Persiapan Wawancara

Mau Melangsungkan Wawancara? Simak dulu Persiapan yang Perlu Dilakukan!

I’m a writer at Content Collision

Proses sebuah wawancara sudah dimulai sebelum kamu berinteraksi dengan sang narasumber. Sebelum kamu mewawancarai narasumber secara langsung, ada berbagai persiapan yang perlu kamu lakukan. Mulai dari mencari tau tentang topik yang akan dibahas, latar belakang si narasumber, hingga siapa yang akan jadi pembacamu, semua perlu kamu lakukan sebagai persiapan wawancara.

Setelah itu kamu pun masih harus merencanakan pelaksanaan wawancara itu sendiri, seperti kapan, di mana, dan dengan cara seperti apa. Setelahnya, kamu masih perlu mengolah lagi hasil yang kamu dapat agar bisa dijadikan artikel yang padu.

Dengan segala proses yang menguras lebih banyak waktu, pikiran, dan tenaga seperti itu, artikel wawancara masih saja dijadikan senjata andalan oleh media. Mengapa? Karena melalui wawancara, kamu bisa mendapat sudut pandang baru atau bahkan informasi yang belum pernah kamu ketahui sama sekali. Selain itu, ketika kamu mewawancarai narasumber yang kredibel, kamu juga bisa menjamin validitas informasi yang kamu dapat.

Nah, bagi kamu yang baru mau mulai membiasakan diri untuk membuat artikel wawancara, simak dulu persiapan-persiapan yang perlu kamu lakukan.

Cari tahu dulu topik yang akan dibahas

Persiapan Wawancara

Sebelum kamu memulai segala bentuk proses lainnya dalam melangsungkan wawancara, kamu perlu mengetahui dulu topik seperti apa yang akan kamu ulas dalam artikelmu. Tanpa mengetahui topik apa yang perlu dibahas, kamu tidak akan tahu detail-detail seperti apa yang perlu dilakukan dalam persiapan wawancara.

Jadi, pastikan dulu kamu benar-benar memahami tema seperti apa yang akan kamu angkat kepada audiensi dan narasumbermu. Dengan begitu, kamu jadi bisa mengetahui narasumber seperti apa yang cocok, riset seperti apa yang perlu kamu lakukan, serta pendekatan seperti apa yang sesuai untuk melangsungkan proses wawancaramu.

Ketahui siapa yang akan menjadi audiensimu

Persiapan Wawancara

Ketika kamu sudah mengetahui topik seperti apa yang akan diulas, persiapan wawancara selanjutnya adalah mengetahui siapa yang akan menjadi audiensimu. Ini penting agar hasil wawancara yang sudah susah payah kamu rangkai dan laksanakan tidak salah sasaran.

Dengan mengetahui karakter dan kebutuhan dari audiensi yang akan mengonsumsi informasi darimu, kamu jadi bisa menentukan penyampaian seperti apa yang paling efektif bagi mereka. Pendekatan yang kamu gunakan penting untuk memastikan informasi yang kamu olah bisa dimengerti dan sesuai dengan kebutuhan audiensimu.

Cari narasumber yang sesuai

Persiapan Wawancara

Persiapan wawancara yang satu ini sifatnya mutlak. Namanya saja wawancara, tentu keberadaan narasumber sebagai penyedia informasi wajib dilibatkan. Karena itu, selanjutnya, kamu perlu mencari wawancara yang sesuai dengan kebutuhan topik dan audiensimu.

Secara umum, narasumber bisa dibagi menjadi dua pengelompokkan, yakni para ahli dan orang awam. Para meliputi orang-orang yang memang unggul atau memiliki wewenang dalam bidangnya, seperti guru besar, pemuka agama, pemangku jabatan, pendiri organisasi, dan sebagainya. Di sisi lain, orang awal bisa meliputi masyarakat sekitar, saksi mata, dan sebagainya.

Dengan mengetahui siapa narasumbermu, kamu jadi bisa menyesuaikan daftar pertanyaan yang akan kamu ajukan. Penyesuaian tersebut bisa didasarkan pada latar belakang keilmuan/profesional sang narasumber, pengalaman yang ia miliki, ataupun gaya bahasa yang akan kamu gunakan ketika mengajukan pertanyaan nanti.

Baca juga: Ini Dia 6 Ciri Narasumber yang Baik untuk Diwawancarai!

Persiapkan materi dan tools yang diperlukan

Persiapan Wawancara

Nah, jika kamu sudah mengetahui siapa narasumber yang akan kamu wawancarai, kini saatnya mempersiapkan materi yang akan kamu bahas bersama dengannya. Adapun materi yang kamu persiapkan harus disesuaikan dengan topik yang akan kamu bahas bersama dengan sang narasumber, serta kemampuan/pengetahuan yang dimiliki oleh si narasumber.

