Page Authority dan 4 Elemen Blog Lainnya yang Wajib Kamu Perhatikan

Dalam berbagai kesempatan, terutama di acara-acara yang diselenggarakan C2live, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah terkait hal-hal yang dinilai oleh suatu brand sebelum akhirnya memutuskan untuk mengajak blogger bekerja sama.

Seperti yang sudah banyak diketahui, nilai Domain Authority dan Page Authority juga menjadi salah satu pertimbangan yang membuat brand ingin bekerja sama dengan seorang blogger. Namun, tentu saja dua hal itu bukan satu-satunya hal yang dinilai oleh brand. Yuk, simak beberapa elemen yang dijadikan pertimbangan oleh brand dalam mencari blogger ideal untuk bekerja sama:

1. Konsistensi Post

Ini adalah salah satu hal yang menjadi pertimbangan utama brand sebelum akhirnya mengajak seorang blogger bekerja sama. Brand akan meninjau frekuensi blogger tersebut dalam merilis post baru. Semakin konsisten si blogger tersebut, akan semakin menarik juga di mata brand.

Konsisten merilis tulisan baru bukan hanya berdampak pada kuantitas artikel saja, namun juga kualitas dari blogger itu sendiri. Ketika seorang blogger dinilai konsisten, itu artinya ia memiliki ritme menulis dan etos kerja yang teruji. Sehingga brand enggak perlu was-was soal deadline yang akan diberikan pada si blogger tersebut.

Blogger yang konsisten artinya juga memiliki komitmen terhadap blognya. Itu bisa menunjukan bahwa blogger tersebut enggak hanya menulis di waktu luang, namun selalu berusaha meluangkan waktu agar bisa menulis. Tentunya, enggak ada brand yang mau bekerja sama dengan blogger yang konsistensinya belum teruji.

2. Karakter Blog yang Kuat

Karakter atau keunikan yang positif akan selalu menjadi daya tarik di mata brand. Karakter tersebut bisa terwujud dari gaya bahasa, niche blog, hingga elemen visual yang digunakan. Karakter yang kuat akan membuat pembaca lebih mengingat blogmu. Itu artinya, kredibilitas blogmu sudah enggak diragukan lagi oleh pembaca. Inilah yang membuat brand sangat tertarik untuk bekerja sama.

Tentu enggak ada panduan pasti dalam menemukan karakter yang unik. Kamu harus mengeksplorasi gaya bahasa dan kontenmu sendiri, serta berani untuk belajar lebih kreatif dari waktu ke waktu. Jangan juga mencoba meniru keunikan blogger lain. Bisa-bisa, bukannya dianggap unik, kamu malah dianggap sebagai penjiplak yang enggak kreatif.

3. Domain Authority dan Page Authority

Dua hal sebelumnya memang penilaian subjektif yang akan sangat bergantung dari selera brand. Nah, untuk yang kali ini, ada penilaian yang lebih objektif dengan skala ukur yang jelas, yaitu Domain Authority dan Page Authority. Kedua hal ini dihitung dalam skala logaritmik dengan range penilaian antara 1 hingga 100.

Dua metrik ini sering dijadikan tolak ukur oleh para brand dalam menilai performa suatu blog. Dengan miliki Domain Authority dan Page Authority yang baik, artinya kamu memiliki kualitas konten yang baik, usia domain yang cukup matang, serta page speed yang cepat.

Baca juga: Ingin Meningkatkan Domain Authority? Begini Caranya!

4. Traffic per Bulan

Traffic tentu menjadi salah satu tolak ukur yang dinilai brand dalam mengajak blogger bekerja sama. Semakin tinggi traffic tiap bulanmu, artinya kamu memiliki jangkauan pembaca yang luas. Itulah yang dicari oleh brand.

Brand biasanya menggunakan blogger sebaga sarana mengenalkan atau memasarkan produk mereka. Mereka tentu ingin informasi tentang produk mereka tersiar seluas mungkin. Jadilah blogger-blogger dengan traffic ratusan ribu hingga jutaan pembaca per bulan selalu didatagi oleh berbagai brand yang menawarkan diri.

Untuk bisa mencapai traffic yang tinggi tentu enggak bisa instan. Kamu harus selalu mengevaluasi kualitas kontenmu serta menerapkan strategi SEO yang jitu. Seiring waktu, angka pembacamu akan tumbuh dan brand pun mulai memperhitungkan blogmu untuk diajak kerja sama.

5. Engagement Rate

Angka lain yang dinilai oleh brand adalah engagement rate. Engagement rate artinya seberapa sering pembacamu berinteraksi denganmu, serta bagaimana mereka bereaksi atas konten-kontenmu. Interaksi di sini bisa berupa follow/ subscribe, meninggalkan comment, atau membagikan artikelmu di media sosial.

Engagement rate yang tinggi bisa diartikan dengan pembaca yang loyal. Artinya, mereka sangat percaya pada informasi-informasi yang kamu tuliskan. Dengan influence sebesar ini, tentu kamu jadi jenis blogger idaman untuk brand karena bisa membantu mereka memasarkan produk yang relevan dengan pembacamu.


Dewasa ini, bekerja sama dengan blogger untuk memasarkan suatu produk atau layanan sudah menjadi salah satu strategi digital marketing yang banyak digunakan. Hal ini disebabkan karena blogger dianggap bisa memperluas brand awareness suatu produk, serta memberi edukasi tentang kelebihan dan manfaat suatu produk.

Tentu saja, brand memiliki kriteria tersendiri dalam memilih blogger yang mereka anggap sesuai untuk mewakili mereka. 5 hal di atas adalah contoh elemen yang pasti akan ditinjau oleh brand untuk menilai apakah kamu adalah blogger yang tepat untuk mereka aja kerja sama.

Mau blogmu dilirik oleh brand? Pastikan blogmu memiliki karakter yang kuat serta tampilan visual yang memikat. Evaluasi juga Domain Authority serta Page Authority blogmu agar nilainya bisa terus membaik. Pelan-pelan, brand akan berdatangan dan memintamu menjadi partner marketing mereka. So, jangan sampai menyerah, ya!

Sumber gambar: Organic Themes, GCN, Building Bridges, Know Your Meme, BailesZindler, Tech Donut.

Related Posts

Site Menu