Google-rankbrain

Memahami Manfaat dan Cara Kerja RankBrain, Algoritma Cerdas Milik Google

Siapa sih yang enggak kenal Google? Hari ini, mereka adalah salah satu raksasa di industri digital dunia. Salah satu peran mereka adalah menentukan peringkat yang ditampilkan dalam hasil pencarian. Itulah sebabnya, Google sangat penting di mata blogger. Semakin tinggi peringkat blogmu, semakin mudah blogmu ditemukan orang dan didatangi pembaca.

Google sendiri memiliki algoritma super rumit yang mereka sebut Hummingbird. Di dalam Hummingbird ini, ada beberapa algoritma lain seperti Panda, Penguin, dan RankBrain. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda.

Nah kali ini, C2live ingin memperkenalkanmu pada Google RankBrain, karena algoritma yang satu ini bisa berdampak langsung pada perkembangan blogmu kedepannya. Apa sih sebenarnya RankBrain milik Google ini? Mari simak ulasannya.

1. Apa Itu RankBrain?

Google-rankbrain

RankBrain adalah algoritma andalan Google yang memiliki peran penting untuk menentukan search engine results page. Berbeda dengan algoritma Google lain yang merupakan hasil karya manusia (programmer), RankBrain merupakan sebuah kecerdasan buatan (artificial intelligence), sehingga ia bisa terus mengevaluasi kinerjanya sendiri dan mengembangkan diri secara otomatis agar bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi. Sehingga enggak dibutuhkan lagi tim engineer untuk melakukan pengembangan algortitma secara manual.

Google sendiri sudah menggunakan algoritma ini pada April 2015, namun baru mengumumkan pada publik pada Oktober 2015. Google sendiri pernah menguji kemampuan RankBrain melawan tim Engineer mereka. Hasilnya, RankBrain terbukti lebih efektif dalam memetakan konten mana yang layak masuk ke halaman pertama mesin pencarian.

2. Cara Kerja RankBrain dan Manfaatnya

Google-rankbrain

Secara umum, RankBrain memiliki 2 pekerjaan utama. Yang pertama adalah memahami suatu keyword atau kata kunci. Yang kedua adalah mengukur tingkat kepuasan pengguna pada hasil pencarian.

Beberapa tahun lalu, Google kerap kesulitan jika dihadapkan pada kata kunci pencarian baru. Sekitar 15% (atau sekitar 450 juta) kata kunci yang diterima Google merupakan kata kunci baru dan asing. Karena belum memiliki sistem yang mumpuni, Google pun terpaksa menebak apa yang sebetulnya dicari pengguna dan mencoba menampilkan hasil pencarian yang mengandung kata kunci tersebut. Hasilnya? Banyak pengguna yang merasa kecewa dengan hasil yang ditampilkan.

Kini dengan adanya RankBrain, Google sudah enggak lagi menebak-nebak. Secara cerdas RankBrain akan mencocokkan kata kunci baru dengan kata-kata kunci lain yang mirip. Dengan metode ini, Google lebih bisa memahami keinginan pengguna dan menghasilkan hasil yang lebih akurat.

Enggak hanya itu, RankBrain pun memiliki peran kedua, yaitu mengukur tingkat kepuasan pengguna. Untuk mengevaluasi kinerjanya sendiri, RankBrain akan mengukur kepuasan pengguna berdasarkan 4 faktor penilaian ini:

  • Click through rate (CTR)
  • Bounce Rate
  • Dwell Time
  • Pogo-sticking

Dengan 2 peran tersebut, Rankbrain bukan hanya bisa menampilkan hasil pencarian yang akurat, namun juga menaikkan atau menurunkan nilai sebuah backlink, domain authority, hingga intensitas keyword pada suatu konten.

Baca juga: Hindari 4 Tips Ngeblog yang Sudah Ketinggalan Zaman Ini

3. Bagaimana Cara Blogger Menyikapi Rankbrain?

Google-rankbrain

Seperti yang sudah dibahas, ada 4 faktor yang dinilai oleh RankBrain. Apabila kamu ingin RankBrain menilai blogmu dengan positif, maka kamu harus fokus pada keempat hal tersebut.

  • Click Through Rate

Click through rate adalah jumlah klik yang kamu dapat dari hasil pencarian yang organik. Apabila kamu sudah berhasil terindeks di halaman pertama di Google namun CTR-mu belum cukup oke, kamu bisa mengutak-atik judul dan meta description artikel tersebut agar lebih mengundang rasa ingin tahu pembaca.

  • Bounce Rate

Bounce rate adalah angka yang menunjukan seberapa banyak pembaca yang langsung menutup halaman blogmu untuk beralih ke halaman lain. Hal ini biasanya disebabkan oleh waktu loading yang terlalu lama, atau pembaca merasa enggak menemukan apa yang mereka cari.

Untuk itu pastikan kontenmu enggak hanya berisi keyword yang relevan, tapi juga memiliki kedalaman informasi yang oke. Dengan begitu kamu bisa memperkecil angka bounce rate-mu.

  • Dwell Time

Dwell time mengukur waktu yang dihabiskan pembaca di artikelmu. Semakin lama waktu yang mereka habiskan, RankBrain akan menganggap artikelmu semakin oke. Untuk itu perlu strategi khusus agar pembaca betah dan bertahan di blogmu.

Gunakan konten video agar pembaca bertahan cukup lama di blogmu. Enggak hanya itu, membuat artikel yang panjang dan lengkap juga salah satu strategi yang bisa kamu coba untuk meningkatkan dwell time.

  • Pogo-sticking

Pogo-sticking ialah mengamati proses pencarian seorang pengguna secara lebih menyeluruh. Contohnya, apabila ada seseorang mencari sesuatu dan ia mengklik hasil pencarian peringkat pertama, namun ia segera beralih ke artikel peringkat kedua dan menghabiskan banyak waktu di sana, maka RankBrain akan memberikan nilai tambah pada artikel yang berada di peringkat kedua tadi.

Itulah sebabnya konten yang kamu sajikan harus benar-benar informatif namun enggak bertele-tele. Dengan begitu pembaca akan merasa puas dengan artikelmu, dan pelan-pelan RankBrain akan terus meningkatkan peringkatmu di hasil pencarian.


Memahami cara algoritma Google bekerja adalah hal yang penting bagi blogger. Dengan begitu, kamu jadi tahu artikel seperti apa yang kamu perlu tulis dan hal apa saja yang perlu kamu perhatikan.

Dengan mengenali RankBrain ini, kamu pun jadi bisa menyesuaikan penulisan artikelmu agar bisa dihargai oleh algoritma Google dan merebut peringkat di halaman pertama. Karena harus diakui, terindeks di halaman pertama Google akan sangat membantu pertumbuhan blogmu. Pembaca akan terus berdatangan, dan kamu pun bisa akan terus termotivasi untuk melahirkan konten bermanfaat lainnya.

Sumber gambar:
TechPrevue, Free Code Camp, Seroundtable, Fatbit.

Related Posts

Site Menu