Click through rate CTR

Mengenal dan Meningkatkan Click Through Rate pada Blog

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Trafik, atau jumlah pembaca, akan selalu menjadi hal yang ingin terus ditumbuhkan oleh seorang blogger. Itu sebabnya kebanyakan blogger ingin masuk ke halaman pertama Google. Karena mereka merasa dengan semakin banyak orang yang menemukan artikel mereka (impressions) di Google, semakin banyak juga yang akan tertarik masuk ke dalam blog (click).

Namun, apa yang terjadi apabila kamu sudah berada di halaman pertama Google dan meraih banyak impressions, namun angka clicks masih tumbuh dengan lambat? Itu artinta angka click through rate kamu masih buruk.

Apa itu click through rate? Kenapa dia bisa berpengaruh pada pertumbuhan trafik blog? Untuk menemukan jawabannya, mari simak ulasan berikut:

1. Apa Itu Click Through Rate?

Click through rate adalah perbandingan jumlah klik yang kamu terima dengan jumlah orang yang melihat artikelmu di hasil pencarian Google (impressions). Seperti yang kamu sudah ketahui, berada di peringkat atas hasil pencarian Google akan membuat angka impressions blogmu melonjak. Jika angka pembacamu enggak ikut tumbuh secara signifikan, berarti CTR artikelmu masih belum cukup oke.

Semakin tinggi angka persentase CTR-mu, akan semakin baik bagi blogmu. Itu sebabnya, CTR adalah salah satu hal yang perlu secara rutin kamu evaluasi. Jangan sampai kamu sudah berhasil mencapai halaman pertama di pencarian Google, namun konversi pembacamu buruk.

2. Bagaimana Cara Mengukur CTR?

CTR

Mengukur CTR bukanlah hal yang sulit, jadi enggak ada alasan untuk kamu menunda mempelajarinya. Kamu bisa mencari informasinya dari Google Analytics.

Caranya, kamu bisa membuka Google Analytics blogmu. Setelahnya klik Acqusition, lalu pilih Search Console, setelahnya masuk ke bagian _Queries. Nanti Google Analytics akan menampilkan keyword apa saja yang menjaring pembaca, lengkap dengan data jumlah klik, impressions, serta CTR.

Selain meninjau CTR, cara ini juga bisa kamu manfaatkan untuk mengetahui keyword mana saja yang berhasil menjaring pembaca. Sehingga kedepannya kamu bisa lebih jeli dalam memilih keyword agar hasilnya lebih optimal.

Baca juga: 7 Cara Mudah Memanfaatkan Google Search Console untuk Blog Personal

3. Bagaimana Cara Meningkatkannya?

Ada perdebatan tentang angka CTR yang bisa dianggap baik. Namun jika disimpulkan, angka CTR yang minimal 4%. Artinya, jika kamu masih berada di bawah itu, kamu harus melakukan evaluasi agar persentase CTR-mu bisa lebih baik.

Untuk meningkatkan CTR, inilah beberapa strategi yang bisa kamu terapkan:

  • Gunakan title tag yang menarik dan mengandung keyword

Title tag adalah judul artikel yang akan ditampilkan pada hasil pencarian Google, sehingga kamu harus memastikan title tag yang kamu gunakan bisa memicu rasa ingin tahu. Title tag enggak harus sama dengan judul asli artikel, namun juga jangan terlalu mengecoh karena bisa dianggap clickbait. Selain itu, pastikan keyword yang kamu pilih ada di title tag yang kamu gunakan.

  • Buat deskripsi meta tags yang persuasif

Jika kamu melihat hasil pencarian di Google, di bawah judul ada alinea yang mendeskirpsikan isi artikel. Itulah yang disebut dengan meta tags. Agar angka click through rate-mu naik, pastikan meta tags mu jelas namun tetap ringkas, agar orang tertarik mebaca lebih lanjut. Sama seperti title tag, pastikan meta tags yang kamu gunakan juga mengandung keyword.

  • Gunakan URL yang ringkas dan jelas

Kebanyakan orang menilai URL hanyalah alamat blog atau artikel saja, sehingga enggak berpikir panjang dalam membuatnya. Padahal, URL yang terlalu panjang dan berbelit-belit juga bisa berdampak pada SEO dan juga CTR. Jadi, pastikan URL yang kamu gunakan ringkas dan jelas. URL yang bertele-tele justru bisa membuat orang ragu untuk membuka.

  • Manfaatkan Google Search Console

Setelah kamu melakukan perubahan title tag dan meta tags, pastikan kamu menggunakan fitur “ Fetch as Google” di Google Search Console. Hal ini artinya kamu meminta Google untuk meninjau ulang halaman blogmu dan memberikan penilaian yang terbaru.

  • Optimalkan loading speed blogmu

Enggak hanya konten, kecepatan loading halaman blogmu pun berpengaruh pada CTR. Jika pembaca membutuhkan waktu 4 hingga 6 detik untuk membuka blogmu, besar kemungkinan mereka akan beralih ke blog lain, dan kapok berkunjung ke blogmu. Dampaknya, banyak yang mengabaikanmu meskipun blogmu berada di halamam pertama Google.

Loading speed juga berpengaruh pada nilai Domain Authority kamu, jadi pastikan blogmu enggak terlampau berat untuk diakses.


Di atas adalah perkenalan singkat tentang CTR pada artikel blog. Dengan mengetahui konsep dasar dan beberapa tips untuk memperbaiki angka CTR, kamu bisa mulai menyusun strategi untuk terus menaikkan persentase tersebut.

Jika kamu berhasil melakukannya, semua usahamu menulis konten dan merebut tempat di halaman pertama hasil pencarian akan lebih membuahkan hasil positif. Tentu saja akan butuh proses dan banyak belajar, tapi itulah yang membuat kegiatan ngeblog jadi penuh tantangan dan enggak membosankan. Jadi, semangat terus ngeblognya, ya!

Sumber gambar: Ignite, Skubbs, Lynnda.

Related Posts

 
Site Menu