Jenis Pertanyaan

7 Jenis Pertanyaan Jitu yang Bisa Kamu Layangkan untuk Mendapatkan Konten Brilian

Pernah kecewa dengan artikel wawancara yang kamu hasilkan karena ternyata nggak bisa memberikan materi yang cukup untuk kamu jadikan tulisan yang padu dan berkualitas? Bisa jadi hal itu disebabkan karena jenis pertanyaan wawancara yang kamu ajukan pada narasumber kurang tepat, sehingga berujung pada pembahasan yang kurang tajam atau kurang memberikan ruang bagi narasumber untuk mengeksplorasi jawabannya.

Mungkin kamu juga menyadari bahwa pertanyaan merupakan hal yang esensial dari sebuah wawancara. Sebab, jawaban yang kamu dapat akan sangat bergantung pada apa yang kamu tanyakan pada narasumber, dan jawaban tersebutlah yang akan menjadi inti materi dari apa yang ingin kamu sampaikan pada audiens. Jika kamu melakukan kekeliruan atau memiliki kelemahan lain pada pertanyaanmu, hal tersebut tentunya akan berdampak pada kualitas informasi yang akan kamu sampaikan pada audiens.

Di sisi lain, membuat rangkaian pertanyaan yang terstruktur namun tajam juga terkadang nggak semudah apa yang didengar. Karena itulah, kamu perlu tahu tipe-tipe pertanyaan wawancara seperti apa yang bisa memancing jawaban yang kaya dan berbobot dari narasumber. Jika kamu sudah menguasai kunci-kunci pertanyaan ini, maka akan lebih mudah bagimu untuk membuat variasi pertanyaan lain yang bisa mengupas informasi dari si narasumber. Seperti apa sajakah tipe pertanyaan-pertanyaan tersebut? Yuk, langsung cek list-nya di bawah ini!

1. Gali Akar Permasalahan dengan Pertanyaan Kausatif

Jenis Pertanyaan

Jika kamu melakukan sebuah wawancara, ada baiknya kamu melemparkan pertanyaan yang sifatnya terbuka. Maksudnya adalah pertanyaan yang tidak membatasi jawaban si narasumber, sehingga ia bisa memberikan jawaban dengan leluasa.

Salah satu pertanyaan terbuka yang paling penting dan harus ada dalam daftar pertanyaanmu adalah pertanyaan kausatif, yakni pertanyaan yang dilemparkan untuk mengetahui sebab-musabab terjadi/adanya suatu hal. Dengan menyampaikan pertanyaan kausatif kepada narasumber, kamu bisa mendapatkan jawaban seputar akar masalah dan latar belakang topik yang dibahas. Dengan demikian, kamu bisa memiliki pemahaman dan informasi yang lebih komprehensif mengenai apa yang sedang kamu bahas bersama sang narasumber secara lebih fundamental.

2. Ketahui Proses terjadinya Suatu Hal dengan Pertanyaan Eksploratif

Jenis Pertanyaan

Pada dasarnya, semua pertanyaan bersifat eksploratif. Tapi, masing-masing pertanyaan memiliki kapasitas eksplorasi yang berbeda. Pertanyaan tertutup yang biasanya dimulai dengan “apakah” misalnya, tentu nggak seeksploratif pertanyaan “bagaimana” yang bisa memancing cerita tentang jalan terjadinya suatu hal secara kronologis.

Dengan memahami proses terjadinya suatu peristiwa, kamu bisa mendapatkan penjelasan kronologis yang mendetail akan terjadinya suatu hal. Dengan begitu, akan lebih banyak pula informasi yang bisa terkuak untuk kamu ketahui. Ketika kamu sudah mengetahui lebih banyak informasi, tentunya hal tersebut bisa menghindarkan kamu dari kesalahpahaman/salah persepsi yang mungkin saja menyesatkan bagi audiens.

Di sisi lain, mendapatkan gambaran yang lebih gamblang akan terjadinya suatu proses akan membuat kamu lebih kaya akan informasi, sehingga informasi yang akan kamu sampaikan kepada audiens pun nggak terkesan mengawang-ngawang.

Baca juga: Menulis Artikel Wawancara Lebih Menarik Dengan 5 Tips Ini!

3. Dapatkan Insight Lebih dengan Pertanyaan Komparatif

Jenis Pertanyaan

Ada kalanya kamu perlu mendapatkan informasi dari berbagai sudut pandang tentang suatu hal. Ada kalanya pula kamu perlu mendapatkan informasi dari satu sudut pandang mengenai berbagai hal. Karena itu, enggak ada salahnya untuk melontarkan pertanyaan komparatif seputar subjek/objek lain yang masih berkaitan dengan topik pembicaraanmu kepada si narasumber.

Selain bisa kamu manfaatkan hal tersebut untuk melakukan benchmarking terhadap narasumbermu, kamu juga bisa mendapatkan insight lebih mengenai hal-hal yang serupa atau bahkan beririsan dengan topik pembahasanmu. Dengan membandingkan suatu hal dengan hal lain, kamu dan pembaca juga jadi lebih bisa menimbang posisi, nilai, ataupun kondisi dari subjek/objek yang sedang kamu bahas.

