6 Hal yang Menjadi Pertimbangan saat Menentukan Rate Card bagi Blogger

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Apabila kamu sudah mulai terpikir untuk memonetisasi blogmu, maka kamu perlu menyiapkan sebuah rate card. Untuk yang belum familiar dengan istilah tersebut, rate card adalah daftar harga yang kamu inginkan apabila ada brand yang ingin mengajakmu bekerja sama.

Namun, membuat rate card blogger memang cukup membingungkan. Hal ini disebabkan karena memang belum adanya standarisasi tentang valuasi rate card blogger Indonesia.

Untuk membantumu, C2live merangkum beberapa prinsip yang biasa digunakan untuk membuat rate card blogger Indonesia. Mari simak ulasannya:

1. Ukur dengan Page Views dan Domain Authority

Hal pertama yang perlu menjadi acuan dalam menentukan rate card adalah angka page views serta nilai Domain Authority blogmu. Kedua hal ini yang sering dijadikan tolak ukur oleh brand dalam menilai efektivitas blogmu sebagai salah satu tools pemasaran mereka.

Semakin tinggi page views-mu, artinya semakin luas jangkauan pembacamu. Ini tentu menjadi hal yang sangat menarik bagi brand, karena mereka tentu ingin produk mereka terpasarkan seluas mungkin.

Sementara untuk Domain Authority, ini bisa menjadi acuan untuk mengetahui bagaimana performa blogmu di mata search engine. Semakin baik nilai Domain Authority yang kamu miliki, peluang artikelmu masuk ke halaman pertama hasil pencarian akan semakin besar. Hal ini tentu saja merupakan hal yang diinginkan oleh para brand.

Maka dari itu, semakin tinggi angka page views dan Domain Authority yang kamu miliki, kamu bisa membuat rate card dengan rataan harga yang cukup tinggi.

2. Evaluasi Niche Blog dan Demografi Pembaca

Enggak semua brand hanya mencari angka pembaca yang sebanyak-banyaknya. Beberapa brand lebih menginginkan demografi pembaca yang sesuai dengan target pasar mereka, dibanding memasarkan produk ke banyak pembaca yang belum tentu tertarik dengan produk yang mereka tawarkan.

Itulah sebabnya, niche adalah hal yang penting. Dengan mengelola niche yang jelas, kamu jadi memiliki demografi pembaca yang jelas juga. Ini adalah hal yang sangat mahal di mata brand. Kamu bisa meyakinkan mereka bahwa kamu adalah orang tepat untuk memasarkan produk mereka secara tepat sasaran.

Baca juga: Tips Menulis Artikel Blog Berformat Listicle

3. Cost Penulisan

Ini adalah salah satu hal yang perlu kamu perhitungkan sebelum setuju bekerja sama dengan sebuah brand. Enggak semua jenis kerjasama bisa kamu pukul rata. Ada beberapa jenis kerjasama yang memang membutuhkan cost yang lebih.

Contohnya, apabila kamu diminta untuk mengulas suatu produk. Kamu harus memastikan bahwa produk yang kamu ulas akan disediakan oleh pihak brand. Kalau engga, kamu harus menyesuaikan rate card milikmu karena ada ekstra cost yang perlu kamu keluarkan.

Contoh lain adalah apabila ada jenis kerjasama yang mengharuskanmu traveling sehingga perlu ada ongkos transportasi dan akomodasi. Atau bisa juga apabila kamu membutuhkan wardrobe atau make-up untuk meramu artikel yang diminta.

Pengeluaran-pengeluaran seperti itulah yang perlu kamu perhitungkan, sehingga kamu bisa membuat rate card yang sesuai.

4. Personal Brand Value

Mungkin kamu agak kebingungan, apa sih personal brand value itu? Yang dimaksud personal brand value adalah hal unik yang positif, yang membedakan kamu dengan blogger-blogger lainnya. Contohnya, kamu adalah seorang travel blogger yang dikenal lihai dalam berbagi tips jalan-jalan seru tapi hemat. Atau kamu merupakan lifestyle blogger dengan gaya bahasa yang lucu sehingga disukai pembaca muda.

Keunikan-keunikan seperti itu, selama bukan hal yang negatif, bisa menambah daya jualmu di mata brand. Semakin kamu memiliki identitas yang kuat, kamu bisa semakin percaya diri memberi harga di rate card-mu

5. Evaluasi Jam Terbang dan Portofolio

Dalam menawarkan kerjasama ke pihak brand, kamu pun perlu memahami kapasitas dan kemampuanmu. Berkacalah pada pengalaman yang kamu miliki.

Jika kamu belum memiliki banyak pengalaman bekerjasama dengan brand, maka jangan memaksakan untuk memberi tarif yang tinggi di rate card-mu. Coba bangun jam terbang pelan-pelan, agar reputasi dan kredibilitasmu terbangun.

Selain itu, semakin sering kamu bekerja sama dengan brand, kamu pun semakin percaya diri untuk menangani skala kerjasama yang lebih besar. Artinya, kamu bisa menaikan rate card-mu secara berkala, seiring jam terbang yang semakin tinggi

6. Jangan Hanya Tawarkan Jasa Penulisan

Sebagai blogger, kamu jangan hanya menawarkan jasa menulis saja. Namun kamu juga harus jeli melihat kebutuhan brand, misalnya menawarkan strategi pembuatan konten atau pelaporan data dari hasil kerjasama kalian.

Buat laporan ringkas namun lengkap tentang hasil tulisanmu untuk mereka. Sertakan page views, click through, demografi pembaca, hingga sumber-sumber datangnya pembaca tersebut. Data seperti itu sangat penting untuk bagi brand untuk mengevaluasi strategi marketing mereka.

Apabila kebetulan kamu juga mempunyai channel media sosial yang bisa digunakan, kamu pun bisa menawarkan paket pilihan untuk brand. Sehingga kamu enggak hanya merilis artikel di blog saja, namun juga di Instagram atau Youtube, misalnya.

Jika kamu sudah mulai dikenal sebagai blogger yang helpful, kamu bisa menaikkan harga rate card-mu karena kamu memiliki added value yang sangat berharga.


Memiki rate card adalah salah satu hal penting yang wajib dimiliki untuk bekerjasama dengan brand. Sayangnya, informasi terkait rate card blogger Indonesia masih sulit untuk didapatkan, sehingga banyak blogger pemula yang kebingungan dalam menyusun rate card mereka.

Dengan adanya 5 prinsip di atas, kamu bisa mendapat gambaran soal hal-hal apa saja yang wajib kamu perhitungkan agar rate card blogmu bisa sesuai dengan kemampuan dan reputasimu. Harapannya, tentu rate card yang kamu tawarkan bisa menjadi win-win solution untuk kamu dan pihak brand, sehingga kerjasama yang terjalin pada kalian bisa berlangsung lama dan berulang.

Sumber gambar: Laptop Mag, Consultation Manager, Goonagon, Care, Emotive Brand, Livemint.

Related Posts

 
Site Menu