Pemenang-Apresiasi-Lawan-Hoax

Perangi Konten Hoax secara Cuma-Cuma, C2live Berikan Apresiasi pada 3 Pelajar Ini!

Seiring dengan semakin canggihnya teknologi, arus informasi kian mudah mengalir dari satu sumber ke pihak-pihak lain. Sayangnya, tidak semua orang memanfaatkan kemajuan teknologi ini dengan bijaksana. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi yang negatif adalah penyebaran hoax. Dampaknya bisa bermacam-macam, namun yang pasti akan menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat sebagai akibat dari meluasnya informasi yang menyesatkan.

Namun demikian, masih ada, kok, pihak-pihak yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan digital agar tetap aman bagi para penggunanya. Salah satunya adalah para peserta lomba blog “Bagaimana Saya akan Melawan Konten Hoax” yang diselenggarakan oleh C2live bagi para pelajar seJabodetabek.

Dengan mengikuti lomba ini, para peserta menyampaikan usulan mereka terkait cara-cara efektif apa yang dapat dilakukan untuk melawan peredaran hoax, baik itu dengan mencegah, menghentikan, atau sekadar meminimalisir efek negatif dari hoax itu sendir kepada berbagai pihak.

Yang menarik adalah, walaupun lomba ini dikhususkan untuk para mahasiswa seJabodetabek, masih ada pelajar-pelajar dari wilayah lain yang tergerak untuk ikut melawan persebaran hoax. Untuk menghargai upaya dan itikad baik mereka yang sudah mau ikut menyumbangkan gagasan inovatif tanpa kesempatan memenangkan hadiah, C2live ingin beri apresiasi pada 3 peserta non-Jabodetabek dengan tulisan terbaik, nih! Siapa sajakah mereka? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Billy Halim

Billy-Halim

Lahir pada 25 September 1997 di Medan, Sumatra Utara, Billy adalah seorang mahasiswa Ilmu Komputer yang merangkap sebagai Front-End Web Developer, Graphic Designer, dan juga blogger. Menjalani kesibukan-kesibukan tersebut tentunya nggak mudah. Namun karena Billy memang memiliki passion di bidang desain, coding, dan menulis, peran-peran tersebut dapat dijalaninya dengan senang hati. Melalui kesibukan yang dijalaninya inilah, Billy berupaya untuk memaknai hidupnya untuk banyak membantu orang lain supaya tetap bisa bahagia dalam kesederhanaan hidupnya.

Ketertarikannya terhadap dunia tulis menulis dimulai dari sesuatu yang sederhana, yaitu menulis catatan materi pelajaran layaknya siswa-siswa sekolah pada umumnya. Di masa-masa itu, Billy senantiasa bersemangat untuk mencatat materi yang diterangkan oleh gurunya dengan rapi dan cantik. Ia tak pernah malas untuk melakukannya. Kemudian, di bangku SMP, ia mulai mengenal blogging melalui mata pelajaran TIK yang diterimanya.

Blogger pun menjadi blogging platform pertamanya. Di melalui materi yang ia dapatkan di kelas , Billy mempelajari hal-hal dasar dalam blogging, mulai dari cara menerbitkan artikel, mengatur lay-out, hingga menambah widget. Pembelajaran inilah yang kemudian membuatnya semakin tertarik dengan dunia blogging hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuat blognya sendiri.

Sempat sibuk dengan hal-hal teknis dibanding fokus pada update konten, sejak 2016, barulah Billy benar-benar tertarik untuk menulis di blognya. Meningkatnya ketertarikan Billy dalam dunia penulisan disebabkan karena keinginannya untuk turut berkontribusi pada ekosistem internet dengan membuat konten-konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi semua orang; memberikan solusi bagi orang lain untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Keinginan inilah juga yang mendasari niatnya untuk turut berpartisipasi dalam lomba blog bertema “Bagaimana Saya akan Melawan Konten Hoax”. Sebagai penulis, konten-konten hoax dianggapnya sebagai musuh yang patut untuk dilawan dan ia merasa, orang-orang lain pun juga perlu untuk menghentikan persebaran hoax, sehingga ia dengan sukarela berbagi tips seputar hal ini melalui tulisannya.

Nggak cuma di blog pribadinya, Billy pun juga aktif menulis di berbagai media lain, seperti Ruang Mahasiswa, Kaskus, Hipwee, Brilio, Quora, dan Medium. Dengan semangat untuk menyebarkan konten positif yang ia miliki, Billy pun berharap agar penulis-penulis lain pun memiliki semangat serupa dan melawan konten-konten hoax yang beredar.

Selain itu, Billy juga meyakini quote dari Pramodeya Ananta Toer yang berbunyi:

Orang boleh pandai setinggi langit , tapi selama ia tidak menulis , ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Karena itulah, Billy berniat untuk terus memperkaya diri dengan berbagai bacaan agar dapat senantiasa menghasilkan konten-konten berkualitas untuk disebar luaskan.

Diah Ayu Suci Kinasih

Diah-Ayu-Suci-Kinasih

Melalui tulisannya yang berjudul “Dulu Saya Penyebar Hoax, Sekarang Tidak”, mahasiswa jurusan Fisika di Universitas Diponegoro ini mengungkapkan bahwa adalah suatu hal yang positif bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki ketertarikan yang besar dalam lingkungan internet. Namun demikian, sebagai seorang penulis saintif, Diah seringkali tergelitik ketika menemukan konten-konten hoax yang validitasnya sangat diragukan.

