menulis itu sulit

Menulis Itu Sulit! Sudah, Berhenti Saja Jadi Penulis!

Menulis itu sulit. Sebagai penulis, apakah kamu sering merasa capek, jenuh, dan lelah dengan aktivitas tulis menulis sehari-hari? Tidak jarang merasa kesulitan mencari ide dan rasanya berat bagi jari-jari untuk bermain dengan tuts pada laptop kamu? Saran buat kamu: tinggalkan pekerjaan, hobi, atau hidup sebagai penulis dan berhenti menulis. Mengapa? Karena menulis itu sulit!

Mungkin kamu ke Blog C2live untuk mencari motivasi agar bisa menulis kembali dengan semangat. Wajar saja kamu kecewa bila inilah yang kamu temukan. Well, siap-siap saja kamu untuk kecewa lagi karena lima hal berikut bakal bikin kamu berhenti menulis selamanya.

Alasan kamu harus berhenti menulis


1. Harus banyak membaca karena membutuhkan wawasan luas

Menulis itu SulitDuh, jadi penulis sulit ya. Tugasnya selalu membaca, membaca, dan membaca. Dikira nggak lelah harus terus – menerus membaca? Sudah begitu, membaca bikin wawasan makin luas. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa membaca bukan hanya memperluas wawasan, tetapi berpengaruh positif bagi kemampuan menulismu. Secara tidak langsung, banyaknya informasi tersimpan memori mau diapakan ya?

Lebih santai bermalas-malasan sambil menggoyangkan jari di timeline media sosial daripada harus membaca konten yang bisa bikin topik pembicaraan kamu dengan orang lain di lain waktu semakin luas. Siapa sih yang suka dengan orang yang sok tahu?

Sudah cukup banyak kamu membaca di bangku sekolah dan kuliah. Nggak ada yang diujikan kok, jadi mengapa harus membaca? Mengapa kalau menulis itu nggak bisa langsung saja dilakukan, tanpa harus membaca sini sana?

2. Portfolio jadi semakin banyak!

Menulis itu SulitRepot banget harus menyusun dan menambahkan hasil karya ke portfolio menulis kamu. Bayangkan jikalau kamu bisa menyelesaikan kurang lebih tiga artikel dalam satu hari, berapa banyak portfolio yang harus kamu update setiap minggunya?

Ditambah lagi, portfolio kamu yang semakin banyak membuat kamu semakin dicari oleh klien yang membutuhkan skill menulis kamu. Bila kamu menulis lagi, portfolio menambah lagi. Makin susah menyusun dan mengingat semua karya yang pernah kamu buat!

3. Nama kamu ada di mana-mana!

Menulis itu SulitByline. Ugh! Tidak sedikit tulisan yang kamu buat menyertakan nama kamu sebagai author tulisan tersebut. Nama kamu semakin mudah dicari di search engine secara online. Secara otomatis, semakin banyak orang yang tahu siapa dirimu.

Apalagi bila tulisanmu berhasil menjadi viral, atau kamu pernah menang lomba blogging. Kamu menjadi semakin terkenal di kalangan penulis, klien, dan masyarakat. Semakin banyak juga followers kamu di media sosial.

Kamu harus menjawab E-mail, membalas tawaran, dan tidak ada henti-hentinya di-ping! Semua gara-gara menulis. Sudah, berhenti saja!

Baca juga: 5 Alasan Setiap Penulis Freelance Wajib Pakai Google Docs

4. Alasan terbesar menulis itu sulit: tawaran pekerjaan menumpuk

Menulis itu SulitSiapa sih yang mau mengerjakan banyak pekerjaan terus-menerus? Menjadi penulis di era digital yang punya kebutuhan tinggi akan konten berarti satu hal: permintaan pasar untuk pembuat konten semakin tinggi!

Dalam satu hari kamu harus mengerjakan sekian artikel untuk klien A, setiap minggunya membuat infografis untuk klien B, dan setiap sebulan sekali kamu harus mengadakan wawancara dengan orang terkemuka untuk artikel klien C. Kapan kamu bisa menikmati hidup? Menulis itu sulit ya!

5. Harus beradaptasi dengan klien baru

Menulis itu SulitJika kamu bekerja sebagai penulis lepas alias freelancer, tentunya kamu memiliki klien yang berbeda-beda. Mulai dari perusahaan alat tulis, elektronik, bahan bangunan, e-commerce, sampai dengan peralatan bayi. Masa sih harus beradaptasi dengan style masing – masing klien?

Mengapa semuanya tidak memiliki gaya yang sama? Kamu jadi harus terus-menerus latihan, membaca, dan menyocokkan gaya tulisanmu dengan blog klien. Sungguh meribetkan.

Lebih nyaman membuat tulisan dengan tema itu – itu saja daripada harus mengambil resiko melakukan hal baru. Jikalau harus beradaptasi tiada hentinya, mending berhenti menulis saja! Masih banyak kok pekerjaan lain!

6. Jadi penulis itu nggak prestigious

Menulis itu Sulit“Pekerjaan yang paling ngga gengsi,” begitu kata orang-orang. Menjadi penulis itu sama sekali tidak prestigious! Pasti kamu sering ditanya, kalau jadi penulis bisa makan apa, dan kapan kamu cari pekerjaan yang ‘real’.

Namamu muncul di koran nasional? Dipampang gede-gede di banner blog klien? Muncul sebagai top 10 penulis IDN Times? Apa gunanya? Memang bakalan penting kalau kamu ingin melamar ke pekerjaan lain selain penulis? Nggak bakal!

Baca juga: Tujuh Tools Menulis Canggih Ini Bisa Bikin Kamu Makin Jago Nulis!


Sulit sekali menjadi penulis. Apa manfaatnya? Nggak ada kan? Sudah memberikan banyak beban, membuat kamu dicari-cari, harus wawancara ngeliput sana sini lagi! Melihat menulis itu sulit, yuk tinggalkan pekerjaan ini!

Maka dari itu, jangan lagi membuka dokumen Word. Jangan lagi mencari ide baru untuk menulis. Jangan lagi bersemangat, bahkan sedikit pun untuk menulis. Karena kamu nggak bakalan tahan dengan beban-beban di atas. Dan yang paling penting, jangan mau baca artikel-artikel tentang tips menulis di Blog C2live! Selamat berhenti menulis!

Sumber : LifehackBrackenDataDream Chase AchieveOdysseyInspiring InternsDHP Studios.

Related Posts

Site Menu