Mengenal Content Marketing, Strategi Pemasaran Paling Efektif di Era Digital

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Seiring terus berkembangnya internet dan semakin beragamnya strategi dalam memasarkan suatu produk, mungkin kamu sudah akrab sama yang namanya content marketing. Strategi ini semakin hari semakin dipilih oleh banyak marketers karena dirasa sebagai senjata ampuh di era digital.

Tapi apa sebenarnya content marketing itu dan kenapa dianggap lebih efektif dari pemasaran konvensional? Yuk, simak lebih lanjut ulasan di bawah agar kamu bisa mendapat gambaran apa itu content marketing.

Apa itu Content Marketing?

Menurut Content Marketing Institute, content marketing bisa didefinisikan sebagai sebuah strategi marketing yang fokus dalam membuat dan mendistribusikan konten yang berkualitas, informatif, dan relevan dengan tujuan untuk menarik dan mendapatkan calon pembeli baru.

Jadi sebenarnya, content marketing adalah sebuah seni berkomunikasi dengan calon pembeli tanpa mengajak mereka untuk membeli saat itu juga. Ketimbang terus-menerus menawarkan produk dengan berbagai potongan harga, brand bisa menyampaikan informasi yang membuat pembeli merasa lebih cerdas dan tercerahkan. Jika calon pembeli sudah merasa informasi dari brand tersebut benar dan bermanfaat, ia nggak akan ragu untuk melakukan pembelian.

Content marketing dianggap sebagai strategi ampuh bagi berbagai jenis bisnis, apalagi mengingat akan semakin berkembangnya teknologi dan infrastruktur digital. Demand Metric pun menyatakan, strategi ini mampu mendatangkan 3 kali lebih banyak calon pembeli daripada metode pemasaran konvensional, dan juga memakan biaya 62% lebih hemat.

Selain itu, dalam survey yang dilakukan oleh lembaga yang sama, 70% responden merasa lebih senang mengenal suatu brand atau produk lewat sebuah artikel atau testimoni, dibanding lewat iklan. Dengan data seperti itu, nggak heran banyak perusahaan yang mulai menerapkan content marketing sebagai salah satu strategi pemasaran mereka.

Baca juga: Perkembangan Periklanan Digital yang Wajib Kamu Kenali

Peran Penting Konten dalam Menjaring Konsumen

Sebagai salah satu strategi pemasaran, wajar jika salah satu tolak ukur keberhasilan content marketing adalah konversi penjualan. Tapi yang sering menjadi pertanyaan banyak orang, apa relevansi menghasilkan konten yang berkualitas dengan angka penjualan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari berkaca dengan strategi pemasaran konvensional. Kebanyakan pemasaran tradisional menjual barang mereka secara langsung dan terang-terangan. Mereka menyebutkan nama produk, manfaat dan keunggulannya, serta harga produk tersebut. Sehingga hasil yang bisa didapat hanyalah konsumen tertarik membeli atau konsumen belum tertarik.

Nah, content marketing nggak segamblang itu dalam berjualan. Alih-alih langsung menawarkan barang dan berorientasi hanya pada konversi penjualan, content marketing berorientasi pada mengedukasi calon pembeli tentang kebutuhan mereka sendiri. Sebagian besar porsi konten yang disiapkan membahas soal kebutuhan para konsumen dan cara-cara tepat memenuhi kebutuhan tersebut, baru di bagian akhir ada sedikit porsi untuk mengenalkan produk yang bisa bermanfaat bagi mereka.

Selain itu, memberikan konten yang informatif juga akan meningkatkan kredibilitas brand di mata calon pembeli. Ketika mereka merasa ada brand yang sukses memberikan wawasan baru yang bermanfaat, kepercayaan mereka pada brand tersebut pun akan meningkat. Dampaknya, mereka akan cenderung memilih brand yang sudah mereka percayai daripada beralih ke brand lain.

Kenapa Content Marketing Bisa Efektif?

