Pembuatan Paspor via Antrian Online, Nggak Perlu Ngantri Lama di Kantor Imigrasi

Saya salah satu blogger yang tergabung dalam komunitas C2live.com

Lama saya nggak nulis di blog ini, karena memang sudah lama banget saya nggak jalan-jalan lagi. Tapi, ada satu hal penting nih yang menurut saya penting untuk disampaikan, walaupun baru bisa nulis lagi sekarang. Ini ada kaitannya dengan teman-teman yang mau jalan-jalan atau bepergian untuk urusan bisnis ke luar negeri. Kebetulan paspor saya yang memang mau habis bulan April 2018 nanti. Dan, setahu saya, kalau mau bepergian ke luar negeri, paling amannya paspor yang kita punya masih berlaku minimal enam bulan (dan bahkan lebih baik satu tahun). Sebabnya, ada beberapa peraturan keimigrasian di luar sono yang lumayan ketat (ditambah pula ada petugas-petugasnya yang jutek!).

Jadi, daripada dijutekin dan dianggap mau menggelandang di negara tujuan (dan ini bikin malu Indonesia), mendingan perbarui paspor deh kalau sudah kurang dari satu tahun. Tapii… berhubung sudah lama banget saya nggak bikin paspor—terakhir kali itu tahun 2012 kalau nggak salah—dan saat itu pake calo yang biayanya mahaaal banget, kali ini saya mau bikin sendiri saja. Lagi pula, kata orang bikin paspor sekarang mudah koq dan nggak ribet. Apalagi sejak pemerintahan Pak Jokowi, apa-apa lebih terkomputerisasi dan sistematis dan nggak pake lama. Dan ternyata setelah saya buktikan, alhamdulillah proses pengurusan paspor berjalan lancar dan cepat!

Website atau Aplikasi?

Jadi, selesai ikut diklat pertama dari kementerian (insya Allah saya akan ditugaskan sebagai local staff, do’akan semoga lancar ya 😊!), saya pikir segera perbarui paspor saja dulu, sebelum mengurus tetek bengek lainnya. Setelah ngobrol punya ngobrol di grup Whatsapp sesama teman calon local staff, ternyata urus paspor sekarang bisa via internet alias online. Memang sih beberapa tahun belakangan saya pernah dengar bahwa mengurus paspor sekarang lebih mudah, cepat dan bisa via internet segala. Namun saya sempat rada kesal karena ketika mengakses laman www.imigrasi.go.id, ternyata layanan bikin paspor secara online via laman imigrasi untuk sementara di-pending dulu karena server-nya nggak kuat menampung terlalu banyak data. Terus belum tahu kapan akan aktif lagi layanan online tersebut. Yahh… padahal saya paling males kalau harus ngantri di kantor imigrasi seharian, apalagi denger dari cerita-cerita dan baca-baca status entah siapa dulu-dulu banget, mengantri di kantor imigrasi itu mesti pagi-pagi subuh supaya bisa dapet nomor awal. Duuh… rumah saya kan di mana, atuh, sedangkan kalau harus ke kantor imigrasi di Warung Buncit yang selalu penuh itu, wadoow…

Aplikasi Antrian Paspor Online bisa diunduh di Google Play

Yah, saya berdo’a semoga urusan saya mengurus paspor bisa dilancarkan. Sampai suatu hari di grup Whatsapp tersebut ada seorang kawan yang memberitahukan, bahwa membuat paspor tetap harus datang ke kantor imigrasi, tapi ambil nomor antriannya bisa online via aplikasi. Jadi, nggak perlu datang subuh-subuh ke kantor imigrasi, dan bisa ke kantor imigrasi terdekat nggak harus sesuai KTP. Asssiiik, alhamdulillah.

Tahapan Pembuatan Antrian Paspor via Aplikasi

Setelah diunduh, buat akun dulu ya data-data kamu untuk mendapatkan nomor antrian.

Langsung lah saya browsing di Google Play untuk menemukan si aplikasi tersebut, yang namanya Antrian Paspor, dibuat oleh Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian.‘Berat’ aplikasi tersebut 10,78 MB, jadi kasih ruangan cukup dulu ya di smartphone kamu supaya bisa mengunduh aplikasi ini.

