negosiasi-harga-dengan-klien

Life As A Freelancer: Ini 7 Tips Yang Perlu Dibaca Sebelum Kamu Mulai Bernegosiasi Harga Dengan Klien!

Sebagai seorang freelancer, negosiasi, terutama negosiasi harga dengan klien adalah makanan sehari-hari yang dapat menentukan cakupan project-project yang dilimpahkan pada kita. Selain itu, negosiasi juga dapat menunjukkan tingkat profesionalitas kita.

Tak jarang, penentuan harga ini membuat freelancer terutama yang pemula ketar-ketir karena khawatir harga yang ditentukan terlalu mahal, atau terlalu rendah, sehingga tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan. Harga yang terlalu tinggi akan membuat klien kabur, harga terlalu rendah akan membuat kita rugi.

Biar saat negosiasi harga dengan klien kamu bisa lebih mantap dan terstandarisasi, yuk simak beberapa tips ini!

1. Memahami harga

Negosiasi harga dengan klien

Via – Hamza Butt

Hal yang perlu kamu lakukan sebelum melakukan negosiasi harga dengan klien adalah memahami harga. Berapa harga standar untuk project yang akan kamu kerjakan? Kamu bisa bertanya pada teman sesama freelancer mengenai rate untuk project yang mirip atau juga dengan menghitung MAR (Minimum Acceptable Rate). Rumusnya adalah:

((biaya hidup per waktu + biaya bisnis/usaha untuk klien per waktu) : jam kerja per waktu ) + pajak
 

Waktu di sini bisa berupa per minggu, bulan, dan bahkan tahun. Sebagai ilustrasi, bila kamu perlu menghabiskan sebuah proyek dalam kurun 3 bulan. Kamu perlu mengkalkulasi berapa biaya hidup totalmu dalam 3 bulan tersebut. Bila sebulan kamu perlu Rp.4 juta, maka totalnya adalah Rp.12 juta. Hitung lagi berapa biaya yang termakan dalam proyek ini.

Untuk menulis lepas, kamu mungkin perlu ke cafe, biaya transportasi rapat bersama klien, dan membeli tools online. Bayangan totalnya mungkin sekitar Rp.4,5 juta. Setiap minggunya, kamu menghabiskan waktu 5 jam, dengan total 60 jam pada minggu terakhir bulan ketiga. Jadi, perhitungannya kira-kira seperti ini:

(Rp.12.000.000 + Rp.4.500.000) : 60 jam = Rp.275.000
Bila ditambah, pajak 10%, mungkin hasil akhirnya adalah Rp. 302.500. Rumus ini digunakan untuk menghitung harga per jam. Namun, di Indonesia biasanya nggak berlaku harga per jam melainkan per project.

2. Selalu incar win-win solution

Via – reynermedia

Ingatlah, pada saat bernegosiasi kamu tidak sedang ‘mengalahkan’ klien, melainkan sedang memberikan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jika kamu memberikan penawaran bagus dan klien puas dengan kerja kamu, maka pihak mereka akan kembali menggunakan jasa kamu atau merekomendasikan jasa kamu pada rekan-rekannya. Ini tentu menguntungkan karir kamu untuk jangka panjang.

Bila harga yang kamu tentukan terlampau tinggi, maka klien akan berpaling ke orang lain. Bila terlalu murah, value di mata klien bisa menurun, dan kamu berpotensi dieksploitasi.

3. Bahas ruang lingkup dan waktu kerja secara rinci

negosiasi harga dengan klien

Via – the open university

Selain membicarakan perkara harga, diskusikan juga mengenai rincian ruang lingkup dan waktu kerja. Sehingga batas-batasnya jelas dan nggak merugikan salah satu pihak.

Misalnya, kamu bisa meluruskan jam kerja, serta kapan dan bagaimana cara menghubungimu. Begitu juga dengan timeline kerja dari awal hingga benar-benar selesai.

Hal ini menghindari hal-hal yang nggak diinginkan seperti klien meminta revisi di saat yang tidak memungkinkan dan dalam skala yang tidak rasional, meskipun hasil kerja sudah sesuai kesepakatan awal.

4. Bisa mulai dengan asking price dulu

Negosiasi harga dengan klien

Via – Joi Ito

Pada saat bernegosiasi, usahakan untuk nggak menyebutkan harga lebih dulu. Biarkan klien yang menyebut harga agar kamu tahu berapa _budget_ yang dimiliki untuk project yang akan kamu kerjakan.

Jika klien tetap bersikeras meminta kamu menyebut harga duluan, tanyakan saja berapa budget yang disiapkan klien untuk project ini. Baru dari sana, pertimbangkan rincian ruang lingkup dan tugasnya.

5. Pelajari siapa klien kamu

 

negosiasi harga dengan klien (2)

Via – World Photo Bank Collection

Untuk mengantisipasi hasil negosiasi harga dengan klien, kamu bisa mempelajari latar belakang klien sebelum menentukan harga. Jika klien termasuk perusahaan besar yang bonafide, jangan ragu untuk memasang tarif yang sesuai dengan skala mereka.

Selain itu, bisa juga dengan menghitung keuntungan yang akan klien dapatkan dengan project yang akan kamu kerjakan ini. Apa tujuan ia melakukannya? Bagaimana kontribusimu bisa membantunya mencapai tujuan besarnya?

6. Bagaimana setelah negosiasi harga dengan klien, ditawar lagi?

Negosiasi harga dengan klien (4)

Via – Nord Forsk

Meskipun klien kamu adalah perusahaan besar atau kecil, kemungkinan menawar itu selalu ada dan bisa muncul kapan saja. Jika klien masih menawar dengan harga yang kita ajukan, coba untuk bernegosiasi pada cakupan tanggungjawabmu.

Misalnya, kamu bisa mengurangi beberapa pekerjaan jika klien tetap bersikeras dengan harga yang lebih murah, atau bisa juga menawarkan cashback jika klien bersedia memberikan feedback dengan sigap dan tepat.

7. Jangan lupa untuk minta tanda jadi

negosiasi harga dengan klien

Via – Joseph Bergen Collection

Berhati-hatilah pada klien yang ingin mengeksploitasmu. Misalnya, meminta kamu menyelesaikan pekerjaan dan menghilang tanpa membayar saat selesai. Untuk menghindari hal ini, mintalah tanda jadi di awal sebelum kamu menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian sisanya akan dibayar di akhir.

Lebih aman bila ada keterlibatan pihak ketiga yang memoderasi, seperti agensi konten marketing. Pihak ketiga ini akan memfasilitasi pertemuan klien dengan freelancer. Setelah itu, klien akan membayar secara penuh kepada pihak ketiga, yang kemudian akan dibagikan pada freelancer seperti kamu. Sehingga, pembayaran kamu akan tersimpan dengan aman di pihak ketiga sebelum sampai ke tangan kamu setelah pekerjaan selesai.


Negosiasi harga dapat menjadi langkah awal yang sangat menentukan untuk kita mendapatkan klien yang tepat, dan bahkan karir ke depannya! Negosiasi yang sukses dan menguntungkan bagi kedua belah pihak tentu dapat menghasilkan output yang memuaskan. Hal ini penting bukan hanya pada project kini, namun juga menentukan value kamu di masa depan. Semoga bermanfaat ya!

Related Posts

4 Comments

Comments are closed.

 
Site Menu