writers block

Lakukan Ini Ketika Writer’s Block Melanda

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Laptop menyala menunjukkan halaman Word kosong dengan kursor berkedip-kedip, buku catatan terbuka lebar namun belum ada coretan di dalamnya, dan tidak ada ide yang mau muncul di kepala. Pernah mengalami hal itu? Writer’s block adalah salah satu musuh penulis, termasuk bagi saya.

Apalagi kalau deadline lomba atau klien yang menuntut tulisan selesai on time, maka writer’s block itu akan mulai berubah menjadi stres. Saya pasti akan kesulitan untuk menulis jika sedang tertekan. Inilah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi writer’s block.

 

Menonton Film atau Drama Favorit

Biasanya saya menyetok drama korea dan film favorit untuk mengatasi masa-masa bosan menulis jika mendadak muncul. Film dan drama itu sangat bagus buat memperkaya wawasan menulis fiksi. Jadi, jika sedang macet ide dalam menulis fiksi, coba cari film atau drama yang genrenya selaras dengan naskah yang kita buat. Atau jika memang tidak ada preferensi genre tertentu, pilih saja tontonan  ringan yang membuat kita rileks dan jangan lupa untuk memberi batasan waktu agar tidak lupa melanjutkan tulisan.

Mencari Writing Prompt

Writing prompt ini biasanya sangat baik untuk menambah ide membuat catatan blog atau artikel. Ketika saya ingin menulis namun tidak tahu tema apa yang akan saya tulis, saya akan mencari writing prompt di internet. Contoh writing prompt itu seperti ‘Tuliskan pengalamanmu di kantor hari ini’. Menulis apa saja sampai kata-kata mengalir akan membuat otak kembali siap untuk menuliskan ide utama. Barangkali Anda juga dapat ide dari writing prompt yang menarik untuk dijabarkan menjadi satu tulisan utuh di blog.

Baca juga: 5 Kesalahan pada Blogger Pemula yang Perlu Dihindari

Menulis Tulisan Baru

Hal ini mungkin akan memicu tumpukan naskah tak selesai terus bertambah, namun juga patut dicoba di saat otak kita macet menyelesaikan naskah pertama. Saya selalu menetapkan deadline pada tiap tulisan dan kebetulan saya menulis fiksi di samping juga hobi menulis artikel di blog. Menulis dua genre berbeda membantu otak saya akan tetap fresh ketika tiba-tiba writer’s block datang. Perlu diingat, tetap selesaikan tulisan yang deadlinenya lebih utama, menulis tulisan lain hanya sekadar sebagai penyegaran. Siapa tahu malah Anda bisa menyelesaikan keduanya dalam waktu yang berdekatan.

Menghidupkan Tulisan di Kepala

For me, it works. Saya akan berhenti dari aktivitas menulis lalu berbaring sembari menatap langit-langit kamar. Saya hidupkan kronologis cerita sejak awal hingga akhir, terutama jika itu fiksi, dan saya visualisasikan naskah itu menjadi semacam film di kepala. Ide tak terduga bisa mendadak muncul lalu cepat-cepat saya meraih buku catatan agar ide singkat tidak hilang. Baru kemudian akan saya jabarkan lebih detail di laptop.

Pindah Lokasi Menulis

Menulis di tempat yang sama bisa memicu kebosanan. Kalau biasanya Anda menulis di kamar, coba pindah untuk menulis di ruang tamu atau lokasi lain yang lebih terang dan sirkulasi udaranya baik. Suasana baru akan membuat Anda tidak jenuh dan ide akan lebih mudah datang.

Ganti Jam Menulis

Selama ini terbiasa menulis di jam sebelum tidur malam? Coba ganti kebiasaannya. Tidurlah lebih awal lalu bangun lebih pagi. Menulis setelah salat Subuh misalnya, akan mengondisikan otak masih dalam posisi segar dan belum dipenuhi kesibukan yang lain. Atau sebaliknya, jika bosan menulis pagi hari, cobalah menulis satu jam sebelum tidur. Yang perlu diingat jika menulis di malam hari adalah jangan sampai begadang sampai mengacaukan jam tidur. Tubuh lelah malah membuat mood menulis makin turun.

Inilah kegiatan apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengusir writer’s block. Jika masih saja stuck, tutuplah laptop dan jalan-jalan. Biarkan otak rehat sejenak, namun jangan sampai berhenti menulis ya.

Related Posts

 
Site Menu