menulis artikel wawancara

5 Tips Menulis Artikel Wawancara

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Menulis artikel wawancara berbeda dengan menulis artikel lainnya, perbedaannya yaitu adanya narasumber. Dengan adanya narasumber yang diwawancarai, kamu harus bisa meminimalisir kesalahan dalam penulisan nama, quotes , dan hal-hal yang menjadi sorotan utama dalam tema tulisan.

Nah, apa saja sih hal yang diperlukan dalam menulis artikel wawancara? Yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Kemas dengan Bahasa yang Sesuai dengan Pembaca

Penggunaan bahasa menjadi salah satu hal penting dalam menuliskan artikel wawancara, karena hal tersebut berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh narasumber. Itulah sebabnya, penting untukmu memahami segmentasi pembaca yang kamu incar.

Apabila pembacamu adalah remaja dengan umur 13-21 tahun, kamu bisa menggunakan bahasa yang luwes dan kasual untuk menyampaikan hasil wawancaramu. Sementara apabila segmentasi pembacamu berada di atas umur 22, kamu bisa mengemas hasil wawancaramu dengan bahasa yang lebih serius dan baku.

2. Jangan Membuat Kalimat Terlalu Panjang

Seringkali dalam penulisan hasil wawancara, penulis mendeskripsikan suatu hal atau fenomena dengan menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Meskipun niatnya agar bisa menyampaikan secara lengkap, namun hal tersebut dapat membuat pembaca merasa lelah.

Usahakan gunakan kalimat yang ringkas agar pembaca dapat menangkap dengan cepat nilai atau pesan dari penulisan artikel tersebut. Penulisan yang bertele-tele justru bisa membuat pembaca merasa jengah.

3. Cover Both Side

Cover both side adalah upaya untuk mewawancara narasumber dari sudut pandang yang berbeda, atau bahkan berseberangan. Prinsip ini merupakan prinsip penulisan yang wajib diterapkan dalam membuat artikel wawancara agar artikel yang kamu tulis bisa mengulas berbagai perspektif secara seimbang.

Tulisan yang lengkap dan berimbang akan membuat pembaca lebih tertarik karena sumbernya tidak hanya dari satu orang saja. selain itu menulis dengan memperhatikan keseimbangan berbagai sudut pandang juga bisa membantu pembaca mendapat informasi dan wawasan yang lebih lengkap.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Mempromosikan Blogmu di Media Sosial

4. Rekam Proses Wawancara

Untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan hasil wawancara, sebaiknya kamu merekam proses wawancara. Hal tersebut untuk berjaga-jaga apabila kamu lupa dengan apa yang sudah disampaikan oleh narasumber. Selain itu, kamu bisa lebih teliti dalam melakukan penulisan karena data wawancara sudah tersedia.

Dengan kemajuan teknologi, merekam proses wawancara sudah semakin mudah dilakukan. Kamu bisa menggunakan gadget seperti handphone untuk merekam proses wawancara. Nantinya hasil rekaman bisa kamu putar ulang saat kamu sedang mengerjakan artikel tersebut, agar artikelmu bisa menyampaikan pesan si narasumber dengan akurat.

5. Melakukan Pemeriksaan Artikel


Jika kamu sudah selesai membuat artikel wawancara dan langkah-langkah sebelumnya sudah dilakukan, maka hal yang tak kalah pentingnya adalah melakukan pemeriksaan terhadap artikel tersebut. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengonfirmasi kepada narasumber mengenai artikel tersebut agar tidak salah informasi.

Proses mengonfirmasi isi artikel pada narasumber juga bisa menjadi sarana menjaga hubungan baik antara kamu dan narasumber. Dengan adanya hal ini, kamu dan narasumber bisa terhindar dari salah sangka yang disebabkan oleh isi artikel yang dia anggap melenceng.


Di atas merupakan langkah-langkah yang bisa kamu gunakan dalam melakukan penulisan artikel wawancara di blog kamu. Semoga dengan mengetahui hal tersebut, kamu semakin rajin untuk menulis blog dan juga lebih teliti dalam penulisan artikel wawancara. Semangat, guys!

Sumber gambar: Denaihati, Syahidu, kinibisa, Negerigizi, Nissamardhiana, Wilsonvieira.

Related Posts

 
Site Menu