4. Pertajam Pembahasan dengan Pertanyaan Imajinatif

Jenis Pertanyaan

Sesuai namanya, jenis pertanyaan ini bersifat pengandaian. Dengan pertanyaan imajinatif, kamu bisa langsung menginterogasi pendapat narasumber berdasarkan skenario tertentu. Dengan demikian, jawaban yang akan kamu dapat pun juga akan lebih tajam dan kontekstual, sesuai dengan setting yang sudah kamu tetapkan. Karena itu, pertanyaan imajinatif sangat dianjurkan untuk digunakan apabila kamu benar-benar ingin mendapatkan jawaban atas suatu hal yang spesifik.

Namun, kamu nggak bisa sembarangan melayangkan pertanyaan imajinatif kepada narasumber. Seimajinatif-imajinatifnya pertanyaan yang ingin kamu sampaikan, tentu skenario yang kamu libatkan tetap harus memiliki relevansi dengan topik yang sedang dibahas. Kalau nggak, yang ada pertanyaanmu malah terkesan nggak masuk akal.

5. Telusuri dengan Pertanyaan Prediktif

Jenis Pertanyaan

Namanya juga prediksi, tentu nggak lepas dari sifatnya yang memperkirakan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Mengapa jenis pertanyaan ini perlu kamu lontarkan? Jawabannya adalah karena pertanyaan ini biasanya akan memancing narasumber untuk memberikan pandangan personalnya.

Pandangan personal dari seorang narasumber sendiri biasanya merupakan salah satu elemen paling menarik dari sebuah wawancara. Sebab, dengan mengetahui pandangan personal narasumber, kamu bisa lebih mengetahui opini dan pola pikirnya. Hal inilah yang menjadikan informasi yang berdasarkan wawancara menjadi unik dan bernilai, sehingga jangan sampai kamu melewatkan elemen yang satu ini untuk disajikan pada audiensmu.

Baca juga: 7 Tips Jitu untuk Menjadikanmu Pewawancara yang Oke di Mata Narasumber

6. Perjelas dengan Pertanyaan Klarifikatif

Jenis Pertanyaan

Mungkin, nggak dalam setiap wawancara kamu bisa menyelipkan jenis pertanyaan yang satu ini. Tapi jika dibutuhkan, pertanyaan klarifikatif bisa jadi senjata tajam bagi kamu untuk mengupas informasi penting. Sebab, dengan melayangkan pertanyaan ini kepada narasumber, kamu bisa mengetahui dengan jelas standpoint narasumber tersebut terkait hal yang sedang kamu bahas. Dengan begitu, jika kamu memiliki informasi yang dianggap masih kurang valid tentang narasumber/topik yang dibahas, maka kamu bisa langsung menanyakannya padanya saat wawancara.

7. Selesaikan dengan Pertanyaan Solutif

Jenis Pertanyaan

Ketika kamu merencanakan sebuah wawancara dengan narasumber, tentu ada permasalahan yang ingin kamu bahas bersama dengannya. Dari setiap problema yang ada, tentunya ada solusi yang dinanti. Karena itu, kamu perlu mengajukan juga pertanyaan solutif kepada narasumbermu.

Adanya pembahasan mengenai solusi pontensial atau alternatif akan permasalahan yang sedang dibahas tentunya akan menjadi nilai tambah bagi konten yang akan kamu buat di mata audiens. Lagipula, elemen satu ini pun juga merupakan salah satu pembahasan yang ditunggu-tunggu. Karena, setelah berpanjang-panjang membahas mengenai suatu permasalahan, pasti orang-orang ingin mendapatkan solusi yang jelas, bukan?


Dengan memanfaatkan jenis-jenis pertanyaan di atas, dijamin kamu bisa mendapatkan jawaban-jawaban yang lebih elaboratif dari narasumber yang kamu wawancarai. Mengetahui jenis pertanyaan dalam wawancara yang perlu digunakan sangatlah penting, sebab hal itu memungkinkan kamu untuk mendapatkan penjelasan akan topik yang sedang dibahas, bukan hanya sekedar pernyataan.

Karenanya juga, hindarilah penggunaan pertanyaan yang sifatnya yes/no question, sebab pertanyaan seperti itu akan membuat narasumbermu bisa merasa cukup menjawab pernyataan dengan kalimat singkat yang bisa saja langsung mematikan keberlangsungan diskusi.

Selain memanfaatkan jenis-jenis pertanyaan di atas, kamu juga harus bisa mendorong dirimu untuk berpikir kritis menanggapi tiap jawaban yang diberikan oleh narasumber. Dengan begitu, kamu bisa memformulasikan pertanyaan-pertanyaan lain di luar list kamu untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dari narasumber.

Sumber: Maplesoft, benefitdeliveryformula, Digital Evolutions, State Custodians, jamin bradley, Howstodo, Mainoko, Todo es Cine.


Jangan lupa untuk cek dan ikuti Lomba Blog Hujan Duit untuk mendapatkan saweran duit asli!

Related Posts