Konten hoax, menurut Diah, adalah berita yang seolah benar namun ternyata bohong. Persebaran hoax ini tentunya menimbulkan keresahan. Padahal, pada dasarnya orang-orang pun sebenarnya tidak suka dibohongi. Karena itu, ia menganggap bahwa penting bagi tiap orang untuk bisa membedakan mana yang merupakan konten hoax dan mana yang bukan. Baginya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali ciri-ciri dari hoax itu sendiri.

Ketika kamu sudah bisa mengenali dan membedakan mana yang merupakan konten hoax dan mana yang bukan, akan menjadi sangat mudah bagimu untuk menjauhkan diri dari konten bohong ini. Dengan begitu, akan menjadi lebih mudah bagi kamu pula untuk menghentikan persebaran hoax yang selama ini sangat rawan untuk dilakukan dengan mudah oleh banyak orang.

Karenanya, penting bagimu untuk membentengi diri agar tidak ikut-ikutan mudah menyebarkan hoax. Untuk itu, melalui tulisannya, Diah membagikan beberapa tips supaya kamu bisa lebih berhati-hati agar tidak terlibat dalam persebaran hoax. Mulai dari tidak terburu-buru untuk membagikan informasi, melakukan verifikasi atas tiap informasi yang kamu terima, hingga bergantung pada sumber yang kredibel saja. Makanya, jika suatu sumber tidak bisa memberikan klarifikasi atas informasi yang disampaikan, hal itu perlu diwaspadai. Dengan begitu, kamu jadi tidak mudah untuk kemakan hoax, deh!

Nia Hepy Kirana

Nia-Hepy-Kirana

Menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi untuk program Public Relation, Nia memiliki kesibukan sehari-hari layaknya para mahasiswa lain pada umumnya, yakni berdiskusi dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Untuk soal kapan ia mulai menulis, Nia mengaku bahwa ia tidak tahu benar sudah mulai sejak kapan, hanya saja, hingga kini, ia merasa masih perlu belajar banyak perihal tulis-menulis.

Yang membedakan adalah jika dulu Nia lebih memilih untuk menyimpan hasil tulisannya, sekarang ia lebih suka untuk mempublikasikannya supaya bisa dibaca orang-orang. Ketika ada yang mau berdiskusi atas hasil tulisannya, hal itu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi Nia. Bisa dikatakan, hal ini senada dengan tujuan hidupnya, yakni untuk memotivasi orang lain melalui hal-hal positif.

Kepada tim C2live, Nia mengaku bahwa menyukai kegiatan menulis baginya senada dengan bagaimana ia menyukai buku. Dengan sering membaca buku, pikiran akan penuh dengan opini untuk diungkapkan. Karena itulah, menulis menjadi media yang tepat baginya untuk mengungkapkan buah-buah pikiran yang ada di dalam kepalanya.

Dengan membaca buku pula, Nia jadi terbiasa membedakan mana yang opini dan mana yang fakta. Berkaitan dengan hal tersebut, menjadi seseorang yang tahu membedakan mana yang opini dan mana yang fakta ternyata membuatnya risih setiap kali menemukan berbagai macam berita yang dengan sengaja disebarkan untuk menimbulkan kebencian dan provokasi. Kerisihan tersebut masih ditambah lagi dengan adanya orang-orang yang tidak bisa membedakan kedua hal tersebut namun langsung membagikannya ke orang lain. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk mengikuti lomba blog melawan hoax.

Dengan mengikuti lomba blog ini, Nia berharap bahwa dengan turut serta mengutarakan gagasan untuk melawan hoax, ia bisa turut serta dalam menyumbangkan tulisan yang kontributif bagi bangsa. Selain itu, ia juga berharap agar teman-teman penulis lainnya tetap belajar menulis dan menyerukan opini-opini yang berdasarkan fakta.


Nah, itulah tadi sekadar sharing singkat dari para pemenang apresiasi lomba blog pelajar “Bagaimana Saya akan Melawan Konten Hoax”. Walaupun sadar mereka tidak bisa memenangkan reward yang ada karena tidak berdomisili di daerah Jabodetabek, namun semangat yang mereka miliki untuk membawa perubahan positif demi menjaga lingkungan internet yang aman dan sehat tidak menghentikan mereka untuk menyuarakan pendapat demi melawan persebaran konten hoax yang sangat meresahkan masyarakat di era digital ini. Salut untuk mereka!

Tentu saja, tindakan yang mereka lakukan bisa kamu teladani. Jika kamu memang tulus ingin berbuat suatu kebaikan, ada atau tidaknya imbalan tidak akan menjadi problem yang menghalangi itikad baikmu. Cukup melakukan yang terbaik dari yang kamu bisa lakukan akan memberikan kepuasan tersendiri. Jika niatmu disambut baik oleh pihak-pihak lain nantinya, tentu hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri yang menyenangkan hatimu. Jadi, it’s always nothing to lose, kok, untuk melakukan tindak kebaikan. Nah, teman-teman sekalianpun juga terus berjuang, ya, dalam menciptakan dan menyebarkan karya-karya positif. Semangat untuk kalian semua!

Sumber: OnePlayer, Dokpri Billy Halim, Diah Ayu Suci Kinasih, dan Nia Hepy Kirana.

Related Posts

Site Menu