Setelah diunduh, masuk deh ke aplikasi Antrian Paspor dan buat akun dulu. Untuk registrasi, buat username kamu, password, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) alias KTP, Nomor Telepon, e-mail dan alamat sesuai KTP.

Setelah membuat akun, lakukan login dengan memasukkan nama username yang sudah kamu buat dan password.

Setelah login, pilih salah satu alamat Kantor Imigrasi (atau disingkat KANIM) saja dari beberapa pilihan yang tersedia. Ingat ya, KANIM tidak harus sesuai dengan wilayah tempat dikeluarkannya KTP kamu. Seperti saya, misalnya, meskipun KTP saya Depok, tapi saya pilih KANIM di Pondok Pinang, Ciputat. Kebetulan memang yang antriannya lumayan lowong saat itu ya di Kanim Ciputat. Padahal saya masih ingat sekali saat itu sudah akhir tahun dan biasanya saat-saat akhir tahun itu justru banyak orang yang ingin mengurus paspor, entah untuk keperluan liburan ke luar negeri, atau beribadah umroh.

Pilih daftar kantor imigrasi yang terdekat, tidak perlu sesuai dengan wilayah tempat dikeluarkannya KTP kamu.

Setelah memilih KANIM, lalu pilih tanggal dan jam appointment kamu. Nanti akan muncul apakah pada tanggal dan jam yang kamu pilih itu masih tersedia kuota atau tidak. Kemudian, isi juga jumlah pemohon antrian paspor ini ada berapa orang (biasanya ini untuk yang mau bikin paspor sekaligus untuk anak-anak yang masih di bawah umur, karena artinya mereka akan ikut paspor orangtuanya).

Kalau tanggal dan jam antrian yang kamu pilih ternyata kuotanya masih ada,  maka kamu akan mendapatkan kode booking. Kode dan data-data lain akan terekam di aplikasi smartphone, yaitu: Nama Pemohon, Tanggal Kedatangan, Waktu Kedatangan, Nama dan Alamat Kantor Imigrasi.

Setelah memilih kantor imigrasi terdekat, pilih tanggal dan jam antrian, serta sesuaikan dengan jumlah kuota.

Nah, pada tanggal dan jam yang sudah dipilih, sebaiknya kamu datang 30 menit lebih awal (lebih bagus lagi sih satu jam sebelumnya) biar nggak kesusu-susu.. maksudnya terburu-buru sampai di tempat. Ya kalau-kalau saja ada dokumen yang kurang dan perlu difotokopi lagi, ‘kan? 😉 Jangan lupa juga untuk membawa dokumen-dokumen yang diminta. Bagi yang hendak memperbarui paspor seperti saya, dokumen yang perlu dibawa yaitu:

  1. paspor lama
  2. Kartu Keluarga dan fotokopi
  3. KTP dan fotokopinya sebesar A4

Kalau yang pertama kali baru bikin paspor, setahu saya dokumen yang harus disertakan yaitu:

  1. KTP dan fotokopinya sebesar A4
  2. Kartu keluarga dan fotokopi
  3. Akte lahir dan fotokopi
  4. Buku nikah dan fotokopi (bila sudah menikah)
  5. Ijazah asli pendidikan terakhir dan fotokopi

Sampai di kantor imigrasi, langsung tunjukkan kode booking atau QR Code yang tertera pada layar aplikasi kamu. Nantinya kamu akan diberikan map berwarna kuning dan di dalamnya terdapat formulir yang harus diisi dengan data-data kamu, serta nomor antrian.

Setelah berhasil mendapatkan hari dan jam antrian, maka jadwal antrian kamu akan tertera di aplikasi seperti ini.

