Kritik Blog

Mengubah Kritik Blog jadi Keuntungan, Mengapa Tidak?

Kritik pada blog seakan menjadi momok bagi para blogger. Pasalnya, tidak semua blogger memiliki mental baja atau terbiasa menerima komentar yang terkesan negatif atas diri ataupun blognya. Ketika hal ini terjadi, ada blogger yang jadi panik tak karuan dan khawatir membayangkan akan seperti apa jadinya kritik-kritik yang datang berikutnya. Ada pula yang sibuk berkonfrontasi dengan sang kritikus untuk membuktikan bahwa dirinya sudah melakukan hal yang benar.

Namun, tahukah kamu bahwa kritik tersebut bisa mendatangkan keuntungan bagi blog milikmu? Daripada bersikap parno dan kalang kabut membentengi diri, bukankah lebih baik bagimu untuk mengambil kesempatan untuk berkembang dari kritik blog yang kamu dapatkan? Lalu, bagaimana caranya? Yuk, sama-sama simak ulasan berikut!

1. Taklukkan Rasa Takutmu

Kritik Blog

Terkait permasalahan ini, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengalahkan rasa takutmu terhadap kritik terlebih dahulu. Bisa dengan menanggapinya secara positif, atau bisa juga dengan membuat dirimu kebal hingga tak terusik lagi dengan kehadiran kritik-kritik baru ke depannya.

Jika kamu mau, kamu juga bisa merangkul ketakutanmu tersebut. Terimalah kehadirannya, coba pahami bagaimana rasa ketakutan pada kritik blog itu bisa muncul. Jika kamu sudah tahu penyebabnya, kamu jadi bisa mengatasi rasa takut tersebut sehingga kamu bisa menghadapi kritik dengan lebih tenang.

2. Jadikan Kritik Tersebut sebagai Bahan Post Baru

Kritik Blog

Meng-counter kritik blog dari orang lain dengan membalasnya bertubi-tubi lewat kolom komentar? Apa yang ingin kamu raih dengan melakukan hal tersebut? Kalau kamu ingin menjelaskan sudut pandang dan pertimbangan yang kamu punya, itu bisa dilakukan dengan cara yang lebih menguntungkan, kok!

Bagaimana caranya? Buat saja blog post baru! Ungkapkan apa yang ingin kamu sampaikan melalui pembahasan yang utuh. Dengan membuat post baru argumen kamu jadi memiliki kesempatan untuk dibaca dan dipahami oleh lebih banyak orang.

Dengan cara ini, apa yang kamu sampaikan juga bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi para pembacamu juga. Paling tidak, itu akan menjadi bahan referensi pertimbangan bagi rekan-rekan blogger yang lebih awam. Kalau sudah begitu, bukan tidak mungkin jika blogmu akan dianggap sebagai blog yang edukatif, sehingga makin disegani banyak pembaca.

3. Coba Hilangkan Keresahan Sang Kritikus

Kritik Blog

Untuk beberapa kasus tertentu, jika kamu merasa ini akan tidak merugikan, bantulah juga orang yang sudah memberikan kritik blog padamu. Kritik itu belum tentu disampaikan atas niat yang buruk. Banyak juga, kok, kritik yang dilontarkan dengan itikad baik.

Ketika seseorang memutuskan untuk memberikan kritik, mereka biasanya memiliki kekecewaan tertentu. Ia resah atas karya yang kamu hasilkan. Di lain sisi, memulihkan hati orang yang kecewa merupakan sesuatu yang bisa sangat dihargai; layaknya membantu orang yang sedang sakit. Dengan memberikan pelayanan untuk menyembuhkan sang kritikus, kamu bisa menolongnya dengan memperbaiki suasana hati dan kekecewaannya.

Dari situ, kamu dan sang kritikus malah jadi berkesempatan untuk membangun relasi yang saling membangun dan menguatkan. Tentu, ini hal yang menguntungkan, bukan?


Itulah tadi tiga langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengubah kritik yang didapat menjadi keuntungan bagi blogmu. Ternyata, mendapat kritik blog itu tidak seburuk yang kamu kira, bukan?

Jadi, di lain kesempatan, kalau mendapat kritik lagi, jangan langsung nesu-nesu atau feeling down. Cermati dulu kritik yang diberikan, lalu analisa apa yang bisa kamu perbuat berdasarkan kritik tersebut. Siapa tahu, kritik yang diberikan bisa jadi kesempatan untuk mengembangkan blogmu atau meningkatkan reputasimu sebagai blogger!

Sumber: hulustream, Exact Drive, orga, a-eberle.

Related Posts

Site Menu