Persiapan materi bisa kamu lakukan dengan meneliti berbagai informasi seputar topik yang akan kamu ulas dan latar belakang narasumber yang akan kamu wawancarai. Kamu bisa membaca berbagai artikel atau melihat video-video yang berkaitan topik atau profil narasumbermu.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menyiapkan berbagai tools yang sekiranya akan kamu butuhkan untuk melakukan wawancara. Adapun perlengkapan yang biasanya dipakai untuk melakukan wawancara adalah voice recorder, kamera, laptop, buku catatan, dan pena. Jika kamu akan bertemu langsung, disarankan juga untuk menyiapkan kartu nama untuk diserahkan kepada narasumber pula.

Susun daftar pertanyaan

Persiapan Wawancara

Persiapan wawancara berikutnya adalah menyusun pertanyaan yang akan kamu lontarkan pada narasumber. Susunlah pertanyaan dari yang paling general sampai spesifik. Daftar pertanyaan ini bisa kamu jadikan panduan untuk mengarahkan alur pembahasan.

Namun demikian, kamu juga harus bisa fleksibel dalam melontarkan pertanyaan. Jangan terlalu terpaku pada daftar pertanyaan yang kamu miliki. Jika ada kesempatan untuk menggali informasi menarik di tengah wawancara, lontarkanlah pertanyaan baru yang relevan dengan komentar dari si narasumber terkait. Dengan begitu, kamu bisa menggali detail yang sebelumnya tidak terencana.

Selain itu, kamu juga perlu memastikan agar pertanyaan-pertanyaan yang kamu lontarkan bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan agar kamu bisa mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan terurai. Sebaliknya, hindarilah pengajuan pertanyaan yang sifatnya tertutup, sebab besar kemungkinan bagimu untuk mendapat respon yang sangat minim dari pertanyaan seperti itu.

Hubungi narasumber dan buat janji

Persiapan Wawancara

Ketika kamu sudah siap dengan daftar pertanyaan yang akan diajukan, sekarang kamu sudah bisa menghubungi narasumber dan membuat janji wawancara dengannya. Saat membuat kesepakatan wawancara, kamu harus menyampaikan segala informasi dengan jelas.

Perkenalkanlah dirimu terlebih dahulu dan sampaikan apa tujuanmu untuk melakukan wawancara dengannya. Jika kamu ingin mempublikasi hasil tulisan berdasarkan wawancaramu dengannya, hal itu juga perlu diinformasikan. Narasumber berhak tahu bahwa apa yang akan mereka sampaikan akan dijadikan konsumsi publik.

Setelah itu, sampaikan topik dan angle yang ingin dibahas. Tidak perlu terlalu spesifik, sebab hal itu bisa membatasi fleksibilitas alur wawancara ke depannya. Kemudian, jika sang narasumber sudah menyampaikan kesediaannya untuk diwawancarai, kamu bisa membuat kesepakatan tentang jalannya wawancara, mulai dari waktu, tempat, dan metode yang akan digunakan.

Setelah kedua belah pihak sepakat mengenai jalannya wawancara nanti, kamu tinggal menunggu hingga wawancara dilaksanakan.

Baca juga: 7 Tips Jitu untuk Menjadikanmu Pewawancara yang Oke di Mata Narasumber


Begitulah kira-kira persiapan wawancara yang perlu kamu jalani sebelum menggali informasi dari sang narasumber. Memang upaya yang dibutuhkan untuk membuat artikel wawancara lebih besar dibanding menuliskan artikel biasa. Namun, dengan upaya lebih itu, kamu akan mendapatkan nilai tambah pula bagi artikelmu.

Perlu diingat, kamu juga tetap perlu fokus saat melakukan proses wawancara nanti. Jangan sampai persiapannya sudah matang, tapi karena kamu ceroboh di hari H, hasil yang kamu dapat jadi tidak memuaskan. Pastikan kamu siap mewawancarai narasumber sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui. Ingatlah juga untuk menggunakan bahasa yang santun agar tidak menyinggung sang narasumber.

Selain itu, kamu juga perlu hati-hati untuk menjaga alur wawancara nanti. Jangan sampai karena terlalu seru mendengarkan respon dari sang narasumber, kamu jadi lupa menanyakan informasi yang kamu butuhkan. Upayakanlah juga untuk mencatat hal-hal penting, namun jangan sampai perhatianmu terhadap tanggapan yang disampaikan narasumber buyar.

Seusai wawancara berlangsung, sampaikanlah terima kasih dan mintalah persetujuannya untuk dihubungi kembali jika ada kesempatan di lain hari. Relasi yang kamu bangun dari wawancara ini bisa kamu jadikan aset untuk memperkuat koneksimu. Terakhir, tulislah artikel sesuai hasil wawancara yang kamu dapat dengan jujur. Dengan begitu, pembaca akan bisa lebih mengapresiasi tulisanmu.

Selamat mencoba tips di atas, ya!

Sumber gambar: Best Life, Cazy English, Agemony.com, BAP, Study International, Journalist’s Resource, eTeam.

Related Posts

 
Site Menu