Alhamdulillah saya tidak perlu menunggu lama sambil mengisi data-data pada formulir. Saat nomor antrian saya dipanggil, saya langsung masuk ke ruangan sambil membawa semua berkas yang diminta. Syukurlah juga saya tidak ditanya macam-macam oleh petugas imigrasi, apalagi yang menangani saya petugasnya cewek sebaya saya dan malah diajak ngobrol, he he he. Saya ditanya untuk apa memperbarui paspor, hendak pergi ke mana, dalam rangka apa. Sambil mbak petugas mengisikan data saya di komputernya, saya diminta untuk meletakkan jari saya satu-persatu di atas sebuah mesin inframerah untuk cap sidik jari. Oh ya sebelumnya saya difoto juga langsung di depan komputernya yang memang dipasangi kamera. Kalau fotonya dirasa kurang sreg, bisa diulang, koq. Bahkan saya diminta untuk sisiran dulu karena rambut saya di foto terkesan awul-awul, ha ha ha…

Bukti print out antrian juga bisa kamu unduh dalam format PDF dari aplikasi pada smartphone kamu, beserta QR Code.

Foto selesai, sidik jari selesai, saya lalu diberikan kuitansi untuk membayar biaya pembaruan paspor sebesar Rp 355.000,-. Nah, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, biaya ini hanya bisa dibayarkan melalui bank BNI. Mau transfer boleh, tunai pun boleh. Tapi kalau transfer saya sudah coba via BCA nggak bisa, jadi saya bayar tunai saja di konternya BNI. Kalau dulu kan, uang biaya pembuatan paspor diserahkan ke petugas imigrasinya langsung. Menurut saya hal ini seperti sangat bagus sih, mencegah praktek percaloan dan penyogokan.

Setelah wawancara dan pengambilan data biometri selesai, kamu akan diserahkan kuitansi untuk pembayaran biaya pembuatan paspor yang hanya bisa dilakukan ke rekening BNI.

Oya, di kuitansi tertera jasa TI Biometrik. Jadi, maksudnya paspor yang kita punya sekarang itu sistemnya sudah serba elektronik (walaupun bukan berarti paspor saya disebut paspor elektronik ya). Tapi, artinya, data-data saya sudah terekam secara elektronik di bank data kantor keimigrasian sehingga ketika hendak memperbarui paspor lagi, data-data yang kita berikan tinggal disesuaikan dengan data-data yang sudah terekam di bank data tersebut. Termasuk data sidik jari dan retina mata kita. Hal semacam ini bermanfaat untuk mencegah pemalsuan data. Begitu pula ketika kita nanti tiba di negara tujuan, tinggal dicocokkan saja data biometrik kita dengan bank data yang dipunya kantor bea dan cukai setempat.

So, bikin paspor sekarang tidak perlu ngantri di kantor imigrasi untuk ambil nomor ;).

Di kuitansi juga tertera keterangan, bahwa paspor bisa diambil dalam waktu tiga hari kerja setelah kita melakukan pembayaran. Jadi, walaupun sudah lebih dari tiga hari sejak tanggal appointment kita dengan kantor imigrasi, kalau biaya pembuatan paspor belum dibayar, yah kagak bisa diambil-ambil juga atuh paspor kita. Dan, ada batas waktunya, 30 hari saja ya, ibu-ibu, bapak-bapak.

Alhamdulillah… setelah tiga hari, paspor saya sudah jadi, deh. Eniwei, paspor yang sekarang cute deh, ada gambar-gambar berwarna yang menunjukkan kekayaan flora dan fauna Indonesia di setiap halamannya. Paspor yang dulu sebenarnya juga ada gambar-gambar sih, tapi tidak terlalu jelas, dan nggak berwarna juga.

Tampilan halaman dalam paspor dulu dan sekarang.

Nah, teman-teman, selamat membuat paspor ya! Kalau berhasil, bilang-bilang, yach 😉. Kalau nggak berhasil, coba cek lagi, mungkin ada dokumen yang kurang lengkap. Selamat jalan-jalan!


Artikel ini pertama kali dipublikasikan di blog Dina. Bila kamu juga ingin membagikan artikel kamu di C2live, segera hubungi putra@c2live.com.

Sumber: Pexels, Dok. pribadi Dina.

Anyway, sebagai blogger, yuk aktif berpartisipasi untuk mengikuti berbagai kompetisi blog yang ada untuk mengasah kemampuanmu. Kebetulan C2live lagi menyelenggarakan kompetisi bertema “Perempuan Juara dalam Lingkungan Kerja”, nih. Yuk, sebarkan suara positif sebagai blogger sekarang juga!

Related Posts

 
Site Menu