4 Sutradara yang Handal dalam Menulis Skenario Film

Pernahkah kalian membayangkan suatu film tanpa penulis skenario? Rasanya hal itu tidak mungkin terjadi, sebuah film pasti melibatkan seorang penulis skenario karena pekerjaan tersebut masuk ke dalam tahap pra-produksi yang berperan menentukan jalan cerita, dialog, dan menghidupkan karakter. Tak jarang ada beberapa sutradara yang juga merangkap menjadi seorang penulis skenario untuk memudahkan ia menuangkan isi kepalanya ke dalam bentuk visual.

Sama seperti blogger, seorang penulis skenario harus bisa menulis dengan rapi dan terstruktur. Bahkan penulis skenario harus peka dengan pesan yang ingin disampaikan agar penonton bisa menangkap apa yang diceritakan oleh film tersebut.

Berikut ini beberapa sutradara yang juga merangkap sebagai penulis skenario dan filmnya sukses laris di pasaran, tentu dengan kualitas yang baik pula! Yuk simak bersama!

1. Christopher Nolan

Kalau kalian penggemar film Hollywood, pasti tahu sutradara fenomenal yang satu ini. Yap, Christopher Nolan. Ia dikenal sebagai sutradara yang cerdas, ia mampu menghadirkan film dengan plot twist yang super keren dan bisa membuat penonton merenung karena gaya penceritaan Nolan yang epik. Demi menghidupkan visinya, tak jarang ia terlibat langsung dalam proses pembuatan naskah dan skenario. Ia cukup detil dalam menuangkan ide dan keinginannya. Tak heran jika film-filmnya selalu menarik untuk ditonton dan banyak ditunggu-tunggu.

Karya-karyanya tak saja mampu menembus box office tetapi juga menjadi langganan masuk nominasi penghargaan besar. Kepiawaiannya dalam meramu cerita ia tuangkan dalam beberapa filmnya seperti Momento dan Inception. Berkat kejeliannya meramu cerita, dia diganjar nominasi Academy Award untuk kategori skenario asli terbaik dan juga film terbaik.

2. Quentin Tarantino

Sutradara kelahiran Amerika ini selalu bikin cerita segar yang out of the box. Tak heran filmnya selalu unik dan ditunggu para pecinta film di seluruh penjuru dunia. Kalau kalian perhatikan, sutradara satu ini selalu mengeksplorasi berbagai genre yang ada kemudian ia kembangkan hingga berhasil menciptakan gayanya sendiri. Ia kerap menampilkan sisi kekejaman dan kekhasannya dalam menciptakan keindahan dari adegan-adegan tersebut.

Tak heran jika hasil ramuannya mampu menciptakan perpaduan yang luar biasa melalui dialog-dialog dan adegan visual dalam filmnya. Beberapa karyanya yang sukses adalah Pulp Fiction (1994), Inglourious Basterds (2009), dan Django Unchained (2012). Tarantino dalam film-film tersebut meracik sendiri skenarionya. Khusus untuk film Pulp Fiction ia dibantu rekannya Roger Avaray. Kehebatanya dalam meracik dialog-dialog antar pemain dan kepiawaiannya dalam dunia film mampu mengantarkannya memperoleh penghargaan Academy Award kategori skenario asli terbaik. Pada 2015, Tarantino menerima bintang di Hollywood Walk of Fame atas kontribusinya yang luar biasa dalam industri film. Dua jempol deh untuk sutradara yang satu ini!

Baca juga: 6 Komunitas Blogger Keren di Indonesia

3. Mira Lesmana dan Riri Reza

Kedua nama tersebut sudah tidak asing lagi bukan di telinga kalian? Dari tanah air kita punya Mira Lesmana dan Riri Reza. Melalui film-film seperti AADC, Kuldesak dan Petualangan Sherin, mereka telah dianggap sebagai salah satu pelopor kebangkitan film Indonesia yang sempat mati suri. Tangan dinginnya selalu menghasilkan film bermutu dan mengantarkan mereka ke festival-festival film internasional.

Mereka berdua tergolongsosok yang serba bisa.Tidak hanya menyutradari filmnya, tetapi mereka juga sering merangkap menjadi produser sekaligus penulis skenario. Mereka tak ragu untuk terjun langsung mendalami naskah dan mengembangkan dialog agar film mereka bisa terasa hidup dan dekat dengan realita. Lewat kemampuan mereka mengembangkan cerita, nggak heran kalau film-film mereka seperti AADC, AADC 2, dan Laskar Pelangi masuk di daftar film paling laris Indonesia sepanjang masa.

4. Haqi Achmad

Terakhir ada Haqi Ahmad, seorang yang sedari awal memang bercita-cita menjadi penulis skenario film, kegigihannya untuk mewujudkan impiannya patut diacungi jempol. Haqi menempun jalan yang berliku untuk bisa sampai di posisi sekarang. Dengan usia yang muda, ia tidak takut menghadapi banyak tantangan demi mengejar mimpinya.

Haqi mulai menulis di blog pribadinya yang dengan me-review film yang telah ditonton. Selepas SMA, ia memilih untuk tidak melanjutkan kuliah, namun memutuskan untuk mengejar mimpinya jadi penulis skenario film. Usianya terbilang masih sangat muda saat menulis skenario untuk film pertamanya, Pocong Juga Pocong. Sejak saat itu ia menjadi langganan untuk menulis skenario film remaja. Sebut saja, Kata Hati, Refrain, dan Ada Cinta di SMA, yang akhirnya membawanya masuk ke dalam nominasi Piala Citra kategori penulis skenario terbaik tahun 2016.

Baca juga: 5 Pilihan Profesi yang Bisa Berawal dari Blogger


Nah, itu tadi beberapa sutradara yang juga merangkap sebagai penulis skenario untuk filmnya. Tanpa penulis skenario sebuah film tidak akan menjadi suatu karya seni yang luar biasa. Justru bisa jadi, film menjadi sebuah seni yang hambar karena tidak dibumbui dengan jalan cerita dan pesan yang ingin disampaikan.

Seorang penulis skenario tidak hanya dituntut untuk menciptakan dialog-dialog yang baik, tetapi juga mampu menjembatani pemikiran dari sutradara agar bisa dihidupkan oleh para aktor. Bisa dibilang penulis skenario adalah salah satu tulang punggung suatu film. Semakin banyaknya penulis skenario yang berkualitas, tentu semakin beragam pula tema dan ide film yang berbobot di pasaran.

Di Indonesia sendiri bisa dibilang profesi ini masih membutuhkan banyak sumber daya untuk menciptakan naskah-naskah film bermutu. Apakah kalian tertarik untuk mencoba profesi ini?

Sumber: Once Upon a Time, Indie Wire, Sin City Database, Republika, Haqi Achmad.

Related Posts

Site Menu