakan konten yang informatif walaupun kamu bukanlah penulis yang baik.

1.Anggaplah seperti ngobrol dengan teman

Tulisan yang baik dan informatif itu sebaiknya terasa seperti interaksi. Jadi ketika kamu ingin menulis sesuatu, kamu perlu membayangkan dirimu sedang menjelaskan sesuatu topik terhadap teman yang ada di sampingmu. Dengan begitu, kamu dapat menjelaskan dengan lebih luwes dan mudah dipahami.

Perhatikan gaya bahasa yang kamu gunakan. Gunakan gaya bahasa yang ringan, sehingga pembacamu merasa nyaman dan enggak merasa sedang digurui. JIka kamu bisa konsisten menggunakan gaya bahasa yang pas dan nyaman untuk pembaca, maka akan tercipta suatu interaksi, sehingga pembacamu betah dan terus berdatangan.

2.Santai dan jadilah dirimu sendiri

Sebelum kamu ingin menciptakan konten informatif, kamu perlu santai dan menjadi dirimu sendiri. Kamu hanya perlu menulis sebagaimana kamu berbicara, dengan begitu kamu akan secara natural memasukkan personality-mu pada penulisanmu.

Selain itu, kamu perlu membuat penulisan yang to the point dan mudah dimengerti. Karena apabila penulisanmu terlalu bertele-tele dan tidak jelas, maka pengunjungmu akan meninggalkan kontenmu. Gabungkan juga dengan pengalaman personal dan cerita-cerita relevan yang dapat meningkatkan kepercayaan pengunjungmu.

Ingatlah untuk membuatnya terlihat natural. Apabila kontenmu terlihat aneh dan tidak relevan, maka kamu tidak akan mendapatkan 100% kepercayaan dari pengunjungmu.

3. Gunakan bahasa sehari-hari

Apabila kamu menulis sebagaimana kamu bicara, tulisanmu akan lebih luwes dan mengalir. Hal ini akan membuatmu terhindar dari kata-kata sulit yang dapat membingungkan pembacamu.

Selain itu, dengan menulis menggunakan bahasa sehari-hari, kamu dapat sedikit demi sedikit mempengaruhi tata bahasa bicaramu. Kamu akan terbiasa berbicara dengan kalimat yang terstruktur dan penjelasanmu akan lebih mudah ditangkap oleh lawan bicara..

Hindari menggunakan kalimat yang sulit untuk membuat kontenmu terlihat profesional dan informatif, karena orang-orang justru bisa kesulitan untuk mengerti isi dari penjelasan yang kamu berikan. Jangan sampai pembacamu sampai harus mencari tahu arti kata yang kamu gunakan. Itu bisa menjadi menjadi pengalaman yang merepotkan bagi mereka dan membuat mereka kapok berkunjung.

4. Jangan hiraukan peraturan menulis dan tulislah semampumu

Banyaknya peraturan menulis seperti tanda baca, kalimat pasif dan aktif, gaya penulisan, dan tata bahasa kalimat baku/tidak baku akan sangat mempengaruhi proses menulismu. Ketika kamu merasa kesulitan menulis, kamu perlu melupakan sejenak seluruh peraturan menulis itu.

Biasanya, beberapa orang terlalu fokus dalam penggunaan kata sehingga membuat tulisanmu menjadi terlalu baku dan kurang informatif. Tentu saja, hal ini akan mempengaruhi kualitas kontenmu karena membuat kontenmu menjadi membosankan dan terlalu teknis. Kamu hanya perlu untuk fokus pada poin utama dari idemu pada draft pertama dan tidak perlu memikirkan hal lainnya.

Nah, setelah kamu berhasil menciptakan draft pertama penulisanmu, barulah kamu perlu melakukan fase editing. Pada fase inilah, kamu perlu fokus terhadap keseluruhan peraturan menulis yang dapat mempengaruhi kontenmu. Kamu perlu membuat tulisanmu menjadi lebih jelas dan tidak terdapat error di dalamnya.

Selain itu, ketika kamu melakukan koreksi terhadap tulisanmu, kamu perlu membiarkannya sejenak dan melihatnya lagi keesokan harinya dengan otak yang lebih segar. Dengan begitu, kamu akan melihat sesuatu yang baru dan perlu perubahan.

5.Bacalah dengan keras

Salah satu strategi editing terbaik adalah dengan membaca tulisanmu dengan keras. Ketika kamu melakukan ini, semua kalimat yang aneh dan kata-kata yang tidak cocok akan lebih terlihat jelas. Karenanya, kamu perlu menulis sesuai dengan gaya bicaramu agar tulisanmu terdengar lebih natural seperti saat kamu sedang menulisnya.

Ketika kamu melakukan editing terhadap tulisanmu, kamu juga harus fokus terhadap titik-titik yang rawan terhadap tulisanmu. Titik-titik yang rawan yang dimaksud adalah soal validitas informasi yang kamu berikan. Jangan sampai kamu malas mengkonfirmasi dan research informasi yang kamu berikan, dan akhirnya kamu malah mencantumkan informasi hoax.


Untuk menjadi penulis yang kredibel dan disukai pembaca, kamu perlu menaklukan rasa takut dalam menulis. Kamu hanya perlu menulis sebagaimana kamu bicara, dengan begitu kamu akan mampu menyelesaikan draft pertama penulisanmu dengan mudah. Semoga 5 tips diatas dapat kamu manfaatkan untuk menarik kepercayaan pada pengujungmu, semangat!

Sumber gambar: OptimobBlog, Best Health Magazine Canada, Unsplash, Inc.com, Advancing Women, Voice Coaching, Voice Training.

Related Posts

Site Menu