Reviving

Ingin Menghidupkan Kembali Blog Lamamu? Cermati Dulu 4 Hal Ini!

Setelah sekian lama membiarkan blogmu menganggur, akhirnya kamu kini bersemangat lagi untuk aktif blogging dan menghidupkannya kembali? Tunggu dulu, menghidupkan blog yang sudah mati nggak bisa dilakukan sembarangan. Salah langkah, bisa jadi usahamu malah jadi sia-sia.

Bagi sebagian orang, mengelola blog bukanlah hal yang main-main. Sebagai hobi yang bisa memberikan banyak manfaat, nggak heran kalau kini blogging semakin banyak diminati. Namun, banyak pula yang terpaksa berhenti atapun vakum di tengah jalan karena kesibukan lain yang dimiliki. Mungkin kamu menjadi salah satu di antaranya. Wajar saja, blogging memang suatu rutinitas yang membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan pikiran.

Lantas, ketika kamu sudah memantapkan hati untuk kembali berkutat dengan blogmu yang sudah lama ditinggalkan, apa yang perlu kamu perbuat? Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dulu sebelum mengambil langkah lebih jauh. Seperti apa, ya, kira-kira? Yuk, kita simak bersama ulasannya!

Apakah Kamu Benar-benar Suka Blogging?

blog

Mengapa kamu harus blogging? Mengapa kamu perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk sebuah kegiatan yang potensi suksesnya masih banyak dipertanyakan oleh masyarakat umum? Apa yang membuatmu harus kembali lagi menekuni hal satu ini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali dihindari oleh orang-orang yang ingin kembali blogging setelah sekian lama tidak melakukannya. Mungkin, mereka khawatir akan menemukan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Akan tetapi, kalau kamu main langsung hajar untuk menghidupkan kembali blogmu tanpa merefleksikan hal-hal tersebut, bisa saja kamu akan kembali berhenti di tengah jalan. Buat apa, kan, melakukan hal yang pada akhirnya kembali tidak membuahkan hasil lagi?

Jadi, cobalah untuk merefleksikan kembali apakah kamu benar-benar suka blogging atau tidak. Apakah kembali terjun dalam dunia blogging akan worth your effort atau tidak. Apakah kamu memiliki passion yang kuat untuk menekuni bidang ini? Jika ya, silahkan lanjutkan, karena passion bisa memberikan energi positif bagimu untuk membangun blog yang sukses. Namun jika tidak, sepertinya kamu harus memikirkan ulang rencanamu.

Apakah Kamu Bisa Berkomitmen?

blog

Perlu ditekankan, ini bukan masalah kamu mau atau tidak, namun apakah kamu bisa atau tidak. Terkadang, jikapun kita ingin, kita tidak memiliki kapabilitas yang memadai karena pengaruh berbagai faktor yang ada di sekeliling kita.

Dalam kasus ini, cobalah kamu telaah kembali keseharianmu. Seberapa padat jadwalmu? Apakah kamu masih memiliki waktu, tenaga, dan biaya yang cukup untuk kembali menghidupkan blogmu? Bagaimana pemenuhan kebutuhan sehari-harimu? Seberapa mungkin kamu memberikan prioritas pada blog revival ini?

Jika jawaban-jawaban yang kamu dapat tidak menunjukkan adanya kesempatan bagimu untuk mendevosikan diri pada blogging, sepertinya ini belum menjadi saat yang tepat bagimu untuk kembali bertekun dengan blogmu. Pasalnya, blogging memerlukan tingkat atensi yang tinggi, apalagi untuk mengelola blog yang sudah pernah mati. Jika kamu ingin sukses menghidupkan kembali blogmu, maka kamu perlu fokus dalam meraihnya. Untuk itu, perlu banyak waktu dan energi untuk diinvestasikan.

Apakah Kamu Sudah Memiliki Mindset yang Tepat?

blog

Pertanyaan selanjutnya, apakah kamu sudah memiliki mindset yang tepat untuk kembali mengelola dan menjalankan blogmu?

Sekadar ingin mendapatkan penghasilan sampingan atau untuk iseng-iseng mengisi waktu luang adalah motivasi yang sangat diragukan untuk membawa rencana blog revival-mu menjadi sukses. Kamu perlu memiliki tujuan bermakna untuk dicapai. Jika tidak, bisa jadi kamu akan lelah sendiri dalam proses reviving yang kamu lakukan.

Bayangkan, jika kamu memutuskan untuk menghidupkan kembali blogmu hanya karena desakan finansial atau isu kehidupan lainnya, maka ketika kamu kembali menekuni blogging, kamu akan melakukannya dengan bayang-bayang kekhawatiran. Hal ini bisa berbahaya, sebab blogging bisa menjadi sesuatu yang tidak lagi nyaman dan menyenangkan untuk dilakukan bagimu.

Apakah Niche yang Kamu Kuasai Masih Trending?

blog

Ini merupakan hal lain yang nggak kalah penting untuk dipertimbangkan. Pasalnya, untuk apa kamu menghidupkan kembali blog yang pembahasannya sudah tidak dinikmati warganet lagi? Bisa-bisa, blogmu akan tetap sepi dan terkesan mati walaupun dipenuhi update-update baru karena minimnya engagement yang datang dari pembaca.

Tidak relevannya niche blog yang kamu miliki malah bisa jadi bumerang untuk membunuh kembali blogmu yang baru saja ingin hidupkan kembali. Jadi, cermatilah apa yang menjadi ketertarikan pasar di masa kini. Dari situ, cobalah cari celah seperti apa yang bisa kamu manfaatkan untuk membangkitkan kembali blogmu.

Atau jika kamu ingin menempuh cara yang lebih instan, kamu bisa coba untuk menekuni niche-niche yang sifatnya evergreen, alias akan terus ada penggemarnya. Bingung menentukan mana niche yang evergreen dan mana yang tidak? Telaah saja apa yang selalu menjadi kebutuhan manusia dan mana yang tidak. Topik-topik seperti pengembangan diri, kuliner, dan travel biasanya akan selalu diminati. Sebab, orang-orang akan selalu mencari insight untuk memperbaiki kehidupan mereka, mereka juga selalu butuh makanan, dan sudah menjadi sifat alamiah manusia juga untuk selalu mencari hiburan.


Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengambil langkah awal untuk menghidupkan kembali blogmu. Sebelum terlanjur mengambil langkah yang keliru, lebih baik kamu pertimbangkan dulu matang-matang mengenai segala sesuatu yang perlu kamu persiapkan dan perkirakanlah hasil dari tiap langkah yang akan kamu ambil. Sebab, tiap tindakan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Jadi, cobalah sisihkan waktu sejenak untuk merefleksikan lagi keinginanmu dan kondisi yang kamu miliki. Semoga sukses!

Sumber: Faktor, Smart Blogger, shrcoaching, hokensummit, Oktravel.

Related Posts

Site Menu