Kamu Seorang Freelancer? Jangan Sampai Terlambat Menyadari Pentingnya Portofolio!

Gilang is a young Indonesian Content Writer. He has huge interest to social issues, digital marketing, and pop cultures.

Portofolio adalah hal yang krusial bagi seorang freelancer, karena memang gunanya adalah untuk memamerkan karya-karya terbaikmu. Dengan portofolio inilah brand atau perusahaan bisa memilah freelancer mana yang karyanya paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Tanpa adanya portofolio, akan sulit uatu brand bisa menilai seorang freelancer.

Meskipun sangat penting, ternyata masih ada saja freelancer yang ogah-ogahan membangung portofolio yang mumpuni. Begitu banyak alasan untuk menunda, padahal itu justru bisa merugikan mereka sendiri.

Nah, agar kamu nggak menjadi salah satu freelancer yang terlambat menyadari pentingnya portofolio, yuk simak kenapa pembahasannya di bawah!

1. Ciptakan Citra Responsif

Citra baik dan reputasi nggak terbangun dengan sendirinya, kamu harus memulai dan mengusahakannya sendiri. Dengan memiliki portofolio yang rapi dan rutin ter-update, kamu sedang membangun citra yang positif. Brand akan melihatmu sebagai seseorang yang peduli dengan karya dan kemajuan kariernya. Portofolio yang selalu siap juga memudahkanmu menjalin komunikasi awal dengan calon klien.

Ketika ada sebuah brand yang menghubungimu dan kamu bisa segera memberikan mereka portofoliomu, kesan kamu adalah seorang yang tanggap dan responsif akan tertanam di mereka. Tentu akan berbeda jika kamu malah cukup lama mengirimkan mereka contoh hasil karyamu karena kamu belum menyiapkannya sebelumnya. Bisa jadi mereka malah sudah terlanjur memilih freelancer lainnya. Sayang banget kan?

2. Tunjukkan Kesiapan dan Etos Kerja Mumpuni

Salah satu yang banyak ditakutkan oleh perusahaan atau sebuah brand dalam bekerja sama dengan freelancer adalah masih banyak freelancer yang nggak bisa diandalkan. Entah itu berupa hasil kerja yang di bawah standar, deadline yang molor, atau juga freelancer mendadak sulit dihubungi. Nah, memiliki portofolio bisa jadi sarana untukmu memamerkan berbagai kerja sama sukses dengan brand lainnya, yang artinya kamu adalah orang yang profesional dan memiliki etos kerja yang apik.

Jangan gunakan portofolio hanya sebatas untuk menunjukan bahwa kamu bisa menulis. Maksimalkan juga untuk menunjukan bahwa cara kerjamu profesional. Kamu sukses menulis sesuai brief yang diminta, nggak melewati deadline yang disepakati, dan mudah untuk diajak berkomunikasi. Profesionalisme dan etos kerja inilah yang bisa membuatmu menjadi nggak tergantikan di mata brand.

Baca juga: 5 Fitur Portofolio Online C2live yang Patut Kamu Gunakan

3. Tampilkan yang Relevan

Anggapan yang salah kaprah adalah menjadikan blog sekaligus sebagai portofolio. Blog jelas bukanlah sebuah portofolio, karena di sana bisa jadi berisi berbagai macam tulisanmu. Ada yang ulasan film, opini pribadi, cerita pengalaman, promosi produk, atau bahkan puisi galaumu. Kamu nggak bisa mengharapkan brand besar untuk blogwalking di blogmu dan membaca itu semua. Itu buang-buang waktu mereka!

Dengan portofolio kamu bisa memilah karya-karyamu mana saja yang memang layak untuk ditinjau oleh brand. Jangan libatkan puisi galau atau cerita pengalaman pribadimu yang nggak punya value apa-apa untuk calon brand yang berminat bekerja sama. Sebaliknya, pamerkan pengalamanmu menulis untuk brand lain, atau hasil tulisan yang memang menunjukan niche dan area of expertise-mu. Kalau portofoliomu oke dan tepat sasaran, brand pun nggak akan ragu sama kamu!

4. Lebih Cepat Lebih Baik

Banyak freelancer yang gemar menunda mengerjakan portofolionya. Padahal, sama sekali nggak ada manfaat yang kamu dapat dari menunda membuat portofolio. Apalagi ketika sekarang membuat portofolio bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan banyak yang menyediakan layanan gratis.

Jika kamu seorang desainer grafis, maka mungkin kamu bisa menggunakan Behance untuk membuat portofoliomu. Sementara apabila kamu adalah seorang blogger atau freelance content writer, kamu tentu bisa menggunakan layanan gratis yang disediakan oleh C2live.

Untuk mendapatkannya pun sama sekali nggak ribet. Kamu hanya perlu menekan tombol “Register” yang ada di halaman utama C2live.com. Lalu setelahnya kamu hanya perlu mengisikan nama lengkap, email, dan password yang akan kamu gunakan untuk mengakses portofoliomu. Nanti, kamu pun bisa melengkapi lebih jauh berbagai informasi yang ingin kamu tampilkan di portofoliomu sesuai kebutuhan.

Layanan ini tentu sangat bermanfaat untuk kamu yang memang ingin menekuni pekerjaan freelance content writer. Selain memudahkanmu, calon klien yang ingin menggunakan jasamu pun ikut dimudahkan karena nggak lagi perlu repot mencari tulisanmu secara manual. Mereka hanya perlu membuka portofolio yang sudah kamu siapkan, lalu memilih contoh artikel yang mereka rasa sesuai dengan kebutuhan mereka.


Banyak freelancer yang merasa terbebani ketika diminta untuk menyiapkan portofolio yang lengkap dan faktual. Padahal, yang merasakan benefit dan manfaat dari memiliki portofolio yang apik adalah mereka sendiri. Kamu jangan sampai masuk ke freelancer jenis ini. Menjadi freelancer bukan berarti kamu boleh malas dan menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang bisa sangat membantu kariermu.

Kamu nggak akan merasakan manfaat portofolio jika kamu sendiri memang belum pernah menggunakannya. Tapi begitu kamu sudah merasakan kemudahan yang didapat, terutama saat kamu sedang mencari calon klien, kamu akan menyesal pernah menunda menyempurnakan portofoliomu. Apalagi dengan berbagai kemudahan yang sudah ada di era digital ini, rasanya sudah nggak ada lagi alasan untukmu nggak punya portofolio yang profesional.

Sumber: Blog Clint Davis, Glavcom, Millo, The Spinoff.

Related Posts

 
Site Menu