Banyak pihak yang menyatakan bahwa content marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang paling efektif saat ini. Tentu ini menjadi bahasan yang menarik, terutama bagi mereka yang masih berfokus pada media promosi konvensional seperti menyebarkan brosur atau iklan di media cetak.

Alasan yang pertama adalah, konsumen hari ini sudah jauh lebih cerdas, sehingga mereka menjauhi berbagai tawaran untuk membeli saat itu juga. Itu kesalahan yang sering dilakukan oleh metode pemasaran konvensional. Mereka terlalu terfokus untuk close the deal saat itu juga, nggak heran jika sering ada iming-iming potongan harga ataupun bonus tambahan lainnya.

Alasan kedua adalah karena content marketing bisa terus tumbuh bersama teknologi. Hingga saat ini, sudah ada banyak platform digital yang nggak lagi terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Setiap platform tersebut menyimpan potensi untuk menjadi channel marketing. Platform seperti blog, Instagram, atau YouTube bisa menjadi sarana menggaet pelanggan jika brand jeli menggunakan strategi content marketing yang tepat.

Ketiga, karena content marketing memiliki hasil yang terukur dengan jelas. Jika kamu membagikan sebuah artikel di blog, kamu bisa melihat berapa banyak orang yang membaca artikel tersebut, seberapa banyak orang yang membagikan ulang artikel itu, dan berapa banyak yang akhirnya tertarik untuk melakukan pembelian. Semua angka tersebut terekam dengan jelas, dan bisa menjadi bahan evaluasi yang penting untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat berikutnya.

Hal ini berbeda jika kamu memasarkan lewat brosur, kamu akan sulit mengetahui seberapa banyak orang yang menyimak isi dari brosur tersebut, dan berapa banyak yang akhirnya tertartik untuk membeli.

Mendekatkan Brand dengan Konsumen lewat Berbagai Media

Hari ini, bentuk content marketing yang lumrah dipakai oleh brand-brand ternama adalah blog atau artikel. Nggak jarang para brand tersebut mengajak beberapa blogger yang relevan untuk membantu menulis artikel untuk mereka. Hal ini memang masuk akal, karena konsumen telah semakin cerdas dan mereka suka mencari tahu suatu produk lewat search engine seperti Google. Itu sebabnya strategi yang SEO-friendly seperti blog adalah strategi yang tepat guna.

Tapi, tentu saja content marketing nggak hanya sebatas blog. Dengan semakin beragamnya platform yang ada itu artinya semakin beragam pula media yang bisa dipilih. Bisa mulai dari video, gambar, atau bahkan newsletter. Setiap platform pun tentu perlu menggunakan pendekatan yang berbeda, nggak bisa disamakan begitu saja.

Pendekatan yang diambil bisa pendekatan edukatif, bisa emosional, bahkan bisa juga secara komedi. Berbagai pendekatan itu bisa dipilih sesuai media yang digunakan serta target pasar yang dituju. Untuk itu memang butuh kejelian dalam merumuskan suatu strategi. Jika sukses, tentu para pelanggan akan apresiatif dan mereka merasa dekat dan percaya dengan brand tersebut.

Baca juga: 5 Pilihan Profesi yang Bisa Berawal dari Blogger


Semakin beragamnya strategi marketing tentu perlu kamu sikapi dengan terus mengasah skill dan menambah wawasan. Sebagai salah seorang content creator, penting untukmu memahami berbagai strategi yang ada di era digital, salah satunya adalah content marketing ini.

Apalagi jika kamu memang berencana memonetisasi konten-kontenmu dengan cara bekerja sama dengan para brand, tentu memiliki pemahaman soal strategi ini bisa membantumu lebih cermat memposisikan diri, serta memudahkanmu memproduksi konten yang bisa sesuai dengan tujuan para brand tersebut. Tentu saja kamu juga harus terus belajar dan mempelajari berbagai tren yang terus berubah agar skill dan sense-mu bisa terus terasah. Jadi jangan bosan belajar dan terus mencari tahu, ya!

Sumber: Digital Gov, E2M Solutions, Vincent Wee, Mix, SharePop.

Related Posts

 
Site Menu