Membaca Arah Perkembangan Media Online bersama Nadine Freischlad

Indonesia memiliki potensi digital yang luar biasa besar. Kini, pengguna internet di Indonesia diperkirakan berada di angka 143 juta orang. Angka tersebut diprediksi akan terus tumbuh seiring pengembangan infrastruktur ke berbagai pelosok negeri. Dengan semakin besarnya pengaruh internet pada kehidupan masyarakat Indonesia, industri media online menjadi salah satu industri yang menarik untuk disimak. Kini masyarakat bukan lagi hanya membaca berita dari media cetak, namun juga dari berbagai media online lewat gadget mereka.

Demi mendapat gambaran yang lebih mendalam soal industri media online, C2live mengubungi Nadine Freschlad, seorang jurnalis independent asal Jerman yang sudah lama berkecimpung di industri media online tanah air. Ia pernah bekerja untuk Tech in Asia dan juga Goethe Institute, sebelum akhirnya memilih untuk merintis layanan newsletter sendiri yang banyak mengulas tentang tech dan perkembangan dunia digital Indonesia.

Dengan pengalaman terlibat langsung di industri ini, Nadine memiliki beberapa pandangan tentang keadaan media online di Indonesia, potensi besar para blogger dalam menentukan perkembangan industri media online, serta bahaya dari semakin maraknya hoax dan fake news.

Peran Blogger dalam Industri Media Online

Dalam beberapa tahun terakhir, Nadine aktif terlibat di industri media online Indonesia. Tulisannya banyak dirilis oleh berbagai media, sehingga mungkin namanya sudah nggak asing buat kamu yang kebetulan punya minat yang besar di bidang teknologi dan startup. Melihat pergerakan media online yang terjadi beberapa tahun terakhir, Nadine mempunyai respon yang cukup positif.

“Indonesia berhak bangga memiliki beragam media yang cukup aktif dalam bersuara, terutama jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga”, ucap Nadine membuka pembicaraan tentang industri media online saat ini.

“Menarik melihat bagaimana ambisiusnya digital-native journalism seperti Kumparan bisa terus tumbuh, tapi di saat yang sama majalah Tempo masih tetap menjadi standar acuan investigative journalism di ranah media cetak.”

Semakin hari peran media online memang semakin berkembang. Beberapa tahun sebelumnya peran media online memang hanya sebatas bacaan ringan, tapi belakangan media-media seperti Kumparan dan Tirto pun muncul menawarkan sebuah bahan bacaan bergizi yang ditunjang dengan data yang komprehensif.

Selain media, Nadine juga beranggapan bahwa blogger memiliki peran dalam menentukan arah perkembangan industri ini. Pada akhir 2017, diperkirakan Indonesia memiliki sekitar 3 juta blogger aktif. Angka tersebut tentunya akan terus tumbuh, dan tentu memiliki dampak pada industri media online nantinya.

“Ada beberapa topik yang terlalu niche untuk dibahas oleh media massa, di sanalah blogger bisa hadir”. Jelas Nadine tentang potensi blogger Indonesia. Dengan jumlah yang masif, blogger bisa menjadikan keberagaman topik dan niche yang sudah ada menjadi jauh lebih menarik lagi.

“Blogger yang berani menulis secara serius dan konsisten mengulas suatu topik bisa menambahkan value yang besar di industri ini”, tambahnya.

Baca juga: Faiz dan Tika, Pasangan Muda yang Menginspirasi lewat Blog Duasajadah

Melawan Hoax

Berbicara soal media online Indonesia tentu nggak bisa lepas dari isu hoax dan berita dengan data palsu. Kini begitu mudah menemukan artikel hoax dan berita palsu berseliweran di linimasa media sosial. Sebagai seorang jurnalis, Nadine pun memiliki kecemasan yang sama soal isu hoax yang terus mewabah.

Nadine berpendapat, “Sebagai seorang blogger, pastikan kamu tidak ikut terpancing membagikan hoax, apapun alasannya. Para pembuat hoax itu memang sengaja menghadirkan sesuatu yang provokatif. Jadi entah karena kamu setuju atau kamu muak dengan hoax tersebut, ketika kamu terpancing untukmenyebar luaskan berarti kamu telah membantu mereka”.

Nadine merasa sebenarnya semua hoax yang beredar bisa dengan mudah kita tangkal jika kita menggunakan akal sehat saat kita membaca sebuah artikel. Ini menunjukan pentingnya literasi media. Masyarakat perlu bisa membedakan mana artikel yang valid, mana yang memuat informasi palsu, dan mana artikel yang memang memilki agenda tertentu. Media literasi juga penting bagi para blogger, agar mereka nggak terjerumus menjadi penyebar informasi bohong.

“Pastikan untuk teliti, selalu double atau triple check tulisanmu. Kalau kamu tidak bisa memastikan kebenaran apa yang kamu tulis, maka jangan kamu rilis”, pendapat Nadine terhadap pentingnya memilah informasi yang valid saat menulis sebuah artikel.

Nadine juga menggaris bawahi untuk selalu menggunakan sumber yang memang terpercaya, dan menggunakan metode riset yang benar. Hindari sembarangan mengambil data dari website yang kamu temui di internet, karena kamu bisa tanpa sengaja melahirkan artikel hoax.

Masa Depan Media Online Indonesia

“Aku merasa optimis dan pesimis di saat yang sama. Hari ini, untuk bisa menghasilkan uang dari jurnalisme di Indonesia bukanlah hal yang mudah”. Nadine memang merasa apresiasi pada para jurnalis dan content creator di Indonesia masih terbilang kurang. Apalagi mengingat pentingnya peran mereka sebagai pembagi informasi yang biasa dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Tapi Nadine juga mulai melihat perbaikan di mana-mana. Mulai banyak media yang merilis artikel berbayar sehingga baik pembaca maupun penulis bisa sama-sama saling menguntungkan. Nadine berharap, seiring dengan semakin tersedianya infrastruktur dan juga konten-konten berkualitas, masalah ini bisa pelan-pelan teratasi.


Menjadi blogger bukan berarti kamu bisa menuliskan apapun secara bebas. Nggak ada salahnya kalau kamu menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme agar kualitas blogmu terjaga, bahkan bisa menjadi acuan referensi yang sahih. Pastikan kamu mengambil data yang valid dan menghadirkan informasi yang faktual dan relevan. Hindari menjadikan blog lain sebagai referensi tanpa mencari tahu lebih dalam soal kebenarannya.

Blogger dan media online akan selalu tumbuh beriringan. Agar blogger bisa semakin maju dan mendapat apresiasi yang layak, industri media online harus mapan sehingga mampu memfasilitasi blogger. Namun agar media online bisa tumbuh secara sehat, harus diimbangi dengan blogger yang terus belajar dan konsisten membagikan konten berkualitas. Tanpa adanya sinergi dar kedua pihak, bisa jadi yang tumbuh subur justru konten-konten hoax, yang akhirnya nggak memberi dampak positif apapun ke negara ini.

Sumber gambar: Flickr, Bilik Bacaan, Study Breaks, Business Dictionary.

Related Posts

Site Menu